Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto melaksanakan pengecekan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bersama Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mojokerto. Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan sarana penanggulangan kebakaran di lingkungan Lapas dalam kondisi baik dan siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat, Rabu (2/9/2026).
Sukamto dari Tim Damkar Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa pengecekan APAR secara berkala penting dilakukan untuk memastikan peralatan pemadam selalu siap digunakan. “APAR harus dipastikan dalam kondisi baik dan mudah digunakan. Selain itu, pemahaman terhadap cara penggunaan dan keselamatan saat bekerja juga menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Selain pemeriksaan APAR, Tim Damkar Kabupaten Mojokerto juga memberikan edukasi keselamatan kepada tamping dapur Lapas.”Edukasi tersebut menitikberatkan pada keselamatan dalam kegiatan memasak, mengingat area dapur memiliki potensi risiko kebakaran sehingga diperlukan kewaspadaan dan pemahaman mengenai langkah penanganan awal apabila terjadi keadaan darurat,”tambahnya.
Tim melakukan pemeriksaan terhadap APAR yang ditempatkan di sejumlah titik strategis, meliputi kondisi fisik, keamanan, serta kelayakan alat agar dapat berfungsi secara optimal saat dibutuhkan
Berdasarkan hasil pengecekan, sebanyak 73 unit atau tabung APAR yang tersedia di lingkungan Lapas Mojokerto berada dalam kondisi baik, aman, dan siap digunakan. Jumlah tersebut terdiri atas 15 tabung APAR berkapasitas 9 kilogram, 3 tabung APAR 4,5 kilogram, 24 unit APAR Fire Block 4 liter, serta 31 unit APAR Fire Block 1 liter. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Kepala urusan umum Lapas Kelas IIB Mojokerto, Sumantri, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan pengecekan dan edukasi keselamatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan di lingkungan Lapas. “Kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Kami terus memastikan sarana pendukung dalam kondisi siap serta meningkatkan pemahaman petugas dan warga binaan agar mampu mengantisipasi dan merespons keadaan darurat dengan tepat,” pungkasnya.






















