JAKARTA, 28 JUNI 2026 – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) hari ini resmi meluncurkan gerakan moral bertajuk “Gaya hidup Digital Sehat
” di Yayasan Daarut Taqwa Cengkareng, Jakarta Barat. Gerakan ini diinisiasi sebagai respons terhadap tingginya paparan konten negatif dan durasi layar (screen time) berlebih yang mulai mengikis nilai-nilai akhlak serta fokus ibadah generasi muda.Di era modern, gawai sering kali mengalihkan perhatian masyarakat terutama anak- anak dari kewajiban ibadah dan interaksi sosial yang nyata. Konsumsi konten digital tanpa filter juga memicu maraknya fenomena judi online, perundungan siber, dan penyebaran berita bohong. Gerakan ini hadir untuk mengedukasi adik-adik agar menggunakan teknologi secara bijak, produktif, dan tetap selaras dengan kaidah agama.”Teknologi harusnya mendekatkan kita pada kebaikan, bukan menjauhkan kita dari Tuhan,” ujar Dion Adhi Prayogo, Ketua Pelaksana Gerakan. “Melalui kampanye Gaya Hidup Digital Sehat ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk melakukan detoks digital secara berkala. Saatnya meletakkan gawai ketika azan berkumandang dan memanfaatkan aplikasi di ponsel untuk hal-hal yang bernilai ibadah.”

Inisiatif ini merupakan bagian dari aksi nyata pemenuhan tugas proyek mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Selama dua pekan ke depan, rangkaian kegiatan yang akan dijalankan meliputi:
Aksi Garis Depan: Gerakan mematikan gawai 15 menit sebelum dan sesudah pelaksanaan salat berjamaah di kampus.

E-Dakwah Kreatif: Pembuatan dan penyebaran konten video pendek di TikTok mengenai adab bermedia sosial menurut sudut pandang Islam.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan mampu menyaring informasi dengan prinsip tabayyun (verifikasi) dan mengurangi kecanduan media sosial. Kegiatan ini didukung penuh oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan tim dosen agama Universitas Bina Sarana Informatika.



















