KENDAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) GIAT 16 UNNES mengajak masyarakat Desa Bringinsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, untuk menerapkan pola hidup sehat melalui kegiatan senam dusun keliling. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam mengajak masyarakat menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan dengan warga selama pelaksanaan KKN. Senam keliling merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa GIAT 16 UNNES dengan menyambangi beberapa dusun yang berada di Desa Bringinsari. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana olahraga bersama, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat di setiap dusun.
Kegiatan senam dilaksanakan pada pagi hari dengan suasana yang cukup meriah. Warga mulai berdatangan dan berkumpul di lokasi kegiatan sebelum senam dimulai. Mahasiswa GIAT 16 UNNES kemudian memandu warga untuk mengikuti rangkaian gerakan senam yang telah disiapkan. Antusiasme warga terlihat dari keikutsertaan berbagai kalangan, terutama ibu-ibu dan masyarakat usia lanjut. Meskipun memiliki kemampuan dan kondisi fisik yang berbeda-beda, warga tetap mengikuti gerakan senam dengan semangat. Sesekali terdengar tawa dan candaan dari warga maupun mahasiswa sehingga kegiatan berlangsung dengan suasana yang santai dan menyenangkan.
Senam Jadi Ruang Berkumpul Warga
Bagi masyarakat Desa Bringinsari, kegiatan senam tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi warga untuk berkumpul, berinteraksi, dan menghabiskan waktu bersama. Salah satu kegiatan senam dilaksanakan di Dusun Gandring. Warga terlihat antusias mengikuti kegiatan sejak awal hingga selesai. Mahasiswa GIAT 16 UNNES turut berbaur dengan warga sehingga suasana kegiatan terasa lebih dekat dan tidak terlalu formal.
“Senamnya seru, biasanya kalau pagi hanya di rumah, dengan adanya senam bersama jadi bisa olahraga sekaligus kumpul dengan warga lainnya,” ujar salah satu warga Dusun Gandring.
Menurut warga lainnya, kegiatan seperti ini cukup menarik karena tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga membuat suasana dusun menjadi lebih ramai.
“Senang ada kegiatan seperti ini. Mahasiswa KKN mau datang ke dusun dan mengajak ibu-ibu senam bersama. Jadi bisa olahraga dan ketemu teman-teman,” ujar warga Dusun Gandring.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sederhana seperti senam bersama dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Mendorong Masyarakat untuk Lebih Aktif Bergerak

Kegiatan senam keliling yang dilakukan GIAT 16 UNNES juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mendorong masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan melalui aktivitas fisik. Aktivitas fisik secara rutin memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, salah satunya membantu menjaga kebugaran dan membuat tubuh tetap aktif. Melalui kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama, olahraga juga dapat terasa lebih menyenangkan karena dilakukan dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan. Mahasiswa GIAT 16 UNNES berusaha membuat kegiatan senam tidak terasa seperti aktivitas olahraga yang kaku. Gerakan senam dilakukan dengan mengikuti irama musik sehingga warga dapat mengikuti kegiatan dengan lebih santai.
Selain menjadi penggerak kegiatan, mahasiswa juga ikut melakukan gerakan senam bersama warga. Hal tersebut membuat batas antara mahasiswa dan masyarakat menjadi semakin cair. Warga tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Membangun Kedekatan Mahasiswa dengan Masyarakat

Senam keliling juga menjadi salah satu cara mahasiswa GIAT 16 UNNES untuk membangun kedekatan dengan masyarakat Desa Bringinsari. Dengan mendatangi dusun-dusun secara langsung, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengenal masyarakat dan lingkungan desa secara lebih dekat. Interaksi yang terjalin melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan yang lebih baik antara mahasiswa KKN dan masyarakat. Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan masyarakat juga menjadi pengalaman tersendiri selama menjalankan program KKN.
Kegiatan yang dilakukan tidak selalu harus berupa program dengan skala besar. Kegiatan sederhana seperti senam bersama dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk hadir dan berbaur secara langsung dengan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan tujuan pelaksanaan KKN yang tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi, tetapi juga untuk belajar dari kehidupan masyarakat secara langsung.
Tidak Sekadar Olahraga
Bagi GIAT 16 UNNES, kegiatan senam keliling memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar aktivitas olahraga. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menciptakan aktivitas positif di tengah masyarakat sekaligus mengajak warga untuk menjaga kesehatan. Kehadiran mahasiswa di berbagai dusun juga memberikan warna tersendiri bagi kegiatan masyarakat. Warga dan mahasiswa dapat saling berinteraksi, berbagi cerita, serta menciptakan suasana kebersamaan yang mungkin tidak didapatkan melalui kegiatan formal.
Antusiasme masyarakat dalam mengikuti senam menjadi salah satu hal yang mendorong mahasiswa untuk terus menghadirkan kegiatan yang dekat dengan kebutuhan dan kehidupan warga. Ke depan, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung diharapkan dapat terus menjadi bagian dari pengalaman KKN GIAT 16 UNNES di Desa Bringinsari. Tidak hanya meninggalkan program kerja, mahasiswa juga diharapkan dapat meninggalkan pengalaman dan hubungan baik yang tetap dikenang oleh masyarakat.
Melalui kegiatan senam keliling dusun, GIAT 16 UNNES berupaya mengajak masyarakat Desa Bringinsari untuk hidup lebih sehat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. Dari kegiatan sederhana yang dilakukan bersama, tercipta ruang untuk bergerak, bersosialisasi, dan saling mengenal antara mahasiswa dan masyarakat.
























