Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Sorot

Dampak Karhutla, Omzet Warung Makan Warga Lamongan di Kalimantan Menurun: Dapur Harus Tetap Ngebul di Tengah Kepungan Asap

Sami'an Harus Sukses by Sami'an Harus Sukses
17 October 2026
in Sorot
A A
0
FB IMG 1792131582565
851
SHARES
1.2k
VIEWS

KALIMANTAN 16/10/2026 – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat dan merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian warga. Salah satu kelompok yang ikut merasakan dampaknya adalah para perantau asal Lamongan, Jawa Timur, yang menggantungkan hidup dari usaha warung makan di Kalimantan.

Di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap, aktivitas masyarakat terganggu dan jumlah pelanggan warung makan ikut berkurang. Para pedagang kecil pun harus menghadapi kenyataan pahit: pemasukan menurun, sementara biaya operasional dan kebutuhan sehari-hari tetap berjalan.

FB IMG 1792132175778

Keluh kesah tersebut dirasakan Bowo, pemilik Warung Pecel Lele Lamongan di Sampit, Kalimantan. Ia tetap berusaha membuka warungnya meskipun kondisi lingkungan tidak lagi mendukung aktivitas usaha seperti biasanya.

Bagi Bowo, situasi ini menjadi ujian berat bagi keberlangsungan usaha yang menjadi sumber penghidupan. Warung yang biasanya buka hingga pagi hari kini tidak lagi bisa beroperasi dengan jam yang sama. Kabut asap yang menyelimuti kawasan warung membuat aktivitas berdagang menjadi lebih sulit, sementara pelanggan yang datang juga semakin berkurang.

FB IMG 1792131682595

Persoalan tidak berhenti pada menurunnya jumlah pembeli. Bowo juga menghadapi berbagai kendala lain, mulai dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), sulitnya memperoleh gas LPG, hingga persoalan air yang disebut terasa asin.

Kondisi tersebut membuat kegiatan memasak dan melayani pelanggan menjadi semakin menantang. Padahal, dalam usaha kuliner, ketersediaan bahan bakar dan air merupakan kebutuhan penting agar kegiatan dapur tetap berjalan.

Di tengah situasi yang serba sulit, Bowo tetap berupaya mempertahankan warungnya. Ia menyadari bahwa berhenti berjualan berarti kehilangan pemasukan, sedangkan kebutuhan rumah tangga dan biaya usaha tidak bisa ikut berhenti.

Tagihan listrik tetap harus dibayar. Biaya air juga terus berjalan. Sementara itu, kebutuhan untuk menjaga dapur tetap mengepul harus dipenuhi meskipun omzet tidak lagi seperti hari-hari normal.

Kondisi ini menggambarkan beratnya perjuangan pelaku usaha mikro yang tidak memiliki banyak cadangan keuangan untuk menghadapi gangguan usaha berkepanjangan.

Baca Juga

FB IMG 1789567536017

Kesenjangan Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta dan Wantimpres Dipertanyakan

5 October 2026
WhatsApp Image 2026 09 30 at 19.47.19

Gerakan Rakyat dan Aliansi Nasional Aktivis Demokrasi (Siapkan Aksi Jilid I, Soroti Terindikasi Persoalan Lingkungan di TPST Abu & Co

1 October 2026
FB IMG 1790586087848

Tumpukan Sampah Di Bantaran Sungai Bawah Jembatan Pasar Sugio Menggunung, Warga Keluhkan Bau Dan Rawan Kebakaran

28 September 2026
Bagi mahasiswa MHU UIN SGD Bandung, Bulan September adalah ruang refleksi sejarah guna merawat ingatan kolektif bangsa, menegakkan keadilan, dan menumbuhkan kepekaan sosial sebagai bekal calon pelayan masyarakat di masa depan.

Mahasiswa MHU UIN SGD Bandung Rawat Ingatan Bangsa Lewat Diskusi September Hitam

27 September 2026

Eni Tetap Berjualan di Tengah Kabut Asap Tebal

Pengalaman serupa dialami Eni, pemilik warung makan Lamongan yang menjual nasi dan pecel lele di Jalan Tiung 3, RT 13, tepat di depan lapangan Gubah.

Kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut membuat aktivitas sehari-hari terasa semakin berat. Dalam kondisi udara yang dipenuhi asap, penggunaan masker menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan langsung ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Gangguan akibat asap juga dirasakan masyarakat di sekitar lokasi. Aktivitas pendidikan ikut terdampak, dengan anak-anak sekolah diliburkan sebagaimana disampaikan dalam keterangan mengenai kondisi setempat.

Situasi tersebut tentu berpengaruh terhadap perputaran ekonomi warga. Ketika aktivitas masyarakat berkurang, peluang pedagang mendapatkan pelanggan juga semakin terbatas.

Meski menghadapi kondisi yang tidak mudah, Eni memilih tetap membuka warungnya. Ia berusaha menerima keadaan dengan sabar sembari berharap situasi segera membaik.

“Alhamdulillah, disyukuri meskipun pemasukan berkurang,” ujar Eni.

Pernyataan singkat itu mencerminkan keteguhan pelaku usaha kecil yang berusaha bertahan di tengah keadaan sulit. Di satu sisi, mereka harus menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga. Di sisi lain, mereka tetap membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Bagi pedagang seperti Bowo dan Eni, warung makan bukan sekadar tempat berjualan. Usaha tersebut merupakan sumber penghidupan yang menopang kebutuhan keluarga sekaligus menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Ketika kabut asap mengganggu aktivitas warga, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh mereka yang tinggal di sekitar kawasan kebakaran. Pedagang kecil yang berada jauh dari titik api pun dapat terkena imbasnya melalui penurunan jumlah pelanggan dan terganggunya kegiatan ekonomi.

Ketika Omzet Turun, Pengeluaran Tetap Berjalan

Penurunan omzet menjadi persoalan serius bagi pelaku usaha mikro. Berbeda dengan usaha besar yang mungkin mempunyai cadangan modal lebih kuat, warung makan kecil umumnya mengandalkan pemasukan harian untuk memenuhi kebutuhan operasional dan rumah tangga.

Ketika pelanggan berkurang, pendapatan ikut menurun. Namun, pengeluaran untuk listrik, air, bahan makanan, gas memasak, dan kebutuhan lainnya tetap harus diperhitungkan.

Apabila keadaan berlangsung lama, modal usaha berisiko terkikis karena pemasukan tidak cukup untuk menutup seluruh biaya. Pedagang juga harus mempertimbangkan risiko bahan makanan yang tidak terjual, terutama jika aktivitas warung sudah jauh berkurang.

Dalam kondisi seperti ini, pilihan yang dihadapi pedagang tidak mudah. Tetap buka berarti harus menghadapi risiko kesehatan dan kemungkinan pendapatan yang tidak sebanding dengan biaya operasional. Sebaliknya, menutup warung dapat membuat pemasukan harian terhenti sama sekali.

Karena itu, persoalan kabut asap perlu dilihat bukan hanya sebagai masalah lingkungan dan kesehatan, tetapi juga sebagai persoalan sosial-ekonomi yang memengaruhi kehidupan masyarakat kecil.

Diperlukan perhatian terhadap kelompok yang mata pencahariannya bergantung pada aktivitas harian, termasuk pedagang makanan, pekerja informal, pengemudi, dan pelaku usaha mikro lainnya.

Karhutla Bukan Hanya Persoalan Api, tetapi Juga Ancaman Kesehatan

Kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak luas, terutama ketika asap menyebar ke kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat. Partikel halus dalam asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan memperburuk gangguan kesehatan, khususnya pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung.

Kabut asap juga dapat mengurangi jarak pandang, mengganggu transportasi, membatasi aktivitas luar ruangan, dan memengaruhi kegiatan belajar mengajar. Ketika sekolah harus menghentikan sementara kegiatan tatap muka demi keselamatan peserta didik, orang tua dan masyarakat pun perlu menyesuaikan aktivitas sehari-hari.

Dalam keadaan demikian, masyarakat membutuhkan informasi kualitas udara yang mudah diakses, pelayanan kesehatan yang memadai, serta langkah pencegahan yang jelas dari pihak berwenang.

Pedagang yang terpaksa tetap bekerja di luar ruangan juga perlu mendapat perhatian. Penggunaan masker biasa tidak selalu cukup untuk melindungi seseorang dari partikel halus asap. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengikuti rekomendasi kesehatan setempat, membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, dan mencari tempat yang lebih aman apabila memungkinkan.

Keselamatan warga harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap upaya mempertahankan aktivitas ekonomi selama bencana berlangsung.

Kebakaran Lahan di Melawi Menambah Kekhawatiran

Di tengah persoalan kabut asap yang dirasakan masyarakat Kalimantan, laporan kebakaran hutan dan lahan juga datang dari Dusun Sulub Permai, Desa Ulak Muid, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat

Berdasarkan informasi yang disampaikan, kebakaran pada 13 Oktober 2026 dilaporkan menghanguskan ratusan hektare semak belukar dan perkebunan kelapa sawit milik warga. Api disebut terus meluas hingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan permukiman di sekitarnya.

Menurut kesaksian warga yang disampaikan dalam laporan tersebut, titik awal kebakaran diduga berasal dari lahan kosong di wilayah Desa Maris Permai, Kecamatan Tanah Pinoh. Api kemudian merambat hingga memasuki kawasan Dusun Sulub Permai, Desa Ulak Muid.

Informasi tersebut juga menyebutkan adanya desakan agar perusahaan yang berada di kawasan terkait, termasuk Mukti Group dan PT AKM, bersama satuan tugas penanganan karhutla segera mengambil langkah untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

Sementara itu, kualitas udara di Desa Ulak Muid dilaporkan masuk kategori berbahaya akibat tingginya paparan partikel halus PM2.5. Informasi mengenai kategori kualitas udara dan luas kebakaran tersebut perlu terus diperbarui melalui keterangan resmi instansi terkait agar masyarakat memperoleh gambaran kondisi yang akurat.

Dugaan mengenai asal api maupun tanggung jawab pihak tertentu juga perlu ditelusuri melalui penyelidikan yang transparan. Penetapan pihak yang bertanggung jawab harus didasarkan pada bukti dan hasil pemeriksaan, bukan semata-mata dugaan di lapangan.

Peristiwa di Melawi menunjukkan pentingnya respons cepat ketika api mulai meluas, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut, semak belukar kering, dan kawasan perkebunan yang berdekatan dengan permukiman.

Penanganan Karhutla Harus Menyentuh Akar Masalah

Penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api ketika kebakaran sudah meluas. Pencegahan harus dilakukan secara konsisten melalui pengawasan kawasan rawan, pengelolaan lahan yang bertanggung jawab, pemantauan titik panas, serta kesiapan personel dan peralatan pemadam.

Lahan gambut membutuhkan perhatian khusus karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah dan kembali menimbulkan asap meskipun kobaran di permukaan telah mereda. Kondisi cuaca kering dan fenomena El Niño, ketika terjadi, juga dapat meningkatkan risiko kebakaran dan menyulitkan pemadaman.

Pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat perlu memperkuat koordinasi untuk mencegah kebakaran baru. Jika ditemukan unsur kesengajaan atau kelalaian yang melanggar hukum, penanganannya harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengawasan terhadap lahan yang berulang kali terbakar juga penting dilakukan secara objektif. Pemeriksaan harus memperhatikan bukti di lapangan, riwayat kejadian, kondisi pengelolaan lahan, serta hasil penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain penegakan hukum, pemulihan lingkungan dan perlindungan warga terdampak tidak boleh diabaikan. Upaya pencegahan jangka panjang perlu mencakup pemulihan lahan yang rusak, pengelolaan tata air gambut, edukasi masyarakat, dan penguatan sistem peringatan dini.

Pernyataan atau imbauan kepada masyarakat juga harus disampaikan secara sensitif. Warga yang telah berhari-hari atau berminggu-minggu menghadapi asap membutuhkan informasi yang jelas, bantuan nyata, dan kepastian langkah penanganan, bukan sekadar imbauan tanpa tindak lanjut.

Pedagang Kecil Membutuhkan Perlindungan Nyata

Bagi Bowo dan Eni, persoalan karhutla terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mereka mungkin tidak berada tepat di lokasi awal kebakaran, tetapi harus menghadapi konsekuensi ketika asap mengganggu aktivitas masyarakat dan pelanggan tidak lagi ramai.

Kisah keduanya menjadi pengingat bahwa bencana lingkungan memiliki dampak berlapis. Selain kerusakan hutan, ancaman kesehatan, dan gangguan pendidikan, ada pula pendapatan keluarga yang berkurang serta biaya hidup yang terus berjalan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan bantuan kesehatan dan informasi kualitas udara tersedia bagi masyarakat terdampak. Apabila gangguan usaha berlangsung berkepanjangan, pendataan pelaku usaha mikro yang benar-benar terdampak dapat menjadi dasar untuk menilai kebutuhan dukungan ekonomi sesuai program dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Dukungan tersebut perlu dirancang secara tepat sasaran, transparan, dan tidak menyulitkan masyarakat yang sedang menghadapi keadaan darurat. Pada saat yang sama, langkah pencegahan dan penegakan hukum harus berjalan agar masyarakat tidak terus menanggung kerugian akibat kebakaran yang berulang.

Bagi para perantau asal Lamongan yang mencari nafkah di Kalimantan, bertahan dalam situasi sulit bukanlah perkara sederhana. Mereka harus menjaga kesehatan, mempertahankan usaha, dan tetap memenuhi kebutuhan keluarga di tengah ketidakpastian.

Jangan Biarkan Dapur Rakyat Padam

Kisah Bowo dan Eni bukan sekadar cerita tentang warung makan yang kehilangan pelanggan. Di balik penurunan omzet, ada perjuangan keluarga kecil untuk mempertahankan penghasilan dan menjaga keberlangsungan usaha.

Ungkapan Eni, “Alhamdulillah, disyukuri meskipun pemasukan berkurang,” menunjukkan sikap tabah di tengah tekanan ekonomi. Namun, ketabahan masyarakat tidak seharusnya menjadi alasan bagi pihak mana pun untuk mengabaikan kebutuhan mereka akan perlindungan dan penanganan bencana yang memadai.

Karhutla harus ditangani sebagai persoalan bersama yang menyangkut keselamatan manusia, kelestarian lingkungan, dan keberlangsungan ekonomi masyarakat. Pemadaman api, pencegahan kebakaran berulang, pengawasan lahan, penegakan hukum, pelayanan kesehatan, serta perhatian kepada pelaku usaha kecil perlu berjalan beriringan.

Masyarakat tidak cukup hanya diminta bersabar ketika udara dipenuhi asap dan pendapatan semakin menipis. Mereka membutuhkan tindakan nyata agar dapat kembali beraktivitas dengan aman.

Sebab, ketika hutan terbakar dan asap menutup langit, yang ikut terancam bukan hanya pepohonan dan satwa liar. Ada pula kehidupan warga, pendidikan anak-anak, serta usaha kecil yang setiap hari berjuang agar dapur tetap ngebul.

Harapannya, penanganan karhutla dilakukan secara cepat, transparan, dan berkelanjutan sehingga masyarakat dapat kembali menghirup udara yang lebih bersih, menjalankan aktivitas secara aman, dan mencari nafkah tanpa terus dibayangi bencana yang sama.

    Tags: AsapKalimantanKarhutlaLamonganMenurunomzetWarung Makan
    Share340Tweet213Share60Pin77SendShare
    Kirim Berita Media Wanita
    Previous Post

    Tak Sekadar Pameran Kendaraan, Tangsel Otozone Dorong Digitalisasi dan Kesadaran Pajak

    Next Post

    GEMA Hadirkan Pembelajaran Matematika Menyenangkan melalui Permainan Tradisional di Desa Jenalas

    Sami'an Harus Sukses

    Sami'an Harus Sukses

    Related Posts

    FB IMG 1789567536017

    Kesenjangan Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta dan Wantimpres Dipertanyakan

    5 October 2026
    WhatsApp Image 2026 09 30 at 19.47.19

    Gerakan Rakyat dan Aliansi Nasional Aktivis Demokrasi (Siapkan Aksi Jilid I, Soroti Terindikasi Persoalan Lingkungan di TPST Abu & Co

    1 October 2026
    FB IMG 1790586087848

    Tumpukan Sampah Di Bantaran Sungai Bawah Jembatan Pasar Sugio Menggunung, Warga Keluhkan Bau Dan Rawan Kebakaran

    28 September 2026
    Bagi mahasiswa MHU UIN SGD Bandung, Bulan September adalah ruang refleksi sejarah guna merawat ingatan kolektif bangsa, menegakkan keadilan, dan menumbuhkan kepekaan sosial sebagai bekal calon pelayan masyarakat di masa depan.

    Mahasiswa MHU UIN SGD Bandung Rawat Ingatan Bangsa Lewat Diskusi September Hitam

    27 September 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2026 10 16 at 16.54.35

    GEMA Hadirkan Pembelajaran Matematika Menyenangkan melalui Permainan Tradisional di Desa Jenalas

    WhatsApp Image 2026 10 16 at 15.50.54 300kb

    Berbagi Penuh Kepedulian Jumat Berkah, Lapas Mojokerto Bagikan Kolak Kacang Hijau kepada Warga Binaan

    WhatsApp Image 2026 10 16 at 15.36.52

    "Partisipasi Mahasiswa Magang UPGRIS dalam Musrenbang Kota Semarang Tahun 2026"

    df5

    Santri Darul Falah Bawa Hadroh, Orchestra hingga Reog ke TVRI, Pesantren Tak Harus Kaku

    Messenger creation 8531382D EA61 4CA2 A468 E3534C923598

    Lapas Bandanaira Terima Kunjungan Kakanwil Kemenkum Maluku

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 10 15 at 8.06.18 PM

    PMR DKD Unit 28 dan KPGR-LG MAN 1 Yogyakarta Gelar Latihan Gabungan

    17 October 2026
    Messenger creation 8531382D EA61 4CA2 A468 E3534C923598

    Lapas Bandanaira Terima Kunjungan Kakanwil Kemenkum Maluku

    17 October 2026
    df5

    Santri Darul Falah Bawa Hadroh, Orchestra hingga Reog ke TVRI, Pesantren Tak Harus Kaku

    17 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 16 at 15.36.52

    “Partisipasi Mahasiswa Magang UPGRIS dalam Musrenbang Kota Semarang Tahun 2026”

    17 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 16 at 15.50.54 300kb

    Berbagi Penuh Kepedulian Jumat Berkah, Lapas Mojokerto Bagikan Kolak Kacang Hijau kepada Warga Binaan

    17 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 16 at 16.54.35

    GEMA Hadirkan Pembelajaran Matematika Menyenangkan melalui Permainan Tradisional di Desa Jenalas

    17 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan MC DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita