Mahasiswa KKN-MIT ke-22 Posko 187 UIN Walisongo Semarang melalui Divisi Pendidikan dan Keagamaan menggelar Pekan Talenta Anak Desa Kartikajaya pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat, yaitu SDN 2 Bleder pada pagi hari dan TPQ Al-Fatah pada sore hari.
Pekan Talenta Anak merupakan kegiatan yang ditujukan ukntuk memberikan ruang bagi anak-anak Desa Kartikajaya dalam mengembangkan sekaligus menunjukkan kemampuan yang mereka miliki. Kegiatan tersebut melibatkan siswa-siswi SDN 02 Bleder dan santri TPQ Al-Fatah dengan berbagai jenis perlombaan yang disesuaikan dengan usia serta kemampuan peserta
Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB di SDN 2 Bleder. Perlombaan di sekolah ini dibagi menjadi dua kategori. Siswa kelas 1 hingga kelas 3 mengikuti lomba mewarnai, sedangkan siswa kelas 4, 5 dan 6 melalui perwakilan kelasnya mengikuti lomba cerdas cermat (LCC).
Dalam lomba mewarnai, siswa diberikan kesempatan untuk menuangkan kereativitasnya melalui gambar yang telah disiapkan. Sementara itu, peserta LCC mengikuti perlombaan dengan semangat dan penuh antusias dalam menjawab pertanyaan.
Setelah kegiatan di SDN 2 Bleder selesai, rangkaian Pekan Talenta Anak dilanjutkan pada sore hari di TPQ Al-Fatah. Kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 16.30. Pada sesi ini, terdapat tiga perlombaan, yaitu lomba adzan, lomba mewarnai dan lomba hafalan surah-surah pendek.
Berbeda dengan kegiatan pada pagi hari, perlombaan di TPQ lebih banyak memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan di bidang keagamaan. Dalam lomba azan, peserta diminta untuk mengumandangkan azan secara bergantian di hadapan peserta lainnya. Sementara dalam lomba hafalan surah pendek, peserta menunjukkan hafalan surah yang telah mereka pelajari.
Lomba mewarnai juga kembali dilaksanakan untuk memberikan pilihan kegiatan yang bersifat kreatif bagi para siswa. Dengan adanya beberapa jenis perlombaan tersebut, anak-anak dapat mengikuti kegiatan sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.
Menurut Intan, salah satu anggota Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN-MIT ke-22 Posko 187 UIN Walisongo Semarang, kegiatan ini dibuat untuk memberikan ruang kepada anak-anak agar dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki.
“Kami ingin memberikan wadah kepada anak-anak untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka. Bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana mereka bisa berani tampil, percaya diri, dan mendapatkan pengalaman baru,” ujar Intan.
Bu Santi (Kepala TPQ Al-Fattah), menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Pekan Telanta Anak dapat menjadi sarana untuk membantu anak-anak mengembangkan prestasi sesuai dengan bidang yang mereka miliki.
“Tentang kegiatan lomba Pekan Talenta di TPQ sangat bagus sekali karena bisa membantu anak-anak dalam berprestasi di bidangnya masing-masing”, ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perlombaan semata, tetapi dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi selanjutnya, khususnya Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) tingkat kecamatan.
“Harapannya, dengan adanya kegiatan lomba ini anak-anak akan lebih mempersiapkan diri lagi untuk mengikuti lomba FASI tingkat kecamatan,” tambahnya.
Rangkaian Pekan Talenta Anak Desa Kartikajaya yang berlangsung di SDN 02 Bleder dan TPQ Al-Fattah berjalan dengan lancar. Berbagai perlombaan yang digelar memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka, mulai dari kreativitas, pengetahuan, hingga kemampuan keagamaan. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini sekaligus menjadi pengalaman untuk terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan anak di Desa Kartikajaya






















