Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar program pemberdayaan masyarakat berupa pembuatan lubang resapan biopori di Desa Sidokerto, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, pada Rabu (16/7/2026). Kegiatan ini menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat dan diikuti oleh 30 peserta yang antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.
Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk membantu meningkatkan resapan air hujan sekaligus memanfaatkan sampah organik yang masih dapat diolah di lingkungan sekitar lahan pertanian. Melalui biopori, kedua hal tersebut dapat dikelola dalam satu penerapan sederhana yang dapat dilakukan dan dirawat secara mandiri oleh masyarakat tanpa memerlukan peralatan yang rumit.
Biopori bekerja dengan prinsip yang sederhana namun efektif. Lubang vertikal yang dibuat di permukaan tanah berfungsi sebagai jalur masuk bagi air hujan, sehingga air lebih cepat terserap ke dalam tanah dan tidak menggenang di permukaan lahan. Pada saat bersamaan, lubang tersebut menjadi tempat penguraian sampah organik seperti sisa sayuran dan daun kering, yang secara alami akan terurai dengan bantuan mikroorganisme dan fauna tanah. Hasil penguraian tersebut menghasilkan bahan organik yang berpotensi menyuburkan tanah di sekitarnya, sehingga satu titik biopori sekaligus berperan sebagai alat konservasi air dan sumber pupuk organik bagi lahan pertanian KWT.
Kegiatan diawali dengan sesi edukasi kepada anggota KWT mengenai konsep dasar biopori, meliputi fungsinya bagi resapan air, jenis sampah organik yang dapat digunakan, tata cara pengisian, hingga langkah perawatan agar biopori tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang. Materi disampaikan secara lisan disertai sesi tanya jawab agar peserta dapat langsung mengklarifikasi hal-hal yang belum jelas. Setelah pembekalan materi, peserta diajak langsung mempraktikkan pembuatan biopori di lahan KWT. Sebanyak 10 lubang biopori berhasil dibuat menggunakan pipa PVC, kemudian diisi dengan sampah organik berupa sisa sayuran dan daun kering yang tersedia di lingkungan sekitar. Pendekatan praktik langsung ini dipilih agar anggota KWT mampu mereplikasi dan merawat biopori secara mandiri setelah masa KKN berakhir.
Manfaat biopori bagi lahan KWT terlihat dari dua sisi. Dari sisi tata kelola air, lubang biopori membantu mempercepat resapan air hujan sehingga mengurangi risiko genangan di permukaan lahan. Dari sisi kesuburan tanah, sampah organik yang terurai memberikan tambahan bahan organik yang mendukung kualitas tanah pertanian. Lebih dari sekadar solusi teknis, program ini juga mengubah cara pandang warga terhadap sampah organik, dari sesuatu yang dianggap tidak bernilai menjadi sumber daya yang mendukung produktivitas lahan.
Program pembuatan biopori ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa poin ketiga, yakni Desa Sehat dan Sejahtera, melalui upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan mengurangi potensi genangan air yang berisiko menjadi sumber penyakit. Selain itu, program ini juga berkaitan dengan SDGs Desa poin ketiga belas, yaitu Penanganan Perubahan Iklim. Keberadaan biopori membantu memperbesar kapasitas tanah dalam menyerap air hujan yang intensitasnya semakin sulit diprediksi akibat perubahan iklim, sekaligus menekan potensi emisi gas metana dari sampah organik yang dibuang secara tidak terkendali di lingkungan terbuka.
Keberlanjutan menjadi perhatian utama dalam program ini. Sepuluh lubang biopori yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan oleh KWT dengan menambahkan sampah organik secara berkala setiap kali volume di dalamnya menyusut akibat proses penguraian. Karena hanya memerlukan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, perawatan biopori tidak menuntut biaya maupun keterampilan khusus. Melalui bekal pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan, Tim KKN UNS berharap KWT Desa Sidokerto dapat terus memanfaatkan dan mengembangkan biopori secara mandiri, sehingga manfaatnya bagi resapan air, pengelolaan sampah organik, dan kesuburan lahan pertanian dapat dirasakan dalam jangka panjang, jauh melampaui masa pelaksanaan KKN itu sendiri.
Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembuatan Biopori
Tim KKN UNS Desa Sidokerto, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan






















