Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu menggelar rapat penerapan manajemen risiko pada Selasa (14/4).
Bertempat di aula lapas, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Bengkulu, Suci Winarsih, dan diikuti oleh pejabat struktural beserta seluruh jajaran.
Dalam rapat tersebut, ditekankan pentingnya pelaksanaan manajemen risiko secara optimal sesuai dengan pedoman dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang telah diedarkan. Penerapan manajemen risiko diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja serta meminimalisir potensi risiko dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.
Kalapas Suci mengajak seluruh jajaran untuk memahami dan mengimplementasikan manajemen risiko secara konsisten dalam setiap kegiatan, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.
Selain itu, melalui rapat ini diharapkan setiap unit kerja mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini serta menyusun langkah mitigasi yang tepat, sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan selaras dengan prinsip good governance.





















