Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) SLB Bhakti Wiyata melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pertolongan pertama bagi murid pada tanggal 7 September 2026, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini diikuti oleh murid dan guru sebagai peserta utama, dengan mahasiswa PK sebagai pendamping jalannya kegiatan dari awal hingga akhir. Sosialisasi dan pelatihan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera, tercermin dari materi pertolongan pertama yang secara langsung membekali murid dan guru dengan kemampuan menangani kondisi darurat kesehatan, SDGs 4 mengenai Pendidikan Berkualitas melalui penyampaian materi yang dirancang sesuai karakteristik dan kebutuhan belajar murid berkebutuhan khusus, serta SDGs 10 mengenai Berkurangnya Kesenjangan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman murid dan guru mengenai prinsip-prinsip dasar pertolongan pertama yang secara khusus membekali mereka dengan kemampuan penanganan awal ketika murid mengalami luka ringan di lingkungan sekolah. Dalam pelaksanaannya, pemateri dari PMI Kabupaten Kulon Progo menyampaikan materi seputar konsep dasar pertolongan pertama, langkah-langkah penanganan luka, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum bantuan medis lebih lanjut datang. Materi tersebut kemudian langsung dipraktikkan oleh murid dan guru mulai dari membersihkan, mengobati, hingga membalut luka secara tepat dan aman. Sesi ditutup dengan kuis seputar materi yang telah dipaparkan, di mana murid yang berhasil menjawab benar mendapat reward berupa makanan, reward tersebut membuat murid berebut mengacungkan tangan untuk menjawab, menandakan antusiasme tinggi terhadap materi yang baru saja mereka pelajari.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, murid dan guru memperoleh bekal pengetahuan sekaligus keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara langsung apabila terjadi kondisi darurat, baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, kegiatan ini menumbuhkan kepedulian dan kesiapsiagaan murid terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain, sekaligus memperkuat kerja sama antara pihak sekolah dengan lembaga kesehatan masyarakat seperti PMI, sebuah kontribusi nyata terhadap SDGs yang tercermin dari peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar di lingkungan pendidikan serta pemberdayaan murid agar lebih siap menghadapi situasi darurat.
Harapan ke depannya, kegiatan sosialisasi dan pelatihan pertolongan pertama semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkala, sehingga pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh murid dan guru dapat terus diasah. Kerja sama antara sekolah, mahasiswa PK, dan PMI Kabupaten Kulon Progo diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya siaga dan pertolongan pertama yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan.





















