Bandung (MAN 1 Yogya) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid MAN 1 Yogyakarta di tingkat nasional. Nazwa Kamilah Zain, murid kelas XII B, berhasil meraih Juara 2 dalam Padjadjaran English Competition (PEC) ke-11, ajang kompetisi Bahasa Inggris yang diselenggarakan Gelanggang Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Padjadjaran (Unpad).
Kompetisi yang berlangsung pada Mei hingga Oktober 2026 itu mempertemukan murid SMA, SMK, dan MA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia. Babak final digelar pada Minggu, 11 Oktober 2026, di Kampus Unpad Dipatiukur, Bandung, setelah para peserta melewati tahapan penyisihan dan semifinal yang ketat.
Perjalanan Naza menuju podium juara bukan tanpa tantangan. Setelah melewati babak penyisihan yang berlangsung selama Mei hingga September 2026, ia terpilih menjadi satu dari sekitar 117 peserta yang melaju ke semifinal pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Persaingan kemudian mengerucut menjadi 12 finalis yang berhak tampil pada babak puncak sehari berikutnya.
Dalam kompetisi tersebut, Naza membawakan pidato bertajuk “The Price of Fitting In”, yang mengangkat persoalan tentang harga yang harus dibayar seseorang demi menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Melalui topik itu, ia membawa audiens pada refleksi tentang tekanan untuk diterima dan pentingnya mempertahankan jati diri.
Naza mengaku perjalanan menuju final berlangsung melelahkan sekaligus menyenangkan. Pada tahap penyisihan, ia merekam video pidato secara mandiri di kamarnya dan mengunggahnya menjelang tenggat waktu karena padatnya aktivitas. Rentang waktu penyisihan yang cukup panjang memberinya kesempatan untuk merevisi naskah agar penampilannya semakin matang.
Tantangan terbesar justru datang setelah pengumuman finalis. Meski tidak diwajibkan mengganti naskah, Naza memutuskan menyiapkan pidato baru untuk babak final. Ia ingin menghadirkan gagasan berbeda yang belum disampaikan pada babak sebelumnya.
“Persaingannya ketat banget karena kemampuan kontestan lain benar-benar luar biasa. Jujur, sempat tidak yakin akan lolos ke final. Alhamdulillah, ternyata terpilih menjadi salah satu dari 12 finalis,” ungkap Naza.
Keputusan membuat naskah baru membuatnya harus berpacu dengan waktu. Ia menyusun sekaligus menghafalkan pidato dalam waktu kurang dari 12 jam sebelum tampil di babak final. Meski persiapannya terbilang singkat, ia mampu melewati tantangan tersebut tanpa kendala berarti.
Penampilan Naza dinilai berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari relevansi dengan tema, pengembangan isi dan argumentasi, pemikiran kritis, organisasi gagasan, artikulasi dan pelafalan, pengolahan vokal, ekspresi, daya persuasi, penguasaan panggung, hingga performa secara keseluruhan.
Umpan balik juri setelah semifinal menjadi salah satu pengalaman berharga bagi Nazwa. Ia mendapat apresiasi atas penguasaan panggung, ketenangan menghadapi distraksi, artikulasi dan pengaturan tempo bicara yang jelas, serta kemampuannya berinteraksi dengan audiens.
Salah satu juri bahkan menyampaikan apresiasi secara langsung. “This is really speech what you have done. I love the way you speak. It’s calm and doing interaction. I suggest you to have a podcast about tips how to do speech,” demikian komentar juri yang menyarankan Naza membuat podcast berisi kiat-kiat berpidato.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian Naza yang mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah hingga meraih posisi kedua tingkat nasional.
“Kami tentu bangga atas prestasi yang diraih ananda Nazwa. Ini menunjukkan bahwa murid MAN 1 Yogyakarta mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi ananda untuk terus berkembang dan menginspirasi murid lainnya agar berani mencoba, terus berlatih, dan tidak ragu menunjukkan kemampuan yang dimiliki,” ujar Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd.
Bagi Nazwa, pengalaman mengikuti PEC ke-11 tidak sekadar tentang meraih gelar juara.
Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Inggris bukan hanya tentang penguasaan kosakata dan tata bahasa, melainkan juga tentang menyampaikan gagasan secara terstruktur, meyakinkan, dan bermakna di hadapan audiens. (dee)






















