Bengkulu – Menjaga kebersihan dan kerapian diri merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Hal tersebut turut menjadi perhatian Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu melalui fasilitas Rubero Barbershop yang diperuntukkan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Rubero Barbershop hadir sebagai fasilitas pangkas rambut yang membantu warga binaan menjaga penampilan tetap rapi dan bersih selama menjalani masa pembinaan. Keberadaan fasilitas ini menjadi salah satu bentuk pelayanan yang memperhatikan kebutuhan perawatan diri warga binaan di lingkungan rutan.
Melalui fasilitas tersebut, warga binaan didorong untuk membiasakan diri menjaga kebersihan pribadi dan memperhatikan kerapian penampilan. Kebiasaan ini diharapkan dapat membentuk kedisiplinan serta menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan dan kenyamanan diri sendiri.
Karutan Bengkulu, Herisistam, mengatakan bahwa pelayanan kepada warga binaan perlu mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk kebutuhan untuk menjaga kebersihan dan kerapian diri.
“Kami berupaya menghadirkan fasilitas yang bermanfaat bagi warga binaan dalam menjalani keseharian di rutan. Rubero Barbershop bukan sekadar tempat pangkas rambut, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membiasakan hidup bersih, menjaga kerapian, dan membangun kedisiplinan. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga binaan,” ujar Herisistam.
Ia menambahkan bahwa pembinaan tidak hanya dilakukan melalui program-program formal, tetapi juga melalui pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, warga binaan diharapkan dapat mengembangkan sikap yang lebih bertanggung jawab.
Rutan Kelas IIB Bengkulu terus berkomitmen memberikan pelayanan yang layak dan humanis dengan tetap mengedepankan keamanan serta ketertiban. Kehadiran Rubero Barbershop menjadi salah satu upaya untuk mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang bersih, nyaman, dan menunjang proses pembinaan warga binaan.
Melalui fasilitas ini, Rutan Bengkulu berharap kebiasaan sederhana dalam merawat diri dapat menjadi bagian dari perubahan positif yang terus dibangun selama masa pembinaan dan diterapkan ketika warga binaan kembali ke masyarakat.
























