Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kepramukaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (14/10). Pada pertemuan kali ini, peserta mendapatkan materi pionering, yakni keterampilan kepramukaan yang memanfaatkan tali dan tongkat untuk membuat berbagai bentuk konstruksi sederhana.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu melalui kerja sama dengan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 0704 Kota Bengkulu. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan dari para pelatih Pramuka, Kak Pengki dan rekan-rekannya yang memberikan arahan serta bimbingan mengenai teknik dasar pionering.
Melalui materi tersebut, warga binaan diperkenalkan dengan berbagai teknik ikatan dan simpul yang menjadi dasar dalam pembuatan konstruksi pionering. Peserta juga didorong untuk memahami pentingnya ketelitian, ketepatan, dan keselamatan dalam setiap tahapan praktik agar hasil yang dibuat dapat berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik.
Tidak hanya melatih keterampilan teknis, kegiatan pionering juga mengajarkan nilai-nilai penting seperti kerja sama, kesabaran, kreativitas, dan tanggung jawab. Dalam proses pembelajaran, peserta dituntut untuk saling berkoordinasi, membagi tugas, serta menyelesaikan tantangan secara bersama-sama sehingga tercipta suasana pembinaan yang aktif dan edukatif.
Lapas Kelas IIA Bengkulu terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat bagi pengembangan karakter dan potensi warga binaan. Melalui kegiatan kepramukaan, warga binaan diharapkan mampu menanamkan nilai kedisiplinan, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya materi pionering ini, kegiatan Pramuka di Lapas Kelas IIA Bengkulu diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengisi waktu yang positif, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan. Bekal nilai dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pembinaan diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik serta berkontribusi positif ketika kembali ke tengah masyarakat.
























