JAKARTA — Di era transformasi digital yang bergerak begitu cepat, kebutuhan akan efisiensi dan keakuratan pengelolaan informasi menjadi tantangan tersendiri bagi dunia usaha. Berangkat dari latar belakang teknologi dan pengalaman matang di lingkungan BUMN, Sandy Julyansyah hadir membawa visi besar melalui pengembangannya terhadap Project MEGA AI—sebuah platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang siap meredefinisikan cara korporasi mengelola dokumentasi dan komunikasi lintas negara.
Dari Lingkungan BUMN hingga Event Berskala Internasional
Lahir di Bandung pada 16 Juli 1998, Sandy merupakan lulusan Diploma III Sistem Informasi dari Politeknik Bisnis Kaltara. Rekam jejak profesionalnya teruji lewat berbagai peran strategis di sejumlah perusahaan BUMN. Salah satu pencapaian penting dalam perjalanannya adalah keterlibatannya dalam penyelenggaraan acara internasional bergengsi, 25th DCVMN Annual General Meeting di Bali.
Dalam ajang tersebut, Sandy dipercaya menangani koordinasi penjemputan, penerimaan, hingga penyambutan tamu-tamu internasional dari lembaga dunia ternama seperti Gates Foundation, Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN), PATH, serta berbagai mitra global lainnya.
Pengalaman berhadapan langsung dengan pemangku kepentingan tingkat dunia ini membentuk pemahaman mendalam Sandy akan pentingnya komunikasi profesional, koordinasi lintas organisasi, serta pengelolaan dokumentasi yang cepat dan presisi.
Project MEGA AI: Solusi Dokumentasi Cerdas Berbasis AI
Berbekal kepakarannya di bidang Sistem Informasi serta ketertarikan yang kuat pada inovasi digital, Sandy melihat adanya kebutuhan mendesak akan alur kerja dokumentasi yang lebih cerdas di tingkat korporasi. Hal inilah yang melatarbelakangi terciptanya Project MEGA AI.
Project MEGA AI dirancang khusus sebagai platform kecerdasan buatan yang memfokuskan diri pada proses transkripsi otomatis untuk video, rekaman suara, rapat bisnis, hingga diskusi profesional dalam berbagai bahasa di dunia.
“Project MEGA AI lahir dengan visi sederhana namun berdampak besar: mengubah percakapan verbal menjadi transkrip yang akurat, notulen rapat (minutes of meeting), ringkasan eksekutif, serta dokumen bisnis resmi secara otomatis dan efisien,” ujar Sandy.
Menembus Batas Bahasa dan Mendorong Produktivitas Bisnis
Ke depannya, platform ini ditargetkan untuk membantu berbagai entitas bisnis dalam meningkatkan produktivitas, menyederhanakan birokrasi pengerjaan notulen, serta mempermudah arus komunikasi lintas batas negara tanpa terkendala hambatan bahasa.
Melalui sinergi antara pemahaman dinamika korporasi dan ketajaman visi teknologi, Sandy Julyansyah bertekad menghadirkan inovasi AI yang tidak hanya relevan bagi kebutuhan bisnis modern, tetapi juga mampu menjadi jembatan penghubung komunikasi korporasi global menuju era baru yang lebih terintegrasi.



















