Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – MAN 1 Yogyakarta menggelar Gerakan Aksi Bergizi pada Kamis (1/10/2026) sebagai upaya mendorong remaja untuk membiasakan pola hidup sehat dan menerapkan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh murid kelas X dan perwakilan murid kelas XI.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Edi menekankan pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia remaja.
“Pola hidup sehat dimulai dari kebiasaan sehari-hari, salah satunya dengan membiasakan sarapan dan memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Karena itu, mari kita biasakan hidup sehat. Dengan tubuh yang sehat, mental juga akan lebih sehat sehingga kita dapat lebih banyak beraktivitas, berbagi, dan menginspirasi orang lain,” tutur Edi.
Gerakan Aksi Bergizi terdiri atas empat rangkaian kegiatan, yaitu aktivitas fisik, sarapan bergizi, minum tablet tambah darah, serta edukasi gizi dan kesehatan. Rangkaian pertama diawali dengan senam bersama di lapangan basket yang dipimpin oleh Esti Supeni, S.Pd., selaku guru olahraga. Para murid mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh semangat.
Setelah aktivitas fisik, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama di lapangan basket. Para murid menikmati makanan bersama dengan pendampingan wali kelas. Selain itu, murid perempuan juga meminum tablet tambah darah sebagai salah satu upaya pencegahan anemia pada remaja putri.

Rangkaian berikutnya berupa edukasi kesehatan yang diikuti oleh 50 murid perwakilan kelas X dan XI. Edukasi mengangkat tema “Remaja Putri Tanpa Anemia” dengan menghadirkan dr. Rivadin Nurwan, M.Sc., Sp.A. sebagai narasumber.
Dalam materinya, dr. Rivadin menjelaskan pengertian anemia, gejala, penyebab, serta dampaknya bagi remaja. Ia juga menyampaikan tiga langkah penting dalam mencegah anemia, yaitu mengonsumsi makanan bergizi yang terdiri atas lauk, sayuran hijau, dan buah; mengonsumsi satu tablet tambah darah setiap minggu; serta melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) secara berkala di puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, sosialisasi dilanjutkan dengan kuis seputar materi anemia. Para murid tampak antusias mengikuti kuis sekaligus menguji pemahaman mereka mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah anemia sejak remaja.
Selain edukasi dari tenaga kesehatan, kegiatan juga diisi dengan edukasi teman sebaya yang disampaikan oleh Tim Palang Merah Remaja (PMR) MAN 1 Yogyakarta. Edukasi diwakili oleh Jacinda Aqeela Ziv (XI G) dan Ima Fathma Athifa (XI D). Keduanya mengajak teman-teman sebaya untuk membiasakan pola hidup sehat serta mengonsumsi makanan bergizi sebagai bagian dari upaya mencegah anemia pada remaja.
Sebagai bentuk kesungguhan dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat, kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen Aksi Bergizi. Melalui komitmen tersebut, murid diajak untuk tidak hanya memahami pentingnya kesehatan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, berharap Gerakan Aksi Bergizi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi awal terbentuknya kebiasaan sehat di lingkungan madrasah.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi momentum bagi anak-anak untuk membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten. Kesehatan bukan hanya tentang tidak sakit, tetapi juga bagaimana kita menjaga tubuh, mengatur pola makan, beraktivitas fisik, dan memiliki mental yang sehat. Kebiasaan baik yang dibangun sejak remaja akan menjadi bekal penting untuk masa depan,” pungkasnya. (mzs)























