JAWA TIMUR — Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam mendorong peningkatan mutu akademik serta ketaatan penjaminan mutu di lingkungan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pengurus Wilayah PPIAUD Jawa Timur melalui Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi secara resmi menuntaskan program pemetaan dan pendataan akreditasi prodi se-Jawa Timur sepanjang bulan Juli 2026.
Langkah strategis ini dirancang untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai profil akreditasi serta tingkat kesiapan masing-masing perguruan tinggi penyelenggara prodi PIAUD. Proses pemetaan dilakukan secara terintegrasi dan efisien secara digital menggunakan instrumen Google Form yang dapat diakses oleh para pimpinan serta pengelola prodi melalui tautan https://bit.ly/PendataanAkreditasi_JawaBali.
Melalui formulir pendataan tersebut, pengurus wilayah menghimpun berbagai indikator penting, mulai dari profil lembaga, masa berlaku akreditasi guna mengantisipasi keterlambatan re-akreditasi, kesiapan penggunaan instrumen akreditasi 2.0 maupun 3.0, hingga capaian peringkat akreditasi yang sedang disandang saat ini.
“Pendataan yang kami lakukan melalui tautan pendataan ini bukan sekadar pengumpulan data administratif, melainkan langkah krusial dalam memetakan kebutuhan riil prodi PIAUD di wilayah Jawa Timur. Dengan database yang valid ini, PPIAUD Jatim dapat menghadirkan program pendampingan yang tepat sasaran, seperti klinik akreditasi dan pelatihan instrumen terbaru, guna memfasilitasi setiap prodi meraih predikat Unggul secara berkelanjutan,” ujar koordinator Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi PPIAUD Jawa Timur.
Keberhasilan penyebaran dan pengumpulan data ini resmi menghasilkan luaran berupa Database Akreditasi Prodi PPIAUD se-Jawa Timur. Data terpadu tersebut kini menjadi pijakan utama bagi PPIAUD Jawa Timur dalam menyusun langkah pendampingan berkesinambungan.
Sebagai tindak lanjut, pengurus wilayah telah menyiapkan serangkaian program aksi, di antaranya penyelenggaraan klinik akreditasi, pelatihan penyusunan borang dengan instrumen kriteria terbaru, hingga pendampingan intensif bagi prodi-prodi yang sedang bersiap bertransformasi menuju akreditasi berpredikat Unggul.

























