Watuagung, Tuntang (11/08/2026) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 Posko 41 UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan pembuatan gantungan kunci dari botol bekas bersama siswa SDN Watuagung 1, Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (11/08/2026) tersebut menjadi bagian dari program kerja Divisi Ekonomi Kreatif sekaligus upaya mengenalkan pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna dan kreativitas.
Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai pemanfaatan botol bekas yang sering dianggap sebagai sampah. Mahasiswa KKN memberikan penjelasan kepada siswa mengenai pentingnya mengurangi sampah dan memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan. Botol bekas yang sebelumnya tidak terpakai kemudian diolah menjadi bahan dasar untuk membuat gantungan kunci.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mendampingi siswa secara langsung mulai dari menyiapkan bahan, memotong dan membentuk bagian botol, hingga menghias gantungan kunci sesuai dengan kreativitas masing-masing. Siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka diberikan kebebasan untuk memilih bentuk dan hiasan sehingga setiap gantungan kunci yang dihasilkan memiliki tampilan yang berbeda.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada hasil kerajinan, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar mengenai kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan sederhana ini, siswa diajak memahami bahwa barang bekas tidak selalu harus dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang menarik dan memiliki nilai guna.
Kepala SDN Watuagung 1 menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN MIT-22 Posko 41. Menurutnya, kegiatan kreatif seperti ini dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari mahasiswa KKN karena anak-anak bisa belajar sambil bermain dan berkarya. Mereka juga jadi tahu bahwa barang bekas seperti botol bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang menarik,” ujar Kepala SDN Watuagung 1.
Sementara itu, Nida Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT-22 Posko 41 menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk mengenalkan kreativitas kepada anak-anak melalui cara yang sederhana dan menyenangkan.
“Kami ingin mengajak anak-anak melihat barang bekas dari sudut pandang yang berbeda. Selain belajar membuat kerajinan, mereka juga belajar bahwa sesuatu yang sederhana bisa diolah menjadi barang yang lebih bermanfaat jika dikreasikan dengan ide dan kreativitas,” ungkap Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka saling menunjukkan hasil karya dan berusaha memberikan sentuhan kreatif sesuai dengan ide masing-masing. Pendampingan dari mahasiswa juga membuat proses pembuatan gantungan kunci berjalan lebih terarah, terutama ketika siswa membutuhkan bantuan dalam menggunakan alat dan menyelesaikan bagian-bagian tertentu.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif. Interaksi secara langsung dengan siswa memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar bagaimana menyampaikan materi dan praktik secara sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Melalui kegiatan pembuatan gantungan kunci dari botol bekas ini, KKN MIT-22 Posko 41 UIN Walisongo Semarang berharap siswa SDN Watuagung 1 dapat semakin kreatif dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk dengan mengubah barang bekas menjadi karya yang menarik dan bernilai guna.























