Ternate – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate menerima kunjungan kerja dari Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara melalui Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah dan Komponen Masyarakat. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Bimbingan Teknis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus sebagai bentuk akselerasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Provinsi Maluku Utara, Kamis (03/09).
Kegiatan yang berfokus pada Peningkatan Kemampuan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (LRIP) dan Monev Mitra BNNP Maluku Utara ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepada para petugas rehabilitasi serta menyusun perencanaan program rehabilitasi untuk tahun 2026 di Lapas Ternate.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kalapas Ternate, Faozul Ansori. Dalam arahannya, kalapas menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan program rehabilitasi di dalam lapas.
“Kolaborasi melalui Perjanjian Kerja Sama ini adalah komitmen nyata kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Walaupun sarana dan prasarana kita memiliki keterbatasan, hal itu tidak menjadi penghalang untuk terus mengoptimalkan program rehabilitasi yang berkelanjutan bagi warga binaan,” ungkap Faozul Ansori.

Kasi Binadik Lapas Ternate, Yuslizar, menjelaskan langkah teknis yang disepakati dari hasil koordinasi dan evaluasi bersama BNNP Maluku Utara tersebut.
“Melalui koordinasi ini, alur kerja menjadi jauh lebih terstruktur. Hasil skrining yang dilakukan oleh tim teknis kami di Lapas akan menjadi bahan evaluasi utama BNNP Malut untuk menerjunkan tim asesor, sehingga perencanaan program rehabilitasi untuk tahun 2026 dapat tereksekusi dengan baik,” ujar Yuslizar.
Seluruh rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis, Koordinasi, serta Monitoring dan Evaluasi tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Sinergi ini diharapkan dapat terus memperkuat komitmen kedua lembaga dalam mewujudkan pemulihan warga binaan secara berkelanjutan di Maluku Utara.

























