SURAKARTA — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang menjalani Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga ikut dalam berbagai kegiatan sekolah di SMK Muhammadiyah 3 Surakarta. Lewat PLP ini, mahasiswa mendapat kesempatan menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah sekaligus mengenal langsung dinamika kehidupan sekolah.
Salah satu kegiatan yang rutin diikuti mahasiswa PLP adalah Among Siswa, yang digelar setiap pagi. Dalam kegiatan ini, mahasiswa ikut menyambut siswa dengan bersalaman dan berinteraksi langsung hingga pukul 07.15 WIB. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara mahasiswa membangun kedekatan dengan siswa sekaligus mendukung pembiasaan yang berlaku di sekolah.
Selain Among Siswa, mahasiswa PLP juga berperan aktif dalam proses belajar-mengajar. Mereka diberi kesempatan mengajar dan menerapkan berbagai metode serta media pembelajaran sesuai materi yang diajarkan. Salah satu mahasiswa bahkan memanfaatkan GeoGebra sebagai media interaktif dalam pembelajaran matematika.
Mahasiswa PLP dari program studi pendidikan matematika, Shofi Mariana Ulfa, mengatakan penggunaan GeoGebra membantu siswa memahami bagaimana fungsi eksponen bertumbuh, menurun, dan membentuk grafiknya. Penggunaan media pembelajaran seperti ini menjadi salah satu upaya mahasiswa menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Lewat GeoGebra, konsep matematika bisa disajikan secara visual sehingga siswa tak hanya mendengar penjelasan, tapi juga bisa melihat langsung representasi materi yang dipelajari.
“Menurut saya, penggunaan GeoGebra pada materi fungsi eksponensial sangat membantu siswa dalam memahami grafik. Siswa bisa langsung melihat bagaimana bentuk grafik berubah ketika nilai pada fungsi diubah. Jadi, mereka tidak hanya belajar dari rumus atau tabel, tetapi juga bisa melihat dan mencoba sendiri perubahan grafiknya. Dengan begitu, siswa jadi lebih mudah memahami bagaimana fungsi eksponensial itu bertumbuh, menurun, dan bagaimana bentuk grafiknya,” ujar Shofi, Rabu (29/7/2026).
Keterlibatan mahasiswa juga tampak di luar jam pelajaran. Mereka turut hadir dan mengamati pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Pada latihan Tapak Suci, beberapa mahasiswa laki-laki bahkan ikut berlatih fisik bersama siswa dari barisan belakang. Koordinator Ekstrakurikuler SMK Muhammadiyah 3 Surakarta, Agustianto, menjelaskan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler di sekolah tersebut dibagi berdasarkan minggu ganjil dan genap.
Selain ekstrakurikuler wajib, sekolah juga mengembangkan sejumlah pilihan kegiatan baru seperti robotik, multimedia atau konten kreator, bahasa Jepang, dan kesenian. Pengembangan ini bertujuan memberi lebih banyak pilihan kegiatan bagi siswa sesuai minat dan potensi masing-masing. Agustianto menambahkan, pengembangan ekstrakurikuler diarahkan agar kegiatan siswa bisa menghasilkan karya maupun prestasi.
“Harapan ke depannya, yang pertama jadi produk seperti multimedia jadi konten, kesenian jadi sesuatu yang bisa dijual untuk karya SMK, Bahasa Jepang kita bisa memberangkatkan semua pesertanya ke Jepang, tahfidz jadi tambah hafalannya, terus futsal bisa ikut turnamen, HW bisa aktif di HW daerah,” ujar Agustianto, Senin (3/8/2026).
Bagi mahasiswa PLP, keterlibatan dalam berbagai kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami bahwa kehidupan sekolah tidak melulu berlangsung di dalam kelas. Mulai dari Among Siswa, proses belajar-mengajar, hingga kegiatan ekstrakurikuler, mahasiswa mendapat ruang untuk berinteraksi langsung dengan siswa dan mengenal berbagai sisi kehidupan sekolah.
PLP di SMK Muhammadiyah 3 Surakarta pun menjadi wadah bagi mahasiswa UMS untuk tidak sekadar praktik mengajar, tetapi juga ikut serta dalam kegiatan sekolah dan menerapkan kompetensi yang telah diperoleh selama masa perkuliahan.
























