Ternate – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate menegaskan komitmennya dalam mendukung program kesehatan nasional dengan berpartisipasi aktif pada Kegiatan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Public Private Mix (PPM) serta Intervensi TB-HIV yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Kamis (30/07).
Kegiatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan fasilitas pelayanan kesehatan se-Provinsi Maluku Utara ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta mempercepat capaian target eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030. Dalam pertemuan ini, Lapas Ternate juga dipercaya memaparkan best practice terkait penanganan dan pelayanan TBC di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Kalapas Ternate, Faozul Ansori, menyampaikan bahwa keikutsertaan Lapas dalam forum ini merupakan wujud keterbukaan dan komitmen pemenuhan hak kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
“Kami berkomitmen penuh mendukung target pemerintah menuju Eliminasi TBC 2030. Melalui pemaparan praktik baik ini, kami ingin menunjukkan bahwa deteksi dini, pengolahan data, hingga perawatan pasien TBC di Lapas Ternate berjalan secara terstruktur, akuntabel, dan humanis,” ujar Faozul Ansori.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Ternate, Yuslizar, menjelaskan pentingnya penguatan validasi data dan sinergi logistik yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Pertemuan ini sangat krusial bagi kami untuk memastikan kontinuitas layanan kesehatan warga binaan. Selain berbagi strategi penanganan, kami bersama Fasyankes se-Malut juga melakukan validasi data pasien TBC SO, RO, maupun TB-HIV, serta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan kebutuhan logistik,” ujar yuslizar.
Seluruh rangkaian kegiatan monev ini diakhiri dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama untuk memperkuat jejaring penemuan kasus dan penanganan TBC secara menyeluruh di Provinsi Maluku Utara.























