Official Whatsapp
  • Contact Us
  • Mengapa Tulisan Saya Belum Ditayangkan?
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Satu Rumah
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Gagal Nalar di Era Digital : Ketika Mitos Lebih Dipercaya Ketimbang Data Ilmiah

Diana felia Ningrum by Diana felia Ningrum
8 June 2026
in Opini
A A
0
pngtree myths vs facts badge concept vector illustration fiction misleading fabrication vector png image 50512620
852
SHARES
1.2k
VIEWS

Di zaman digital ini sering disebut sebagai era banjir informasi. Tetapi, di zaman yang sudah canggih ini dan ditengah kemudahan mengakses segala informasi, masyarakat justru sering gagal dalam mengelola sebuah informasi di media sosial. Pernahkah anda melihat video “ramuan ajaib” yang di klaim bisa menyembuhkan segala penyakit?, atau sebuah teori konspirasi tentang dunia yang diatur oleh segelintiran orang? Meskipum sering kali informasi seperti ini tidak memiliki bukti kuat, uniknya beberapa orang bahkan ribuan dengan cepat membagikannya. Fenomena ini disebut sebagai era post-truth (pasca–kebenaran) dimana emosi dan keyakinan pribadi lebih laku di media sosial dari daripada fakta objektif. Inilah yang dimaksud dengan era banjir informasi. Namun kita justru sering mengalami “gagal nalar”.

Singkatnya, gagal nalar adalah kondisi ketika logika kita berhenti bekerja dan lebih memilih mempercayai mitos atau pseudosains yang biasa dikenal sebagai sains abal-abal, daripada data ilmiah yang valid. Mengapa ini bisa terjadi? Mari kita bedah fenomena ini melalui kacamata Logika Penyelidikan Ilmiah (LPI). Kita dapat membedah dari apa yang kita anggap nyata yaitu ontologis,  bagaimana mencari tahu yaitu epistemologi dan manfaat serta nilai bagi kita yaitu aksiologi.

Dalam filsafat, ada istilah yang disebut ontologi, yaitu tentang “hakikat” atau apa yang sebenarnya ada. Menurut (Achmad & Syarif, 2025), dalam pandangan klasik plato, terdapat perbedaan atara episteme yaitu pengetahuan sejati dan doxa yaitu pendapat atau kepercayaan semata. Di media sosial batas antara fakta dan mitos sangat tipis. Banyak informasi yang dianggap seolah-olah informasi yang ilmiah, menggunakan istilah-istilah yang rumit untuk memperkuat informasi, Padahal isinya hanya asumsi tanpa bukti. Banyak orang kurang paham bahwa teknologi hanyalah alat, bukan sumber kebenaran itu sendiri.

Dalam penyelidikan ilmiah, terdapat perbedaan mendasar antara pengetahuan ilmiah dan non-ilmiah. Pengetahuan ilmiah memiliki ciri-ciri seperti sistematis, objektif, dan dapat diverifikasi atau dapat diuji ulang oleh siapa saja. Sedangkan, pengetahuan non-ilmiah seperti mitos, tradisi yang memiliki tempat tersendiri dan sering tidak bisa dibuktikan secara terbuka. Maka dari itu, masalah bisa muncul jika kita menganggap mitos yang beredar di media sosial sebagai informasi yang benar dan mutlak. Maka kita gagal mengenali “hakikat” dari informasi yang kita komsumsi.

Lalu, bagaimana kita bisa langsung menyimpulkan sebuah informasi sampai pada kesimpulan yang salah? Disinilah peran Epistemologi, yaitu ilmu yang mempelajari cara kita mendapatkan pengetahuan. Di masa lalu, sesuatu dianggap benar jika sesuai dengan kenyataan, ini ada pada teori korespondensi. Di zaman sekarang, hal ini mulai bergeser. Menurut (Gusri et al., 2025), manusia lebih condong pada kebenaran pragmatis, yaitu sesuatu dianggap benar hanya karena bermanfaat secara praktis dan cocok dengan selera mereka, bukan karena data yang valid atau data yang ilmiah. Dengan adanya algoritma pada media sosial, kita akan mendapatkan informasi yang kita sukai saja atau yang sudah ada sebelumnya. Sehinngga logika kritis kita menjadi lemah karena jarang atau bahkan tidak pernah di berikan dengan sudut pandang yang berbeda.

Selain itu, informasi yang dianggap valid dipercaya melalui seberapa banyak likes yang didapat dan muncul di bagian paling atas pada pencarian.dan munculnya tantangan dari budaya “klik dan bagikan”. Kita sering tertarik pada berita yang meiliki judul yang dramatis atau bombastis dan tidak membaca isinya secara menyeluruh, dimana kita lebih mementingkan kecepatan dari pada ketepatan data. Padahal hal tersebut tidak menjamin kebenaran ilmiahnya. kita sering lupa bahwa sebuah informasi tidak menjadi benar hanya karena kita sering melihat dan muncul berkali-kali di beranda. Fenomena ini yang membuat kita tidak berpikir panjang dengan kebenaran informasi dan menganggap bahwa yang populer itu informasi yang benar. Menurut (Shin, 2025), kebenaran tidak lahir dari hubungan langsung dengan manusia, melainkan diperantarai oleh mesin. Gagal nalar terjadi saat kita berhenti bertanya “apakah informasi ini benar?” dan menggantinya dengan “apakah informasi ini sedang viral?”.

Selanjutnya yaitu Aksiologi, yaitu tentang nilai dan etika dalam penggunaan ilmu pengetahuan. Di tengah kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), seharusnya kita juga berpikir “apakah teknologi memberi kebaikan manusia atau justru merugikan?”.

Gagal nalar memiliki dampak nyata dan sangat berbahaya. Misalnya, ketika orang lebih percaya pada mitos atau informasi yang tersebar di media sosial, dari pada percaya kepada saran medis, nyawa bisa menjadi taruhannya. Menurut (Gusri et al., 2025),menekankan pentingnya “epistemologi virtue digital”, sebuah karakter moral di mana kita harus berani mengakui kesalahan kita dan berhati-hati sebelum memberikan informasi. Dizaman yang sudah canggih ini banyak muncul akun anonim atau hal semacam deep fake yang digunakan untuk menyebarkan berita atau informasi yang menunjukkan bahwa teknologi juga bisa digunakan tanpa tanggung jawab moral. Jika tidak ada kompas moral ini, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan hanya akan berfungsi sebagai alat manipulatif yang dapat merusak struktur sosial. Terlalu percaya pada informasi di media sosial dan Ketergantungan pada media sosial juga tidak baik, karena bisa menurunkan kemampuan otak kita. Aksiologi disini berperan untuk mengarahkan kita agar tidak menyalahgunakan informasi demi keuntungan pribadi.

Gagal nalar di era digital bukanlah tanda bahwa kita kurang pintar, melainkan tanda bahwa kita kurang teliti dan kurang disiplin dalam menggunakan media sosial. Sebagaimana yang sudah diajarkan oleh filsuf Karl Popper, pengetahuan bisa maju jika kita berani mengevaluasi dan menganalisis serta terbuka terhadap koreksi. Dalam menggunakan media sosial kita harus berhati-hati dalam menerima informasi. Pastikan informasi  yang diterima merupakan informasi yang benar dan terdapat data ilmiahnya. Pada era ini banyak orang yang menjadi sumber informasi, sehingga kejujuran intelektual menjadi kewajiban moral.  Logika penyelidikan ilmiah adalah perisai agar kita tidak tersesaat dengan banyaknya informasi di zaman ini. Jangan biarkan algoritma atau emosi sesaat mengatur apa yang harus kita percaya. Dengan mengutamakan data yang ilmiah, fakta, kejujuran, dan etika, kita bisa memastikan bahwa fakta tidak akan terus-meneurs kalah dengan mitos digital.

Baca Juga

5d616b99 9a5c 4196 89b3 41254e7cbb38

Booming Ekonomi Digital dan Kontribusinya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

21 October 2026
1792510183529

Stoikisme, Kejawen, Dan Islam: Menemukan Keteguhan Hati Dalam Menghadapi Cobaan Hidup

21 October 2026
WhatsApp Image 2026 10 20 at 20.00.18

Ketika Harga Pangan Naik, Seberapa Kuat Daya Beli Masyarakat Indonesia?

20 October 2026
WhatsApp Image 2026 10 20 at 19.08.28

Mengatasi Tingginya Turnover Karyawan melalui Pengelolaan SDM yang Tepat

20 October 2026

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, A. R. I. M., & Syarif, A. A. (2025). Post-Truth dan Tantangannya dalam Dunia Pendidikan. Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat, 7(1), 33-35. DOI: https://doi.org/10.15408/paradigma.v7i1.46905

Gusri, S., Efendi, E., & Zalnur, M. (2025). Perubahan Kriteria Kebenaran di Era Industri 4.0: Antara Koherensi, Korespondensi dan Pragmatisme. Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 1(3), 472-482. https://journal.al-afif.org/index.php/al-ilmiya/article/view/314

Shin, D. (2025). Automating epistemology: how AI reconfigures truth, authority, and verification. AI & SOCIETY, 41, 1553-1559. https://doi.org/10.1007/s00146-025-02560-y

 

    Tags: mitosnalar
    Share341Tweet213Share60Pin77SendShare
    Leaderboard apa apa
    Previous Post

    Menjaga Kebugaran, Merawat Harapan: Senam Pagi Warga Binaan Lapas Arga Makmur

    Next Post

    Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan, Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026

    Diana felia Ningrum

    Diana felia Ningrum

    Related Posts

    5d616b99 9a5c 4196 89b3 41254e7cbb38

    Booming Ekonomi Digital dan Kontribusinya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    21 October 2026
    1792510183529

    Stoikisme, Kejawen, Dan Islam: Menemukan Keteguhan Hati Dalam Menghadapi Cobaan Hidup

    21 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 20 at 20.00.18

    Ketika Harga Pangan Naik, Seberapa Kuat Daya Beli Masyarakat Indonesia?

    20 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 20 at 19.08.28

    Mengatasi Tingginya Turnover Karyawan melalui Pengelolaan SDM yang Tepat

    20 October 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2026 06 06 at 20.14.17

    Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan, Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026

    WhatsApp Image 2026 06 07 at 15.30.03

    Jaring Generasi Muda yang Berminat di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang, Poltek Agraria STPN Buka Peluang Sekolah Kedinasan

    IMG 20260608 WA0364

    Panen Melimpah, Lapas Bandanaira Hasilkan 100 Ikat Kacang Panjang dari Program Pembinaan Kemandirian di Lahan SAE ‎

    WhatsApp Image 2026 05 30 at 15.37.02

    Penyembelihan Hewan Qurban

    IMG 20260601 081103.jpg

    Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    IMG 9131 2 11zon

    Kantor Pertanahan Kabupaten Enrekang melaksanakan kegiatan Serah Terima Hasil Pekerjaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada Kamis, 15 Oktober 2026

    21 October 2026
    Screenshot 2026 10 21 103454

    Santri dan Masa Depan Peradaban Menjaga Tradisi Menjawab Zaman

    21 October 2026
    5d616b99 9a5c 4196 89b3 41254e7cbb38

    Booming Ekonomi Digital dan Kontribusinya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    21 October 2026
    Lapas Kelas IIA Bengkulu, Lapas Bengkulu, Warga Binaan Pemasyarakatan, WBP Lapas Bengkulu, senam rutin, senam pagi, senam sehat

    Lapas Bengkulu Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pembinaan Warga Binaan

    21 October 2026
    df9f7781 1183 4d39 a420 2536341c7739

    Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Hilirkan Program Re-Story Lewat Buku Saku

    21 October 2026
    de003dfc ebe4 4ae7 b56d 6e407024c0ff

    Selebgram Habib HDW Tersorot Jalani Internship di Pertamina Patra Niaga RU Dumai

    21 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 media@swsmedia.id

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Salsa
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita