Semarang, 11 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 03 Universitas Diponegoro (UNDIP) turut mendukung penguatan tata kelola pariwisata di Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Salah satu bentuk kontribusi yang dilakukan adalah membantu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mempersiapkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pelaku seni, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pihak lain yang memiliki peran dalam pengembangan wisata desa.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mahasiswa untuk mendorong pengelolaan wisata Desa Wates yang lebih terarah dan memiliki dasar kerja sama yang jelas. Keberadaan Pokdarwis sebagai kelompok yang berperan dalam pengembangan potensi wisata membutuhkan dukungan dari berbagai unsur masyarakat. Pelaku seni, UMKM, kelompok masyarakat, maupun pihak lainnya memiliki potensi untuk menjadi bagian dari ekosistem wisata yang saling mendukung.
Desa Wates memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Potensi tersebut mencakup keindahan alam, sektor pertanian dan perkebunan, produk UMKM, kopi, hingga kesenian dan kebudayaan lokal. Beragam potensi tersebut membutuhkan pengelolaan secara bersama-sama agar dapat dikembangkan menjadi kegiatan wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam pengembangan wisata berbasis masyarakat, kerja sama antarpihak menjadi salah satu aspek penting. Pokdarwis tidak dapat bekerja sendiri dalam mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki Desa Wates. Oleh karena itu, diperlukan hubungan kerja sama yang dapat mengatur peran masing-masing pihak secara jelas. Salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mendukung hal tersebut adalah Perjanjian Kerja Sama.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T IDBU 03 UNDIP membantu Pokdarwis dalam mempersiapkan rancangan PKS yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Penyusunan rancangan tersebut memperhatikan kebutuhan Pokdarwis serta bentuk kerja sama yang dapat dilakukan dengan pelaku seni, UMKM, maupun pihak lain yang terlibat dalam pengembangan wisata.
PKS tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam menjalankan kerja sama. Dengan adanya kesepakatan tertulis, para pihak dapat memiliki pemahaman yang sama mengenai ruang lingkup kerja sama, bentuk kegiatan, pembagian peran, serta hal-hal lain yang perlu disepakati dalam pelaksanaan kegiatan.
Kerja sama dengan pelaku seni menjadi salah satu bagian yang penting dalam pengembangan wisata Desa Wates. Kesenian lokal memiliki nilai budaya sekaligus potensi untuk menjadi daya tarik bagi wisatawan. Melalui kerja sama yang terarah, kelompok seni dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan wisata, seperti pertunjukan seni, kegiatan kebudayaan, maupun agenda desa yang memiliki potensi untuk menarik kunjungan masyarakat dari luar wilayah.
Selain pelaku seni, UMKM juga memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan pariwisata. Produk makanan, minuman, kopi, serta berbagai produk lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Dengan adanya kerja sama antara Pokdarwis dan pelaku UMKM, produk lokal Desa Wates diharapkan dapat lebih mudah diperkenalkan kepada wisatawan dan menjadi salah satu pendukung daya tarik wisata desa.
Penyusunan PKS juga menjadi langkah untuk membangun pola kerja sama yang lebih terstruktur. Hubungan antara Pokdarwis dengan pelaku seni, UMKM, maupun pihak lainnya diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan. Dengan demikian, setiap pihak dapat memahami peran masing-masing dalam mendukung kemajuan pariwisata Desa Wates.
Dari sisi mahasiswa, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kebutuhan nyata di lapangan. Mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya dokumen kerja sama, tetapi juga membantu mempersiapkan rancangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Pokdarwis dan masyarakat Desa Wates.
Keberadaan PKS diharapkan dapat memberikan kepastian dan kejelasan dalam pelaksanaan kerja sama. Dokumen tersebut dapat menjadi pedoman bagi para pihak ketika menjalankan kegiatan bersama sehingga potensi kesalahpahaman dapat diminimalkan. Pada saat yang sama, kerja sama yang dibangun tetap perlu dilaksanakan berdasarkan kesepakatan para pihak serta memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.
Mahasiswa KKN-T IDBU 03 UNDIP berharap rancangan PKS yang telah dipersiapkan dapat dimanfaatkan oleh Pokdarwis sebagai salah satu instrumen dalam membangun jaringan kerja sama. Dengan adanya dokumen tersebut, Pokdarwis diharapkan lebih siap untuk menjalin kolaborasi dengan pelaku seni, UMKM, komunitas, maupun pihak lain yang dapat mendukung pengembangan wisata Desa Wates.
Penguatan kerja sama tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Ketika sektor pariwisata, kesenian, dan UMKM dapat berjalan secara beriringan, peluang untuk menciptakan kegiatan ekonomi baru akan semakin terbuka. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat dari kegiatan wisata, tetapi juga dapat terlibat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pengembangan potensi desa.
Melalui pendampingan penyusunan PKS ini, KKN-T IDBU 03 UNDIP berupaya mendorong terbentuknya tata kelola wisata Desa Wates yang lebih terorganisasi dan kolaboratif. Pengembangan wisata tidak hanya membutuhkan potensi yang menarik, tetapi juga kelembagaan, kerja sama, dan partisipasi masyarakat yang kuat.
Dengan adanya Pokdarwis yang didukung oleh hubungan kerja sama dengan pelaku seni, UMKM, dan berbagai pihak lainnya, Desa Wates diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk membangun ekosistem wisata desa yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Wates.
Wawan Tri – Fakultas Hukum UNDIP

























