Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Tuti Pramustiyani dari Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB), melaksanakan kegiatan pembelajaran Program Kebutuhan Khusus (Progsus) Pengembangan Diri di SLB Negeri 2 Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan pada taggal 14 September 2026 dengan sasaran peserta didik kelas 10 B yang memiliki hambatan intelektual dan hambatan pendengaran. Pembelajaran mengangkat topik “Menolong Diri” melalui materi mengenal peralatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) beserta dengan fungsinya. Inisiatif ini merupakan wujud kontribusi nyata Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kesadaran menjaga kesehatan fisik, serta SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan inklusif yang adaptif bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Pembelajaran dirancang untuk memberikan pemahaman kontekstual serta melatih kemandirian peserta didik dalam merawat diri dan mencegah infeksi luka. Proses pembelajaran menerapkan model Problem Based Learning (PBL) yang diawali dengan penyajian studi kasus, guna memancing nalar kritis siswa mengenai pentingnya mengobati luka secara benar. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK memanfaatkan media konkret berupa kotak P3K asli (berisi plester, betadine, kasa steril, NaCl, kapas, plester roll, dan gunting) serta media visual infografis. Selain itu, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) diberikan diferensiasi, sesuai dengan profil kemampuan dan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan respons positif dan peningkatan pemahaman siswa, di mana peserta didik mampu mengidentifikasi serta menyebutkan fungsi peralatan P3K. Dampak langsung dari kegiatan ini adalah terbangunnya rasa percaya diri dan keterampilan praktis (life skill) peserta didik dalam melakukan penanganan awal pada luka ringan secara mandiri. Secara konkret, kegiatan ini mendukung SDGs 3 dengan menanamkan perilaku hidup sehat dan aman, sekaligus merealisasikan SDGs 4 dengan membuktikan bahwa pembelajaran berkualitas yang ramah disabilitas dapat diwujudkan melalui pendekatan pedagogis yang tepat dan berorientasi pada kebutuhan siswa.

Melalui pelaksanaan Praktik Kependidikan ini, diharapkan keterampilan menolong diri yang telah dikuasai dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kolaborasi dan pelibatan orang tua di rumah. Universitas Negeri Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa menciptakan pembelajaran yang bermakna dan inklusif demi mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.






















