Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Pakaian adat, kreativitas, dan semangat kebersamaan berpadu dalam langkah murid MAN 1 Yogyakarta saat mengikuti Karnaval Pelajar Wilayah Kemantren Gondokusuman, Kamis (01/10/2026). Murid kelas XI dan XII turut memeriahkan peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dengan menampilkan ragam budaya di sepanjang rute karnaval. Keikutsertaan tersebut merupakan bentuk partisipasi MAN 1 Yogyakarta dalam perayaan hari jadi Kota Yogyakarta. Sebelum melaksanakan karnaval, seluruh warga MAN 1 Yogyakarta terlebih dahulu mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lapangan upacara yang dilaksanakan tepat pukul 07.00 – 07.30 WIB. Sedangkan karnaval dimulai sekitar pukul 07.45 WIB.
Dalam karnaval ini, para murid tidak sekadar berjalan bersama, tetapi membawa tema budaya melalui pakaian adat, banner, dan berbagai properti yang dipersiapkan oleh masing-masing kelas. Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S. Ag., S. Pd., M. Pd., mengatakan bahwa keterlibatan murid dalam karnaval menjadi kesempatan untuk mengenalkan dan menumbuhkan apresiasi terhadap budaya sekaligus membangun rasa memiliki terhadap Kota Yogyakarta. Menurut Edi, karnaval ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal, menghargai, dan menampilkan kekayaan budaya yang dimiliki kotanya sendiri.
“Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga belajar bagaimana membawa identitas madrasah dengan penuh tanggung jawab di tengah masyarakat,” ujar Edi.

Dengan mengenakan pakaian adat, setiap kelas diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas dalam menampilkan tema budaya. Karnaval menempuh rute yang telah ditentukan, yakni MAN 1 Yogyakarta – Jalan Sudirman – Gramedia – Jalan Cik Di Tiro – Bundaran UGM – Mirota Kampus – kembali ke MAN 1 Yogyakarta. Selama perjalanan, para murid mengikuti ketentuan panitia dengan berjalan di sepanjang trotoar pedestrian dan dengan pendampingan wali kelas.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas Apriyata Dzikry Romadhon, S. Hum., menyampaikan bahwa karnaval dapat menjadi pengalaman belajar yang memberikan ruang kepada murid untuk berkreasi sekaligus belajar menjaga sikap ketika berada di ruang publik. Apri juga menjelaskan bahwa anak-anak menikmati proses persiapan karnaval, mulai dari menyiapkan konsep, bekerja sama dalam satu kelas, sampai tampil dalam karnaval.
“Yang tidak kalah penting, mereka belajar bahwa ketika berada di ruang publik, kreativitas harus berjalan bersama dengan ketertiban dan tanggung jawab,” ungkap Apri.
Persiapan karnaval dilakukan oleh masing-masing kelas dengan mengangkat tema budaya dan mengembangkan konsep penampilan sesuai kreativitas mereka. Banner dan properti diperbolehkan digunakan untuk memperkuat representasi budaya yang ditampilkan. Bagi murid MAN 1 Yogyakarta, karnaval menjadi kesempatan untuk merayakan hari jadi kotanya dengan cara yang dekat dengan dunia mereka: berkarya, berkreasi, bekerja sama, dan menampilkan budaya di ruang publik. Melalui langkah yang menyusuri jalan-jalan Kota Yogyakarta, para murid membawa satu pesan sederhana bahwa merayakan kota bukan hanya dengan mengingat sejarahnya, tetapi juga dengan mengenal dan menjaga budaya yang menjadi bagian dari identitasnya. (luf)






















