Sleman (MAN 1 Yogya) — Saudara kembar Chafiekah Fatya Shofiana, murid kelas X E, dan Chafiekah Cyntya Shofiana, murid kelas X B MAN 1 Yogyakarta, meraih juara pertama dan kedua dalam Poster Competition pada ajang The 11th Sharia Finance Expo (SFE). Prestasi tersebut diumumkan pada Selasa (13/10/2026) dalam kompetisi tingkat nasional kategori pelajar SMA/SMK/MA atau sederajat yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (HMPS MKS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Keduanya bersaing dengan peserta dari berbagai daerah, di antaranya Palembang, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bekasi.
Fatya meraih juara pertama dengan karya yang menonjolkan kekuatan ilustrasi dan estetika visual, sedangkan Cyntya menempati posisi juara kedua melalui karya yang mengutamakan kedalaman materi dan penyajian informasi. Perbedaan pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pesan mengenai keuangan syariah dapat disampaikan melalui kekuatan visual maupun struktur informasi yang jelas.
Keduanya mengaku bersyukur sekaligus tidak menyangka dapat meraih dua posisi teratas dalam satu kompetisi nasional. Persaingan dengan pelajar dari berbagai daerah menjadi pengalaman sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kreativitas.
“Pastinya kami berdua merasa sangat bersyukur, senang, sekaligus tidak menyangka bisa juara satu dan juara dua sekaligus. Bersaing di tingkat nasional dengan pelajar dari berbagai daerah merupakan tantangan besar, sehingga penghargaan ini menjadi motivasi luar biasa bagi kami untuk terus berkarya,” ungkap keduanya.

Kompetisi tersebut mengusung tema “Sharia FinTech for Society 5.0: Connecting Faith, Innovation, and Inclusivity”, dengan subtema khusus poster “Innovation with Integrity: Building a Better Financial Future”. Peserta ditantang menyampaikan gagasan tentang inovasi teknologi keuangan berbasis syariah yang selaras dengan nilai integritas dan mampu mendukung masa depan keuangan yang lebih inklusif.
Dalam karya mereka, Fatya dan Cyntya ingin menunjukkan bahwa Sharia FinTech bukan sekadar perkembangan teknologi, melainkan juga dapat menjadi sarana membangun sistem keuangan yang lebih adil dan mudah diakses. Keduanya berupaya mengedukasi generasi muda bahwa inovasi teknologi dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan.
Proses pembuatan poster diawali dengan riset mengenai konsep Sharia FinTech dan Society 5.0. Setelah menentukan inti pesan, keduanya mengembangkan desain melalui pemilihan skema warna, tata letak, ilustrasi, serta penyusunan materi agar informasi tetap padat dan mudah dipahami.
Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah membagi waktu antara tugas sekolah dan pengerjaan karya. Selain itu, materi ekonomi syariah yang cukup kompleks harus diolah menjadi bahasa visual yang ringkas tanpa menghilangkan substansi informasi.
Fatya mengungkapkan bahwa kekuatan karyanya terletak pada ilustrasi dan estetika desain yang menggambarkan inovasi teknologi masa depan. Sementara itu, Cyntya lebih menitikberatkan pada kedalaman materi dan struktur informasi.
“Saya memastikan setiap poin edukasi mengenai fintech syariah tersusun dengan padat, jelas, mudah dipahami, dan langsung menjawab subtema lomba,” jelas Cyntya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian kedua murid tersebut.
“Selamat untuk Fatya dan Cyntya. Keduanya menunjukkan bahwa murid madrasah bisa berkompetisi di tingkat nasional dengan menggabungkan kreativitas dan pemahaman materi. Apalagi, tema yang diangkat bukan hal sederhana karena mereka harus memahami keuangan syariah lalu menyampaikannya melalui poster yang mudah dipahami,” tutur Edi.
Keberhasilan si kembar ini menegaskan bahwa kompetisi dapat menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas, literasi keuangan, dan kemampuan komunikasi visual. Prestasi Fatya dan Cyntya sekaligus membawa nama MAN 1 Yogyakarta dalam ajang nasional yang mempertemukan gagasan generasi muda tentang inovasi keuangan syariah. (dee)






















