14 April 2026 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi warga binaan dengan menggelar kegiatan sosialisasi pengobatan HIV yang dilaksanakan oleh petugas klinik rutan pada Selasa (14/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan edukatif dalam memberikan pemahaman kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) terkait pentingnya deteksi dini, pengobatan, serta pencegahan penularan HIV di lingkungan rutan. Sosialisasi diikuti oleh sejumlah WBP yang tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas klinik Rutan Bengkulu memberikan penjelasan secara komprehensif mengenai HIV, mulai dari cara penularan, gejala yang mungkin muncul, hingga pentingnya menjalani pengobatan secara rutin melalui terapi antiretroviral (ARV). Selain itu, WBP juga diberikan pemahaman bahwa HIV bukanlah akhir dari segalanya, melainkan penyakit yang dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat dan disiplin.
Kepala Rutan Bengkulu, Tomy Yulianto, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta menghilangkan stigma terhadap penderita HIV, khususnya di lingkungan rutan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga binaan mendapatkan akses informasi kesehatan yang benar, termasuk mengenai HIV. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan mereka dapat menjaga kesehatan diri serta tidak memberikan stigma negatif kepada sesama,” ujar Tomy.
Petugas klinik juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan bagi WBP yang terdiagnosis HIV. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat serta meningkatkan kualitas hidup warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan interaktif. Para WBP diberikan kesempatan untuk bertanya langsung terkait hal-hal yang belum dipahami, sehingga tercipta komunikasi dua arah yang efektif antara petugas kesehatan dan peserta.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk nyata perhatian Rutan Bengkulu dalam memberikan layanan kesehatan yang optimal, sekaligus mendukung program pemerintah dalam penanggulangan HIV/AIDS. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan WBP semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan serta mampu menerapkan pola hidup sehat di dalam maupun setelah selesai menjalani masa pidana.





















