Bengkulu — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan bakti sosial dengan memberikan bantuan kepada anak-anak di Panti Asuhan Bumi Rafflesia, Jumat (25/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Bengkulu untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan sekitar.
Bantuan yang disalurkan berupa puluhan kasur, kipas angin, dan satu unit mesin cuci, serta susu dan berbagai kebutuhan sembako untuk anak-anak panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan sehari-hari sekaligus meningkatkan kenyamanan anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan Bumi Rafflesia.
Kegiatan bakti sosial dipimpin langsung oleh Kalapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, bersama jajaran pejabat struktural, ibu-ibu Dharma Wanita Lapas Bengkulu, serta ASN Lapas Bengkulu. Kedatangan rombongan disambut dengan hangat oleh pengurus dan anak-anak Panti Asuhan Bumi Rafflesia.
Dalam kesempatan tersebut, Julianto menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial merupakan bentuk kepedulian dan perhatian jajaran Lapas Bengkulu terhadap masyarakat. “Kami berharap bantuan yang diberikan hari ini dapat bermanfaat dan membantu memenuhi kebutuhan anak-anak di Panti Asuhan Bumi Rafflesia. Ini merupakan wujud kepedulian kami untuk terus berbagi dan hadir di tengah masyarakat,” ujar Julianto.
Ia menambahkan, kepedulian sosial merupakan nilai yang perlu terus ditumbuhkan di lingkungan kerja, termasuk di Lapas Kelas IIA Bengkulu. Menurutnya, berbagi tidak hanya tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi juga tentang keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama.
“Kami ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti pada hari ini saja. Semoga semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat terus terjaga, serta menjadi bagian dari budaya positif seluruh jajaran Lapas Bengkulu,” lanjut Julianto.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Bengkulu berharap kehadiran jajaran pemasyarakatan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Bakti sosial ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat pemasyarakatan tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas di dalam Lapas, tetapi juga melalui kepedulian, gotong royong, dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.





















