Mojokerto – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto mulai mempercantik Kantin Mandora dengan melukis mural bertema budaya Majapahit yang dipadukan dengan ilustrasi seorang koki membawa aneka sayuran. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan mengembangkan kreativitas sekaligus menciptakan lingkungan lapas yang lebih indah dan nyaman, Kamis (6/8).
Pengerjaan mural mendapat pendampingan dari petugas Lapas Mojokerto Seksi Kegiatan Kerja sekaligus pengawas kegiatan, Bayu Rizqi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana memperindah fasilitas, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan bakat serta meningkatkan rasa percaya diri melalui karya seni.
” Proses pembuatan mural dilakukan secara bertahap oleh warga binaan yang memiliki keterampilan di bidang seni lukis. Dengan penuh ketelitian, mereka menuangkan berbagai ornamen khas Majapahit sebagai identitas budaya Mojokerto pada dinding Kantin Mandora. Selain itu, ilustrasi koki yang membawa sayuran segar turut dihadirkan sebagai simbol penyajian makanan yang sehat, bergizi, dan berkualitas,”jelas Bayu.
Senada, Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, mengatakan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan kreativitas warga binaan.
“Kami terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Melalui mural ini, mereka tidak hanya menghasilkan karya seni yang bernilai, tetapi juga ikut mempercantik lingkungan lapas dengan mengangkat budaya lokal sebagai identitas Mojokerto,” ujarnya.
Keberadaan mural bernuansa Majapahit di Kantin Mandora diharapkan mampu menghadirkan suasana yang lebih nyaman sekaligus menjadi media edukasi tentang pentingnya melestarikan budaya daerah. Perpaduan unsur budaya dan tema kuliner sehat juga menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat karakter Kantin Mandora sebagai salah satu fasilitas pelayanan di Lapas Mojokerto.
Melalui kegiatan ini, Lapas Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, kreatif, dan bermanfaat. Kreativitas warga binaan diharapkan menjadi bekal positif yang dapat terus dikembangkan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
























