Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Guru dan tenaga kependidikan (tendik) MAN 1 Yogyakarta mengikuti Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Kementerian Agama (Kemenag) Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Senin–Jumat (5–9/10/2026). Adapun Guru dan Tendik di MAN 1 Yogyakarta mulai mengikuti asesmen pada Selasa (6/10/2026), bertempat di Laboratorium Komputer 3 MAN 1 Yogyakarta.
AKGTK 2026 dilaksanakan dengan tujuan untuk memetakan dan mengukur kompetensi profesional, pedagogik, serta kompetensi teknis guru dan tenaga kependidikan madrasah secara akurat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperoleh gambaran kompetensi sumber daya manusia madrasah sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan dan layanan madrasah.
Pelaksanaan asesmen dibagi menjadi tiga sesi setiap hari. Pada Selasa (6/10/2026), asesmen diikuti oleh guru mata pelajaran Akidah Akhlak, Bahasa Arab, dan Al-Qur’an Hadis. Rabu (7/10/2026), peserta meliputi guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Fikih, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi, dan Ekonomi.
Selanjutnya, pada Kamis (8/10/2026), asesmen diikuti oleh guru Matematika, Geografi, Sejarah, dan Sosiologi, serta kepala madrasah, laboran, dan pustakawan. Adapun pada Jumat (9/10/2026), asesmen diikuti oleh guru mata pelajaran Fisika dan Kimia.
AKGTK dilaksanakan menggunakan metode Computer Based Test (CBT) secara daring dengan aplikasi Safe Exam Browser (SEB). Peserta mengerjakan 80 soal dalam waktu 90 menit. Materi asesmen disesuaikan dengan jabatan masing-masing peserta. Bagi guru, materi mencakup kompetensi pedagogik, kompetensi profesional sesuai mata pelajaran yang diampu, serta moderasi beragama. Sementara itu, asesmen bagi tenaga kependidikan disesuaikan dengan bidang tugas masing-masing.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa AKGTK merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah.
“AKGTK bukan sekadar asesmen untuk mengukur kompetensi, tetapi juga menjadi momentum bagi guru dan tenaga kependidikan untuk melakukan refleksi dan meningkatkan kualitas diri. Kami berharap hasil asesmen ini dapat menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat kompetensi, meningkatkan profesionalisme, serta mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang semakin berkualitas di MAN 1 Yogyakarta,” ungkap Edi.
Melalui keikutsertaan dalam AKGTK Kemenag 2026, MAN 1 Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Dengan kompetensi yang terus berkembang, diharapkan seluruh warga madrasah mampu memberikan kontribusi optimal dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, adaptif, dan religius. (mzs)
























