Bulan penuh cerita, pengabdian, dan kolaborasi! Bagi warga Kota Semarang, urusan Administrasi Kependudukan (Adminduk) kini sedang memasuki era baru. Namun, kami menyadari bahwa perubahan menuju sistem digital tidak bisa sekadar diumumkan; ia butuh didampingi dan diajarkan perlahan.
Menjawab tantangan tersebut, Kelompok 12 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) hadir di Kelurahan Tlogomulyo, Kota Semarang, untuk menjadi jembatan transformasi digital warga. Selama periode 31 Juli hingga 29 Agustus 2026, kami mengusung misi utama: mensukseskan program WASESA (Warga Semarang Sadar Adminduk) yang digagas oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang.
Fokus utama kami adalah mendampingi warga untuk mengenal, mengunduh, dan melakukan aktivasi aplikasi layanan kependudukan online, yaitu SI D’NOK dan IKD (Identitas Kependudukan Digital).

Berdasarkan observasi awal kami di lapangan, banyak warga yang masih belum mengetahui fungsi aplikasi ini. Ada pula yang sudah tahu, namun terhenti karena kendala teknis saat registrasi atau tidak familier dengan verifikasi identitas berbasis teknologi wajah. Kesenjangan literasi digital inilah yang menjadi alasan utama mengapa kehadiran kami harus merakyat dan menyentuh langsung denyut nadi aktivitas warga.
Bagaimana cara kita bergerak? 👣
Kami menyadari bahwa pendekatan pasif (hanya menunggu di posko) tidak akan efektif. Oleh karena itu, kami menerapkan strategi “Event-to-Event” dan “Door-to-Door”:
👥 Pendekatan Event-to-Event:
Kami berbaur dan memanfaatkan forum-forum kemasyarakatan yang sudah rutin berjalan di Kelurahan Tlogomulyo. Mulai dari serunya sosialisasi di tengah kumpul ibu-ibu PKK, diskusi santai di rapat RT dan RW, membaur dalam kegiatan jumpa warga, hingga melaksanakan piket langsung di Kantor Kelurahan. Di setiap kesempatan ini, kami memaparkan secara perlahan betapa mudahnya mengurus dokumen kependudukan dari genggaman tangan.
🚪 Pendekatan dari Pintu ke Pintu (Mengundang Orang):
Untuk memastikan program ini inklusif dan merata, kami turun langsung, menyusuri gang demi gang, mengetuk pintu dari rumah ke rumah warga di wilayah RW 01, RW 08, dan RW 09. Pendekatan personal ini sangat krusial, terutama bagi warga lanjut usia atau mereka yang memiliki keterbatasan pemahaman teknologi. Kami dengan sabar memandu setiap langkah—mulai dari mengatasi masalah memori HP yang penuh, mengarahkan posisi verifikasi wajah yang tepat, hingga akun SI D’NOK dan IKD berhasil aktif sepenuhnya.
Tantangan di lapangan tentu ada, termasuk ketika kami harus menyesuaikan jadwal dengan masa pemeliharaan (maintenance) sistem aplikasi. Namun, berkat sinergi dan kolaborasi yang erat dengan perangkat Kelurahan Tlogomulyo serta koordinasi yang responsif dari Disdukcapil Kota Semarang, seluruh kendala tersebut dapat kami atasi dan komunikasikan dengan baik kepada warga.
Kini, kerja keras itu berbuah manis. Warga Kelurahan Tlogomulyo tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk datang dan antre secara fisik di kantor kelurahan hanya untuk mengurus dokumen penting. Semua layanan administrasi kependudukan sudah terintegrasi dan bisa diakses secara mandiri, efektif, dan efisien.
Program WASESA bukan sekadar soal download aplikasi; ini adalah tentang memberdayakan masyarakat untuk melek teknologi dan siap menyambut ekosistem pelayanan publik yang inklusif. Langkah kecil dari Tlogomulyo ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama dalam mewujudkan visi besar Semarang sebagai Smart City.
Terima kasih Kelurahan Tlogomulyo atas antusiasme dan kehangatannya! Pengalaman mendampingi Bapak dan Ibu sekalian adalah pelajaran berharga bagi kami. 🏙️✨
#KKNUNIMUS #KKNTematik2026 #WASESA #DisdukcapilSemarang #SIDNOK #IdentitasKependudukanDigital #DigitalisasiAdminduk #KelurahanTlogomulyo #SemarangSmartCity #MahasiswaMengabdi #UNIMUS
























