Bengkulu – Komitmen membangun budaya integritas dan memperkuat nilai-nilai antikorupsi terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu, Imran Hasyim, mengikuti Lokakarya Penulisan Materi Antikorupsi Berbasis Kearifan Lokal yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 17.00 WIB di Aula Perpustakaan Daerah Provinsi Bengkulu tersebut mengangkat tema “Penguatan Pesan Antikorupsi untuk Membangun Masyarakat Berintegritas Berbasis Kearifan Lokal”. Lokakarya ini menjadi ruang kolaborasi untuk mengembangkan pesan antikorupsi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat melalui nilai-nilai budaya lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bengkulu, R.A. Deni, S.H., M.M., yang mewakili Gubernur Bengkulu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Bengkulu, Merisasdi, serta pegiat budaya dan komunitas literasi. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya keterlibatan pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam menanamkan budaya antikorupsi.
Sejumlah narasumber turut memberikan materi untuk memperkuat pemahaman peserta. Dion Hardika Sumarto, Kasatgas 2 Direktorat Peran Serta Masyarakat KPK RI, menyampaikan pengantar mengenai makna korupsi. Materi ini menjadi landasan bagi peserta untuk memahami pentingnya pencegahan korupsi dan keterlibatan masyarakat dalam membangun lingkungan yang berintegritas.
Selanjutnya, Gushevinalti, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu, membahas strategi komunikasi persuasif dalam menyampaikan pesan antikorupsi di era digital. Sementara itu, Ahmad Wali, Dosen Fakultas Hukum Universitas Bengkulu, memaparkan pedoman penulisan materi antikorupsi agar pesan yang disampaikan lebih komunikatif, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya penulisan materi antikorupsi berbasis kearifan lokal. Peserta didorong untuk mengembangkan gagasan dan tulisan yang menghubungkan nilai budaya, norma sosial, serta kebiasaan positif masyarakat dengan perilaku jujur, bertanggung jawab, transparan, dan berintegritas.
Tulisan terbaik dari lokakarya tersebut direncanakan akan dibukukan oleh KPK RI dan diterbitkan pada momentum peringatan Hari Antikorupsi pada Desember mendatang. Rencana ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk berkontribusi dalam menghasilkan materi edukasi yang dapat memperluas jangkauan pesan antikorupsi di tengah masyarakat.
Bagi Bapas Kelas I Bengkulu, keikutsertaan Imran Hasyim memiliki relevansi dengan pelaksanaan tugas pelayanan pemasyarakatan yang menuntut profesionalisme, integritas, dan akuntabilitas. Nilai-nilai antikorupsi perlu diwujudkan tidak hanya dalam pemahaman, tetapi juga melalui perilaku nyata, seperti memberikan pelayanan secara transparan, menjalankan tugas sesuai aturan, serta menghindari penyalahgunaan kewenangan.
Kepala Bapas Kelas I Bengkulu, Aidil Jumidi, menegaskan bahwa penguatan integritas merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.
“Integritas harus menjadi prinsip dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap pemahaman mengenai nilai-nilai antikorupsi semakin kuat dan dapat diterapkan secara nyata oleh seluruh jajaran, terutama dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Aidil.
Ia juga berharap nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan kejujuran dan tanggung jawab, sehingga budaya antikorupsi tumbuh dari lingkungan kerja hingga kehidupan bermasyarakat.
Melalui partisipasi dalam lokakarya yang diselenggarakan KPK RI ini, Bapas Kelas I Bengkulu terus mendukung upaya pencegahan korupsi dan penguatan budaya integritas. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen mewujudkan pelayanan publik yang bersih, berorientasi pada kepentingan masyarakat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai ASN BerAKHLAK dan tata kelola pemerintahan yang baik.




















