KERINCI — Komunitas Oase Hikmah Aksara (O’HARA) IAIN Kerinci sukses menyelenggarakan kegiatan “Berteman, Bertemu dengan Mantagi” pada Sabtu–Minggu, 26–27 September 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan pemutaran film sekaligus ruang diskusi bersama sutradara film Mantagi, Taufiq Hidayat Rusti.
Kegiatan ini diikuti sekitar 110 peserta, yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum. Selain menjadi ruang apresiasi terhadap karya film lokal, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai ruang pertemuan antara penonton, pembuat film, dan gagasan yang dibawa melalui karya sinematografi.
Film Mantagi mengangkat hubungan manusia dengan air dan lingkungan. Film tersebut menggambarkan air bukan sekadar sumber kehidupan, tetapi bagian dari perjalanan ekologis yang menyimpan jejak perubahan alam dan kehidupan manusia.
Melalui narasi yang dekat dengan persoalan lingkungan, Mantagi membawa kegelisahan mengenai perubahan kondisi alam, mulai dari hutan, sungai hingga tanah, serta bagaimana aktivitas manusia turut memengaruhi keberlangsungan lingkungan.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada pemutaran film. O’HARA juga menghadirkan Taufiq Hidayat Rusti selaku sutradara Mantagi untuk berdiskusi secara langsung dengan peserta. Kehadiran sutradara memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami proses kreatif, gagasan, serta pesan yang melatarbelakangi lahirnya film tersebut.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk IAIN Kerinci dan Perpustakaan Digital IAIN Kerinci. Dukungan tersebut salah satunya terlihat melalui video ajakan untuk menyaksikan Mantagi yang disampaikan oleh Rektor IAIN Kerinci.
Sementara itu, kegiatan O’HARA juga mendapat sambutan dari Pembina OHARA yang diwakili Oleh, Dr. Rodi Hartono, M.Pd. Kehadiran dan dukungan berbagai pihak menjadi bagian dari upaya membangun ruang yang mempertemukan komunitas, lingkungan akademik, dan karya lokal.

Ketua O’HARA, Nabil Wafi Dzakwan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari pihak produksi film Mantagi, panitia, IAIN Kerinci, hingga seluruh peserta dan pihak lain yang terlibat.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda pemutaran film, tetapi juga membuka wawasan dan mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal serta mengapresiasi karya film lokal.
“Berteman, Bertemu dengan Mantagi” menjadi salah satu upaya O’HARA menghadirkan ruang pertemuan antara karya, gagasan, dan masyarakat. Melalui film dan diskusi, peserta diajak tidak hanya menyaksikan sebuah karya, tetapi juga melihat kembali hubungan manusia dengan lingkungan di sekitarnya.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa karya lokal dapat menjadi medium untuk membangun percakapan yang lebih luas mengenai lingkungan, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat.
O’HARA berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai ruang literasi, apresiasi karya, dan pertukaran gagasan bagi mahasiswa maupun masyarakat di Kerinci.



















