Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard apa apa
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Profil

Mengenal Sejarah Gapura Paduraksa Lamongan: Bukan Sekadar Gerbang, tetapi Simbol Sejarah, Akulturasi Budaya, dan Identitas Daerah

Sami'an Harus Sukses by Sami'an Harus Sukses
12 October 2026
in Profil
A A
0
FB IMG 1791735575948
851
SHARES
1.2k
VIEWS

LAMONGAN, 12 Oktober 2026 – Setiap kali memasuki wilayah Kabupaten Lamongan, baik dari arah Gresik maupun dari jalur perbatasan daerah lainnya, masyarakat kerap menjumpai gapura dengan bentuk arsitektur khas yang menyerupai bangunan bersejarah. Gerbang megah ini bukan sekadar penanda administratif bahwa seseorang telah memasuki wilayah Lamongan, melainkan representasi identitas budaya yang diwariskan dari perjalanan panjang sejarah Nusantara. Bangunan ikonik ini dikenal dengan nama Gapura Paduraksa Bersayap.

Namun, di balik kemegahannya yang kini menjadi salah satu ikon utama Kabupaten Lamongan, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami arti kata “Paduraksa”, asal-usul arsitekturnya, alasan di balik bentuk “sayap” yang mengembang, serta maksud dan tujuan pemerintah daerah menjadikannya sebagai ciri khas gerbang wilayah.

Pertanyaan tersebut menarik untuk ditelusuri. Sebab, sebuah nama, bentuk bangunan, monumen, maupun simbol yang dipilih sebagai identitas daerah umumnya tidak lahir tanpa pertimbangan. Di dalamnya terdapat sejarah, nilai budaya, filosofi, dan pesan yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya. Lantas, seperti apa sejarah Gapura Paduraksa yang menjadi kebanggaan masyarakat Lamongan?

FB IMG 1791735482893

Baca Juga

IMG 20261012 WA0003

Hebat! Salwa Puteri Wijaya, Ukir Prestasi di Ajang Top Model dan Photogenic Jawa Barat

12 October 2026
WhatsApp Image 2026 10 10 at 17.27.21

PMBG Salurkan 100 Tumbler ke Ponpes Al Falah Nurul Qolbi, Mohon Doa Jelang Kejuaraan

12 October 2026
1789828947456

Guru Swasta Akan Gelar SIAGA II di Depan Gedung DPR RI 28 Oktober 2026

11 October 2026
IMG 20261009 WA0031 2

IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo Ucapkan Selamat dan Sukses Musycab IPM Sukodadi XX

11 October 2026

1. Mengenal Paduraksa: Warisan Arsitektur Klasik Nusantara

Secara umum, Paduraksa merupakan jenis bangunan gapura yang memiliki atap atau bagian atas yang menyatu dan menaungi bukaan pintu di bawahnya. Bentuk ini berbeda dengan gapura “Candi Bentar” yang terdiri atas dua bagian bangunan terpisah tanpa atap penghubung. Dalam tradisi arsitektur Jawa, bentuk Paduraksa banyak ditemukan pada kompleks keraton, tempat ibadah, serta kawasan pemakaman bersejarah, berfungsi sebagai pintu masuk sekaligus pembatas sakral antara satu ruang dengan ruang lainnya.

Arsitektur Paduraksa memiliki akar dalam tradisi bangunan klasik Nusantara, khususnya perkembangan arsitektur Hindu-Buddha di Jawa. Seiring perjalanan waktu dan berkembangnya agama Islam, bentuk arsitektur tersebut mengalami penyesuaian dan perpaduan harmonis dengan kebudayaan setempat. Di Lamongan, bentuk yang diadopsi sebagai identitas gerbang daerah bukan sekadar meniru bangunan Paduraksa pada umumnya. Pemerintah daerah secara spesifik mengadopsi karakter Gapura Paduraksa Bersayap yang terdapat pada kompleks makam Sunan Sendang Duwur, Kecamatan Paciran. Dengan demikian, nama Paduraksa yang melekat pada gerbang Lamongan memiliki hubungan erat dan autentik dengan warisan arsitektur bersejarah di daerahnya sendiri.

2. Menelusuri Jejak Sejarah dari Sendang Duwur

Untuk memahami sejarah Gapura Paduraksa Lamongan, kita perlu menengok kompleks makam Sunan Sendang Duwur di Kecamatan Paciran. Sunan Sendang Duwur, yang dikenal sebagai Raden Noer Rahmat, adalah seorang tokoh penyebar Islam di wilayah pesisir utara Jawa. Kompleks makamnya memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang sangat penting karena memperlihatkan perpaduan unsur kebudayaan Hindu dan Islam yang akulturatif.

Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Lamongan menjelaskan bahwa kompleks makam tersebut memiliki gapura luar berbentuk Candi Bentar, sedangkan pada bagian dalam terdapat Gapura Paduraksa yang kaya akan ornamen dan ukiran. Perpaduan tersebut menjadi bukti nyata bahwa perkembangan kebudayaan di Jawa tidak selalu berlangsung dengan menghapus tradisi sebelumnya. Sebaliknya, unsur budaya yang telah berkembang dapat diolah dan disesuaikan dengan nilai serta kebutuhan masyarakat pada masa berikutnya.

Dari warisan arsitektur inilah, bentuk Gapura Paduraksa Bersayap kemudian diangkat secara resmi sebagai salah satu identitas visual Kabupaten Lamongan. Pada tahun 2016, pemberitaan mengenai kebijakan tersebut menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan di bawah kepemimpinan Bupati Fadeli mendorong penggunaan arsitektur Paduraksa sebagai identitas gerbang, termasuk untuk diterapkan pada gapura-gapura desa. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya ingin membangun gerbang yang berfungsi secara fisik, tetapi juga menghadirkan karakter arsitektur yang dapat dikenali sebagai ciri khas Lamongan.

3. Filosofi “Sayap” dan Simbolisme Alam Sakral

Salah satu ciri yang paling menarik perhatian dari gapura khas Lamongan adalah bentuk sayap yang mengembang di sisi bangunan. Bentuk tersebut bukan sekadar tambahan ornamen untuk memperindah tampilan. Dalam penjelasan mengenai filosofi arsitektur Paduraksa Lamongan, simbol sayap dikaitkan dengan perlambangan burung terbang dan gagasan tentang alam yang sakral.

Peraturan Bupati Lamongan Nomor 15 Tahun 2017 tentang Gerbang/Gapura di Kabupaten Lamongan secara khusus memasukkan pertimbangan sejarah kompleks makam Sendang Duwur dalam konsep arsitektur gerbang daerah [[6]]. Peraturan itu juga menjelaskan perlambangan satwa burung yang terbang sebagai simbol yang memiliki hubungan dengan hal-hal sakral dan alam kayangan atau alam akhirat, yang diwujudkan dalam bentuk gapura bersayap. Dalam konteks arsitektur Lamongan, unsur tersebut dipahami sebagai bagian dari warisan simbolik masa Indonesia-Hindu yang mengalami perkembangan dan penyesuaian dalam lingkungan kebudayaan Islam. Dengan demikian, sayap pada Gapura Paduraksa dapat dibaca sebagai unsur simbolis yang membawa jejak tradisi lama, bukan semata-mata hiasan dekoratif.

4. Makna Tersembunyi di Balik Ornamen

Selain bentuk sayap, Gapura Paduraksa Bersayap Lamongan memiliki unsur ornamen yang juga menarik untuk diperhatikan. Dalam pengembangan identitas gerbang Lamongan, sejumlah ornamen dijelaskan melalui simbol-simbol yang berasal dari tradisi seni klasik:

* Pertama, unsur Kalpawreksa atau Kalpataru. Kalpawreksa dikenal dalam tradisi budaya India dan Nusantara sebagai pohon kehidupan atau pohon yang dikaitkan dengan pemenuhan harapan. Dalam penafsiran terhadap ornamen gapura Lamongan, unsur ini dipahami sebagai simbol kehidupan, harapan, dan keberlanjutan.

* Kedua, ornamen burung. Bentuk burung yang dikaitkan dengan figur Phoenix atau Simurgh muncul dalam penjelasan filosofis mengenai gapura tersebut. Simbol burung dalam berbagai tradisi memiliki penafsiran yang beragam, antara lain berkaitan dengan kehidupan, keluhuran, atau perjalanan spiritual.

* Ketiga, perpaduan unsur budaya Hindu dan Islam. Kompleks makam Sunan Sendang Duwur memperlihatkan bagaimana unsur arsitektur klasik dapat hadir dalam lingkungan keagamaan Islam. Bentuk gapura, ornamen, serta teknik seni bangunannya memperlihatkan proses pertemuan dan penyesuaian kebudayaan yang menjadi bagian penting dari sejarah Lamongan.

5. Landasan Kebijakan Pelestarian Identitas Daerah

Mengapa pemerintah daerah menjadikan Gapura Paduraksa sebagai identitas gerbang Lamongan, bukan menggunakan bentuk arsitektur modern yang seragam seperti di banyak daerah lainnya? Jawabannya dapat ditelusuri melalui Peraturan Bupati Lamongan Nomor 15 Tahun 2017 tentang Gerbang/Gapura di Kabupaten Lamongan.

Dalam pertimbangannya, peraturan tersebut menyebutkan pentingnya menjaga, memberdayakan, melestarikan, dan mengembangkan arsitektur daerah sebagai bagian dari kebudayaan bangsa. Peraturan itu juga menyoroti keberagaman bentuk gapura yang berpotensi menghilangkan identitas budaya daerah apabila tidak memiliki karakter arsitektur yang jelas. Tujuan pengaturan tersebut adalah menghadirkan gerbang yang mencerminkan corak dan karakter arsitektur tradisional daerah sekaligus menjaga keselarasan dengan nilai sosial budaya masyarakat Lamongan. Artinya, pemilihan Paduraksa memiliki landasan kebijakan kebudayaan dan penataan wilayah yang kuat.

6. Gapura sebagai Media Komunikasi Budaya

Jika dilihat dari sudut pandang pembangunan daerah, sebuah gapura memang memiliki fungsi praktis sebagai penanda batas wilayah administrasi. Namun, fungsinya dapat berkembang lebih jauh menjadi media komunikasi budaya. Bentuk arsitektur, ornamen, nama, dan penempatannya menyampaikan pesan mengenai karakter wilayah yang diwakilinya.

Dalam konteks Lamongan, Gapura Paduraksa Bersayap berfungsi sebagai pengingat terhadap warisan arsitektur lokal, terutama yang berhubungan dengan kompleks makam Sunan Sendang Duwur. Keberadaan simbol tersebut dapat mendorong masyarakat untuk mengenali sejarah daerahnya sendiri. Bagi generasi muda, gapura yang setiap hari dilewati dapat menjadi pintu masuk untuk mempelajari sejarah lokal, tokoh penyebar Islam, perkembangan seni bangunan, dan proses akulturasi kebudayaan.

7. Dari Arsitektur hingga Gerakan Pendidikan Berkarakter

Menariknya, istilah “Paduraksa” tidak hanya digunakan dalam konteks arsitektur gerbang di Kabupaten Lamongan. Pada 19 Desember 2023, Pemerintah Kabupaten Lamongan meluncurkan Gerakan PADURAKSA di bidang pendidikan. Nama tersebut merupakan akronim dari Gerakan Pendidikan Terpadu: Pendidikan Terpadu Sekolah Ramah Anak, Akreditasi Perpustakaan Sekolah, Dan Sekolah Sehat, serta Unggul dan Ramah Lingkungan (Adiwiyata).

Gerakan itu dimaksudkan untuk menyatukan sejumlah program pendidikan agar berjalan secara terpadu dalam meningkatkan mutu pendidikan di Lamongan. Menurut pemberitaan resmi Pemerintah Kabupaten Lamongan, penggunaan nama Paduraksa dalam program pendidikan tersebut terinspirasi dari nama gapura di kompleks makam Sunan Sendang Duwur. Fakta tersebut menunjukkan bahwa Paduraksa telah berkembang menjadi istilah yang memiliki resonansi di luar fungsi bangunan, digunakan untuk memperkenalkan gagasan keterpaduan dalam pembangunan pendidikan dan pembentukan karakter generasi emas

8. Tantangan Edukasi agar Tidak Hanya Menjadi Pajangan

Di tengah perkembangan zaman dan pembangunan infrastruktur, ada pertanyaan penting yang patut diajukan: apakah masyarakat Lamongan sudah benar-benar mengenal sejarah di balik gapura yang menjadi identitas daerahnya? Bisa jadi banyak orang mampu mengenali bentuk Gapura Paduraksa ketika melihatnya, namun belum tentu semuanya mengetahui asal-usul arsitekturnya, kaitannya dengan kompleks makam Sunan Sendang Duwur, atau alasan pemerintah daerah menjadikannya sebagai ciri khas.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pegiat budaya, komunitas sejarah, dan media massa. Identitas budaya akan lebih bermakna apabila disertai pengetahuan yang memadai. Tanpa penjelasan sejarah, sebuah bangunan berisiko hanya dipandang sebagai ornamen atau konstruksi yang memperindah jalan. Edukasi tentang Gapura Paduraksa perlu diperkuat melalui penyediaan papan informasi sejarah, kode QR menuju sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan, serta dokumentasi digital mengenai filosofi arsitektur gerbang Lamongan.

9. Urgensi Kajian Sejarah yang Lebih Mendalam

Meskipun asal inspirasi arsitektur Gapura Paduraksa Lamongan dapat ditelusuri ke kompleks makam Sunan Sendang Duwur, sejumlah pertanyaan sejarah masih layak dikaji lebih mendalam. Misalnya, bagaimana perkembangan bentuk gapura tersebut dari masa ke masa? Siapa saja tokoh yang terlibat dalam pelestarian dan pengembangan arsitekturnya? Bagaimana penafsiran setiap ornamen berdasarkan penelitian sejarah, arkeologi, atau kajian seni bangunan?

Pertanyaan-pertanyaan itu memerlukan dukungan arsip, dokumentasi pembangunan, keterangan ahli, dan penelitian lapangan. Perlu dibedakan pula antara sejarah bangunan Paduraksa di kompleks makam Sunan Sendang Duwur, sejarah penetapan bentuknya sebagai identitas gerbang Kabupaten Lamongan, serta filosofi yang dijelaskan dalam kebijakan pemerintah daerah. Ketiganya saling berhubungan, tetapi bukan merupakan satu peristiwa sejarah yang sama. Pendekatan seperti ini diperlukan agar penulisan sejarah lokal tidak hanya menarik untuk dibaca, tetapi juga akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

10. Kesimpulan: Mengenal Gapura Berarti Mengenal Jati Diri Lamongan

Gapura Paduraksa Bersayap bukan sekadar bangunan yang menandai pintu masuk Kabupaten Lamongan. Di balik bentuknya terdapat hubungan dengan warisan arsitektur kompleks makam Sunan Sendang Duwur, tradisi seni bangunan klasik Nusantara, serta proses pertemuan kebudayaan Hindu dan Islam. Pemerintah Kabupaten Lamongan kemudian mengangkat arsitektur tersebut sebagai identitas gerbang daerah, yang pengaturannya antara lain tertuang dalam Peraturan Bupati Lamongan Nomor 15 Tahun 2017

Makna pentingnya terletak pada upaya menjadikan sejarah dan kebudayaan lokal sebagai bagian dari identitas wilayah. Namun, upaya itu akan lebih kuat apabila diikuti pendidikan sejarah, penelitian, dokumentasi, dan pelestarian yang berkelanjutan. Sebab, sebuah daerah tidak hanya dikenal dari nama kabupaten, luas wilayah, atau pembangunan infrastrukturnya, tetapi juga dari sejarah, nilai, dan kebudayaan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Gapura Paduraksa mengingatkan kita bahwa setiap simbol daerah memiliki cerita. Tugas masyarakat bukan hanya melewatinya setiap hari, tetapi juga mempelajari, memahami, dan menjaga makna yang terkandung di dalamnya. Jangan sampai kita bangga memiliki ikon budaya, tetapi justru tidak mengenal sejarah yang melahirkannya. Lamongan memiliki warisan sejarah yang patut dipelajari, dan mengenal Gapura Paduraksa adalah salah satu langkah awal untuk mengenal lebih dekat jati diri daerah sendiri.

    Tags: Akulturasi BudayaGapura Paduraksa LamonganGerbangIdentitas DaerahSejarahSimbol
    Share340Tweet213Share60Pin77SendShare
    Leaderboard apa apa
    Previous Post

    Monitoring dan Evaluasi Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Sport Center

    Next Post

    Lapas Bandanaira dan Koramil 1502-01/Banda Teken PKS Perkuat Sinergi Pengamanan

    Sami'an Harus Sukses

    Sami'an Harus Sukses

    Related Posts

    IMG 20261012 WA0003

    Hebat! Salwa Puteri Wijaya, Ukir Prestasi di Ajang Top Model dan Photogenic Jawa Barat

    12 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 10 at 17.27.21

    PMBG Salurkan 100 Tumbler ke Ponpes Al Falah Nurul Qolbi, Mohon Doa Jelang Kejuaraan

    12 October 2026
    1789828947456

    Guru Swasta Akan Gelar SIAGA II di Depan Gedung DPR RI 28 Oktober 2026

    11 October 2026
    IMG 20261009 WA0031 2

    IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo Ucapkan Selamat dan Sukses Musycab IPM Sukodadi XX

    11 October 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2026 10 12 at 11.11.13

    Lapas Bandanaira dan Koramil 1502-01/Banda Teken PKS Perkuat Sinergi Pengamanan

    IMG 20261012 WA0033

    Penyerahan Penghargaan Untuk Pegawai dan Magang Terbaik, sebagai Bentuk Apresiasi Kinerja

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    WhatsApp Image 2026 10 11 at 7.42.19 PM
    Berita Utama

    MAN 1 Yogyakarta Perkuat Sinergi dengan Orang Tua, Bahas Evaluasi dan Pengembangan Kelas Internasional

    by Humas MAN 1 Yogyakarta
    12 October 2026
    0

    Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Pengembangan Kelas Internasional membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan antara madrasah dan orang tua/wali murid. Untuk memperkuat...

    Read moreDetails
    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    27 August 2026
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    IMG 20261012 WA0033

    Penyerahan Penghargaan Untuk Pegawai dan Magang Terbaik, sebagai Bentuk Apresiasi Kinerja

    12 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 12 at 11.11.13

    Lapas Bandanaira dan Koramil 1502-01/Banda Teken PKS Perkuat Sinergi Pengamanan

    12 October 2026
    FB IMG 1791735575948

    Mengenal Sejarah Gapura Paduraksa Lamongan: Bukan Sekadar Gerbang, tetapi Simbol Sejarah, Akulturasi Budaya, dan Identitas Daerah

    12 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 01 at 19.39.03 1

    Monitoring dan Evaluasi Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Sport Center

    12 October 2026
    MG 1653 1

    Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan Hadiri Monitoring, Evaluasi, dan Pembinaan oleh Tim 3 Kementerian ATR/BPN

    12 October 2026
    DSC08564 1 1

    Monitoring dan Evaluasi Percepatan Pensertipikatan BMN serta Pengelolaan Informasi Geospasial Tematik

    12 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    PS DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita