DESA DELIK, PELALAWAN – Tim Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) periode 22 Juni hingga 1 Agustus 2026 secara resmi telah mengakhiri dan menyelesaikan rangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Delik, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan. Mengusung semangat “Kukerta Berdampak”, para mahasiswa secara konsisten menjalankan serangkaian program kerja strategis yang berfokus pada empat pilar utama: penguatan BUMDes & UMKM lokal, digitalisasi pemetaan desa, pencegahan stunting & edukasi kesehatan, serta sosialisasi karakter dan keberlanjutan lingkungan..
1. Membangun Sinergi dan Silaturahmi Bersama Warga Desa
Tim Kukerta UNRI mempererat tali silaturahmi bersama tokoh agama dan warga Desa Delik. Kunjungan ke rumah-rumah perangkat desa dan tokoh masyarakat sejak 22 Juni 2026 untuk membangun keterikatan emosional dan hubungan yang harmonis. Penyampaian program kerja dipaparkan secara resmi di Kantor Desa Delik pada 23 Juni 2026. Tim mendampingi Musyawarah Desa Pertanggungjawaban Tahunan BUMDes pada 24 Juni 2026 yang dilanjutkan dengan acara makan bersama warga sekitar desa. Mahasiswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan wirid mingguan ibu-ibu di Dusun 1 Bukit Taras, Dusun 2 Eko 1, dan Dusun 3 Pangkalan Delik. Gotong royong rutin digelar di posko, kantor desa, hingga fasilitas publik desa untuk memupuk kebersamaan.
2. Pemberdayaan BUMDes, Branding Usaha, dan Digitalisasi UMKM Berbasis QRIS
Mahasiswa Kukerta UNRI mendampingi pelaku UMKM lokal dalam pembuatan kode pembayaran QRIS. Tim mendatangi unit BUMDes alat bangunan untuk wawancara pengurus, membenahkan tata kelola toko, serta menyusun strategi branding ternak ayam petelur. Tim membantu pembenahan fisik kandang ayam petelur BUMDes dan memproduksi video branding profil usaha. Sosialisasi dan pendampingan pembuatan kode QRIS dilakukan langsung kepada pedagang dan UMKM lokal guna mempercepat adopsi pembayaran digital yang transparan dan praktis.
3. Inovasi Pemetaan Spasial Infografis dan Penyusunan Buku Profil Desa
Papan Peta Infografis Desa Delik yang telah dipasang di Kantor Desa[cite: 1]. Survei lapangan integratif di 3 dusun utama untuk mengambil titik koordinat GPS fasilitas umum dan destinasi penting: Dusun 3 Pangkalan Delik (kebun melon, sungai, sekolah, masjid), Dusun 2 Eko 1 (wilayah RT 04), Dusun 1 Bukit Taras (sekolah, Pustu, KUD)[cite: 1]. Peta berbasis kayu infografis yang dirancang bersama Kepala Desa dan Kepala Dusun 3 dipasang permanen di Kantor Desa pada 30 Juli 2026[cite: 1]. Tim mendirikan Plang Selamat Datang berbasis bambu dan kayu di Dusun 3 Pangkalan Delik yang dipasang pada 26 Juli 2026[cite: 1]. Menyusun Buku Profil Desa Delik sebagai dokumen referensi administrasi wilayah[cite: 1].
4. Penguatan Kesehatan Masyarakat dan Penanganan Stunting Sejak Dini
Kegiatan Posyandu terpadu bersama ibu hamil dan lansia di Desa Delik. Tim memfasilitasi Posyandu menyeluruh yang melayani bayi, balita, ibu hamil, hingga lansia. Gelar musyawarah penanganan stunting serta mensosialisasikan upaya pencegahan dini menyasar remaja putri. Mendampingi kader Posyandu mengevaluasi kondisi gedung dan fasilitas posyandu di tiap dusun untuk pemetaan perbaikan yang dibutuhkan. Bekerja sama dengan kader posyandu, diselenggarakan sosialisasi kesehatan dan cek fisik gratis bagi siswa SMPN 002 Pelalawan.
5. Kampanye Anti-Bullying, Pelatihan Ecobrick, dan Ruang Belajar Ceria
Pelatihan Ecobrick dan sosialisasi karakter anti-bullying bagi siswa di Desa Delik. Sosialisasi anti-bullying diselenggarakan berkelanjutan di SDN 009 Delik, SMPN 002 Pelalawan, dan SDN 014 Delik untuk menciptakan lingkungan sekolah aman dan inklusif. Memberikan pelatihan pembuatan ecobrick di SMPN 002 Pelalawan dan pelatihan karya seni kolase dari sampah plastik bagi anak-anak Dusun Eko 1. Membuka kelas les tambahan (membaca, menulis, berhitung, matematika, Bahasa Inggris) bagi anak-anak Desa Delik. Koordinasi program pendidikan secara berkala bersama jajaran guru TK Mawar, SDN 009 Delik, dan SMPN 002 Pelalawan.
5. Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG): Pembuatan Alat Penabur Pupuk Sederhana dari Pipa dan Kayu
Sebagai bentuk dukungan terhadap efisiensi sektor pertanian di Desa Delik, tim Kukerta Berdampak UNRI menghadirkan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Alat Penabur Pupuk Sederhana yang dibuat dari kombinasi material terjangkau dan mudah didapatkan, seperti pipa PVC dan kayu/bambu.
Program kerja ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan para petani lokal yang selama ini menaburkan pupuk secara manual dengan cara membungkuk berulang kali, yang tak hanya memakan waktu lama tetapi juga berisiko menimbulkan masalah kesehatan ergo-geografis (seperti nyeri punggung dan kelelahan fisik).
Keunggulan dan Cara Kerja Alat Penabur Pupuk Sederhana:
Desain Ergonomis: Memungkinkan petani menaburkan pupuk dalam posisi berdiri tegak tanpa perlu terus-menerus membungkuk.
Biaya Pembuatan Terjangkau: Memanfaatkan pipa PVC sebagai saluran peluncur/pengukur takaran dan tangkai kayu/bambu sebagai penopang yang kokoh.
Efisiensi Waktu & Dosis Presisi: Pupuk dapat disalurkan langsung ke pangkal akar tanaman secara terukur, mengurangi risiko pemborosan pupuk akibat terbuang atau tertiup angin.
Perawatan Mudah: Konstruksi material yang sederhana membuat alat ini awet, tahan cuaca, serta sangat mudah diperbaiki oleh masyarakat setempat secara mandiri.
Selain melakukan pembuatan alat, tim mahasiswa Kukerta UNRI juga menggelar demo peragaan langsung dan menyerahkan unit alat penabur pupuk sederhana tersebut kepada perwakilan kelompok tani Desa Delik. Kegiatan ini disambut hangat oleh warga karena memberikan solusi praktis, hemat biaya, dan meningkatkan produktivitas pemupukan lahan pertanian mereka.
7. Mempererat Tali Kebersamaan dan Penutupan Program
Momen perpisahan yang haru namun hangat bersama warga Dusun 3 Pangkalan Delik. Mengadakan senam pagi bersama ibu-ibu serta turnamen voli sore bersama pemuda dan warga desa. Momen kebersamaan dengan nobar film edukatif anak-anak dan ibu-ibu, serta silaturahmi ke rumah tetuah adat Desa Delik. Acara perpisahan dilaksanakan secara haru bersama warga Dusun 3 Pangkalan Delik, pemuda desa, perangkat Desa Delik, serta perpisahan resmi tingkat Kecamatan Pelalawan. Tim mengabadikan kenangan dalam video after movie sebelum bertolak kembali ke Pekanbaru pada 1 Agustus 2026

























