Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira melaksanakan panen perdana kacang panjang di lahan pertanian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Sabtu (30/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program Ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, mengatakan keberhasilan panen perdana tersebut merupakan hasil kerja keras dan komitmen jajaran Lapas bersama Warga Binaan dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif.
”Kami bersyukur dapat melaksanakan panen perdana ini. Meskipun dengan keterbatasan lahan, kami tetap berkomitmen mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang ada secara maksimal. Selain menghasilkan produk pertanian, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menjelaskan panen kali ini merupakan tahap pertama dari hasil budidaya yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir. Menurutnya, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa program pertanian yang dijalankan telah berjalan dengan baik berkat keuletan Warga Binaan.
”Panen hari ini merupakan panen tahap pertama yang siap dipasarkan. Dalam waktu dekat akan dilakukan panen berikutnya. Keberhasilan ini tidak terlepas dari proses budidaya yang dilakukan secara baik dan berkelanjutan oleh Warga Binaan,” katanya.
Ia menambahkan, hasil panen akan dipasarkan kepada masyarakat dan para pengepul sayuran di wilayah Banda Naira. Sebagian hasil panen juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan di dapur Lapas.
”Sebagian hasil panen telah dipesan oleh pengepul dan masyarakat sekitar. Selain memberikan nilai ekonomi, hasil pertanian ini juga akan digunakan sebagai bahan pangan bagi Warga Binaan,” tambahnya.
Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam program pertanian, Sofyan, mengaku bersyukur dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan selama mengikuti kegiatan tersebut.
”Melalui program pertanian ini, saya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang bisa menjadi bekal untuk kehidupan setelah bebas nanti. Saya berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi masa depan saya,” ungkapnya.
Melalui program pertanian yang dijalankan secara berkelanjutan, Lapas Bandanaira berharap dapat terus mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Selain memberikan kontribusi terhadap kebutuhan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembentukan keterampilan, etos kerja, dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali berperan produktif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya. (Humas/LT)



















