Kota Bima – Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kota Bima kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan organisasi melalui pelaksanaan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Tahun 2026 yang digelar pada Senin, 29 Juni, di Pangkalan Saka POM Kota Bima. Forum ini menjadi ruang konsolidasi penting untuk menyusun kebijakan, merancang program, dan memastikan arah gerak organisasi tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mandat pembinaan Badan POM.
Rakerpim Saka POM Kota Bima tahun 2026 mengusung tema “Sinergi Kuat, Aksi Nyata: Mewujudkan Masyarakat Kota Bima Sadar Obat dan Makanan Aman.” Tema ini mencerminkan tekad organisasi untuk memperkuat kolaborasi internal sekaligus meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Unsur Majelis Pembimbing, Pimpinan Saka POM, Pamong Saka, Instruktur Krida, dan pengurus hadir dalam forum tersebut. Kehadiran unsur ini menunjukkan keseriusan organisasi dalam membangun koordinasi yang solid. Upacara pembukaan berlangsung khidmat, menghadirkan suasana kepramukaan yang kuat dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara peserta.

Dalam sambutannya, Pimpinan Saka POM Kota Bima, Emilia Haryati, menekankan bahwa Rakerpim adalah momentum untuk menyusun strategi yang lebih relevan dengan tantangan pengawasan obat dan makanan yang semakin kompleks. Ia menegaskan pentingnya program yang terukur, memiliki sasaran jelas, dan mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Sidang pleno kemudian digelar untuk membahas Program Kerja Tahun 2026. Pembahasan difokuskan pada tiga krida utama Saka POM. Setiap krida didorong untuk menyusun program yang realistis dan berorientasi pada hasil. Diskusi berlangsung aktif, dengan berbagai gagasan konstruktif yang muncul dari peserta.
Rakerpim menghasilkan dua program unggulan yang akan menjadi fokus gerak organisasi tahun ini: Saka POM Beraksi dan Saka POM Peduli.
Program Saka POM Beraksi diarahkan untuk memperkuat peran edukatif anggota dalam menyampaikan informasi terkait keamanan obat dan makanan. Kegiatan ini akan menyasar sekolah, komunitas pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya. Harapannya, masyarakat semakin cerdas dalam memilih produk obat dan makanan yang aman.
Sementara itu, Saka POM Peduli menjadi wadah bagi anggota untuk menunjukkan kepedulian sosial. Salah satu aksi yang direncanakan adalah gerakan “Satu Pramuka Satu Pohon”, yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan upaya mendukung sanitasi pangan yang baik. Lingkungan yang bersih dan hijau dipandang sebagai faktor penting dalam menciptakan pangan yang aman.
Selain dua program tersebut, kegiatan bakti sosial juga ditetapkan sebagai agenda prioritas. Wilayah dengan tingkat literasi kesehatan rendah akan menjadi sasaran utama. Anggota Saka POM diharapkan mampu hadir sebagai agen perubahan yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam membangun perilaku hidup sehat.
Seluruh rangkaian pembahasan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan yang memuat seluruh hasil sidang. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen seluruh unsur kepemimpinan untuk menjalankan program secara konsisten dan bertanggung jawab.
Dalam arahannya, Kepala Balai POM di Bima sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Saka POM Kota Bima, Adjis Sandjaya, mengingatkan pentingnya konsistensi pelaksanaan program. Ia menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh banyaknya program, tetapi oleh kesungguhan dalam menjalankannya.
Rakerpim Saka POM Kota Bima tahun 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya inovasi dan aksi nyata yang diharapkan memberi dampak luas bagi masyarakat Kota Bima. Sinergi seluruh unsur organisasi menjadi modal penting untuk mewujudkan generasi muda yang sehat, berintegritas, dan peduli terhadap isu kesehatan publik.

























