KENDAL — Keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh bahan makanan yang digunakan, tetapi juga oleh bagaimana pangan diolah, disimpan, dan disajikan. Kesadaran tersebut didorong mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melalui program Edukasi Penerapan Higiene dan Sanitasi Pangan untuk Mendukung Keamanan Pangan pada UMKM Pangan Desa Kangkung yang dilaksanakan pada Jumat (31/7) di Angkringan Teras dan Warung Makan Lek Salim, Desa Kangkung, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelaku UMKM pangan mengenai pentingnya penerapan higiene dan sanitasi dalam aktivitas usaha sehari-hari. Edukasi diberikan secara langsung melalui penyerahan poster informatif yang membahas praktik kebersihan dalam pengolahan, penyimpanan, dan penyajian pangan.
Pelaku UMKM menjadi sasaran penting dalam edukasi ini karena proses pengolahan hingga penyajian pangan berhubungan langsung dengan keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan diri dan peralatan, memperhatikan proses pengolahan, menyimpan pangan dengan tepat, serta menjaga kebersihan saat penyajian menjadi bagian penting dalam mendukung pangan yang aman bagi konsumen.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN tidak hanya menyerahkan poster, tetapi juga menjelaskan secara langsung poin-poin yang terdapat di dalamnya kepada pelaku UMKM. Penyampaian dilakukan secara sederhana dan komunikatif agar informasi dapat dipahami serta diterapkan sesuai dengan kegiatan usaha masing-masing.
Nazid, Ketua Karang Taruna sekaligus Pemilik Usaha UMKM Angkringan Teras, menilai edukasi mengenai higiene dan sanitasi pangan dapat menjadi pengingat bagi pelaku usaha untuk lebih memperhatikan kebersihan dalam menjalankan usahanya.
“Kebersihan dalam usaha makanan itu sangat penting. Poster ini bisa menjadi pengingat bagi kami untuk lebih memperhatikan kebersihan, mulai dari proses pengolahan sampai makanan disajikan kepada pelanggan,” ujar Nazid.
Sementara itu, Mbak Mus, Pemilik Usaha UMKM Warung Makan Lek Salim, menyampaikan bahwa kebersihan perlu diperhatikan dalam setiap tahapan sebelum makanan sampai kepada konsumen.
“Menjaga kebersihan bukan hanya membuat tempat usaha terlihat bersih, tetapi juga bagaimana makanan diolah, disimpan, dan disajikan dengan baik. Edukasi seperti ini membantu kami untuk lebih memperhatikan hal-hal tersebut dalam kegiatan sehari-hari,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui penyerahan media edukasi dan penyampaian informasi secara langsung kepada pelaku UMKM. Poster yang diberikan selanjutnya dapat digunakan sebagai media informasi sekaligus pengingat dalam menerapkan higiene dan sanitasi pangan pada kegiatan usaha sehari-hari.
Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya meningkatkan kesadaran terhadap keamanan pangan, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui dorongan penerapan proses pengolahan pangan yang lebih higienis dan bertanggung jawab. Edukasi kepada pelaku UMKM juga sejalan dengan semangat SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama dalam mendukung praktik usaha pangan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip mendorong agar edukasi mengenai keamanan pangan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat diterapkan secara konsisten oleh pelaku UMKM. Penerapan higiene dan sanitasi yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu menjaga kualitas pangan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen di Desa Kangkung, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal.
Penulis: Najma Falachatina
Fotografer: Divisi PDD KKN UNDIP Desa Kangkung
Kontak Media: KKN UNDIP Desa Kangkung 2026
























