Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard apa apa
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Mengatur Ekonomi di Usia Remaja

La Signoraa' by La Signoraa'
24 June 2026
in Opini
A A
0
women thinking about new ideas work project 23 2148776771 1
852
SHARES
1.2k
VIEWS

Mengatur Ekonomi di Usia Remaja: Bukan Soal Pelit, Tapi Soal Mandiri!

​Mendengar kata “ekonomi” atau “manajemen keuangan” mungkin terdengar sangat kaku dan dewasa. Bayangan kita langsung tertuju pada tagihan bulanan, pajak, atau orang kantoran yang pusing melihat grafik saham. Padahal, mengatur ekonomi sejak usia remaja adalah salah satu superpower terbaik yang bisa kamu miliki untuk masa depan.

​Mengatur uang di usia remaja bukan berarti kamu harus hidup pelit dan menolak diajak nongkrong oleh teman-teman. Ini adalah tentang cara mengendalikan uangmu, alih-alih membiarkan uang yang mengendalikan emosimu.

​Mengapa Harus Mulai Sekarang?

​Ada satu keuntungan besar yang dimiliki remaja dibanding orang dewasa: Waktu.

​Di usia remaja, kamu umumnya belum memiliki beban finansial yang berat seperti bayar cicilan rumah atau mencukupi kebutuhan keluarga. Uang yang kamu pegang—baik dari uang jajan orang tua maupun hasil kerja sampingan—bisa menjadi alat latihan yang sempurna. Jika kamu salah melangkah dan bokek, risikonya belum sefatal orang dewasa. Di sinilah tempat belajar paling aman.

​3 Langkah Praktis Mengatur Keuangan Remaja

​Tidak perlu teori yang rumit, kamu cukup menerapkan tiga langkah sederhana ini untuk menjaga dompetmu tetap sehat:

​1. Kenali Musuh Utamamu: FOMO dan Impulsive Buying

​Banyak remaja kehabisan uang di tengah bulan bukan karena kebutuhan pokok, melainkan karena godaan gengsi.

​FOMO (Fear of Missing Out): Perasaan takut tertinggal tren, seperti harus beli sepatu baru yang lagi viral atau nongkrong di kafe mahal demi estetik media sosial.

​Impulsive Buying: Kebiasaan membeli barang secara spontan tanpa berpikir panjang, terutama saat melihat diskon di e-commerce.

​Tips: Gunakan Aturan 24 Jam. Jika kamu melihat barang non-kebutuhan yang sangat ingin kamu beli, tunggu 24 jam. Biasanya, setelah satu hari, rasa “ngebet” itu akan hilang dan kamu akan sadar kalau barang itu tidak terlalu penting.

​2. Terapkan Rumus 50/30/20 (Versi Remaja)

​Jika orang dewasa menggunakan rumus ini untuk gaji, kamu bisa memodifikasinya sedikit untuk uang jajanmu:

​50% untuk Kebutuhan (Needs): Transportasi ke sekolah, kuota internet untuk belajar, atau makan siang.

​30% untuk Keinginan (Wants): Main game, nonton bioskop, atau beli camilan favorit.

​20% untuk Tabungan (Savings): Masuk ke celengan atau rekening khusus yang tidak boleh disentuh kecuali darurat atau untuk tujuan jangka panjang (misal: beli laptop baru).

​3. Mulai Catat Pengeluaran (Gunakan Aplikasi!)

​Kamu tidak akan tahu uangmu habis ke mana jika tidak pernah dicatat. Tahu-tahu, saldo ATM atau dompet digital sudah kritis.

Saat ini sudah banyak aplikasi pengatur keuangan gratis di ponsel yang seru dan mudah digunakan. Mencatat setiap pengeluaran akan memberikan efek psikologis yang membuatmu lebih mengerem keinginan belanja.

Baca Juga

https://diseasecalleddebt.com/wp-content/uploads/2021/09/car-loan1.jpeg

Trend Pengajuan Kredit Kendaraan Di Kalangan Gen-Z

24 June 2026
antrian bbm di aceh tenggara

Antrian Panjang yang disebabkan oleh panic buying terhadap kenaikan harga BBM

24 June 2026
Kenaikan harga minyak mentah dunia ibarat badai yang siap menerjang kapal bisnis. Dampaknya terasa luas, mulai dari peningkatan biaya operasional hingga pergeseran pola konsumsi. Bagi manajemen perusahaan, kondisi ini menuntut kelincahan, inovasi, dan pengambilan keputusan strategis yang tepat untuk bertahan dan bahkan berkembang di tengah ketidakpastian. Salah satu dampak paling langsung dari kenaikan harga minyak adalah lonjakan biaya produksi. Perusahaan yang sangat bergantung pada bahan bakar fosil, baik untuk operasional mesin, transportasi logistik, maupun sebagai bahan baku industri (misalnya petrokimia), akan merasakan beban biaya yang signifikan. Hal ini dapat mengikis margin keuntungan, menekan alokasi anggaran untuk pengembangan produk baru, atau bahkan memaksa perusahaan untuk menaikkan harga jual produknya. Kenaikan harga jual ini berisiko menurunkan daya saing, terutama jika pesaing mampu mengelola biaya dengan lebih baik atau memiliki sumber energi alternatif. Selain itu, rantai pasok global yang seringkali melibatkan transportasi jarak jauh juga menjadi semakin mahal. Biaya pengiriman barang, baik bahan baku maupun produk jadi, akan meningkat drastis. Hal ini dapat menyebabkan penundaan pengiriman, kelangkaan pasokan, dan ketidakpastian dalam perencanaan produksi dan persediaan. Manajemen perusahaan harus siap dengan skenario ini, misalnya dengan mencari pemasok lokal, mengoptimalkan rute logistik, atau bahkan mempertimbangkan perubahan desain produk agar membutuhkan lebih sedikit bahan baku atau komponen yang sensitif terhadap harga minyak. Dampak lainnya adalah perubahan perilaku konsumen. Ketika harga bahan bakar naik, daya beli konsumen cenderung menurun. Anggaran rumah tangga akan lebih terfokus pada kebutuhan pokok, dan pengeluaran untuk barang atau jasa yang dianggap sekunder atau tersier akan dikurangi. Perusahaan yang produknya masuk dalam kategori ini perlu waspada. Strategi pemasaran dan penjualan harus disesuaikan, mungkin dengan menawarkan produk yang lebih terjangkau, opsi pembayaran yang lebih fleksibel, atau menekankan nilai jangka panjang dari produk mereka.

Menavigasi Gelombang Kenaikan Harga Minyak: Tantangan dan Strategi Manajemen Perusahaan

24 June 2026
Lumba-Lumba Simbol Kecerdasan Dan Kebaikan Hati

Lumba-Lumba Simbol Kecerdasan Dan Kebaikan Hati

24 June 2026

​Memanfaatkan Peluang: Mulai Menghasilkan Uang Sendiri

​Mengatur ekonomi remaja tidak hanya soal menahan pengeluaran, tapi juga tentang melihat peluang untuk menambah pemasukan. Di era digital ini, remaja punya akses luar biasa untuk menghasilkan uang dari kamar tidur, seperti:

​Menjadi freelancer desain grafis atau penulis artikel jika punya keahlian.

​Membuat konten kreatif yang bermanfaat di media sosial.

​Membuka jasa les privat untuk adik kelas.

​Ketika kamu merasakan sendiri betapa lelahnya mencari uang, kamu secara otomatis akan menjadi lebih bijak dan menghargai setiap rupiah yang kamu keluarkan.

​Kesimpulan

​Bisa mengatur uang sejak muda akan membuatmu selangkah lebih maju dibanding teman-teman seusiamu. Saat mereka nanti bingung mengatur gaji pertama karena terbiasa boros, kamu sudah santai karena sudah memiliki habits (kebiasaan) keuangan yang matang. Jadi, yuk mulai kelola uangmu dari sekarang!

    Tags: ekonomiremaja
    Share341Tweet213Share60Pin77SendShare
    Leaderboard Satu Rumah
    Previous Post

    Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Perkuat Komitmen dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional

    Next Post

    Dapat Pembebasan Bersyarat, Satu Warga Binaan Lapas Bandanaira Hirup Udara Bebas ‎

    La Signoraa'

    La Signoraa'

    Related Posts

    https://diseasecalleddebt.com/wp-content/uploads/2021/09/car-loan1.jpeg

    Trend Pengajuan Kredit Kendaraan Di Kalangan Gen-Z

    24 June 2026
    antrian bbm di aceh tenggara

    Antrian Panjang yang disebabkan oleh panic buying terhadap kenaikan harga BBM

    24 June 2026
    Kenaikan harga minyak mentah dunia ibarat badai yang siap menerjang kapal bisnis. Dampaknya terasa luas, mulai dari peningkatan biaya operasional hingga pergeseran pola konsumsi. Bagi manajemen perusahaan, kondisi ini menuntut kelincahan, inovasi, dan pengambilan keputusan strategis yang tepat untuk bertahan dan bahkan berkembang di tengah ketidakpastian. Salah satu dampak paling langsung dari kenaikan harga minyak adalah lonjakan biaya produksi. Perusahaan yang sangat bergantung pada bahan bakar fosil, baik untuk operasional mesin, transportasi logistik, maupun sebagai bahan baku industri (misalnya petrokimia), akan merasakan beban biaya yang signifikan. Hal ini dapat mengikis margin keuntungan, menekan alokasi anggaran untuk pengembangan produk baru, atau bahkan memaksa perusahaan untuk menaikkan harga jual produknya. Kenaikan harga jual ini berisiko menurunkan daya saing, terutama jika pesaing mampu mengelola biaya dengan lebih baik atau memiliki sumber energi alternatif. Selain itu, rantai pasok global yang seringkali melibatkan transportasi jarak jauh juga menjadi semakin mahal. Biaya pengiriman barang, baik bahan baku maupun produk jadi, akan meningkat drastis. Hal ini dapat menyebabkan penundaan pengiriman, kelangkaan pasokan, dan ketidakpastian dalam perencanaan produksi dan persediaan. Manajemen perusahaan harus siap dengan skenario ini, misalnya dengan mencari pemasok lokal, mengoptimalkan rute logistik, atau bahkan mempertimbangkan perubahan desain produk agar membutuhkan lebih sedikit bahan baku atau komponen yang sensitif terhadap harga minyak. Dampak lainnya adalah perubahan perilaku konsumen. Ketika harga bahan bakar naik, daya beli konsumen cenderung menurun. Anggaran rumah tangga akan lebih terfokus pada kebutuhan pokok, dan pengeluaran untuk barang atau jasa yang dianggap sekunder atau tersier akan dikurangi. Perusahaan yang produknya masuk dalam kategori ini perlu waspada. Strategi pemasaran dan penjualan harus disesuaikan, mungkin dengan menawarkan produk yang lebih terjangkau, opsi pembayaran yang lebih fleksibel, atau menekankan nilai jangka panjang dari produk mereka.

    Menavigasi Gelombang Kenaikan Harga Minyak: Tantangan dan Strategi Manajemen Perusahaan

    24 June 2026
    Lumba-Lumba Simbol Kecerdasan Dan Kebaikan Hati

    Lumba-Lumba Simbol Kecerdasan Dan Kebaikan Hati

    24 June 2026
    Next Post
    IMG 20260624 WA0013

    Dapat Pembebasan Bersyarat, Satu Warga Binaan Lapas Bandanaira Hirup Udara Bebas ‎

    WhatsApp Image 2026 06 24 at 07.51.01

    Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bandanaira Sisir Blok Hunian Warga Binaan

    IMG 4345

    Desk Evaluasi Wawancara oleh Tim Penilai Internal (TPI) Kementerian ATR/BPN

    WhatsApp Image 2026 06 24 at 09.39.27

    Hakim Wasmat PN Bengkulu Sambangi Rutan Bengkulu, Lakukan Pengawasan dan Pemantauan

    94f53802 d8b3 4c24 ab3f 49e3f7f949c9

    Tim Kesehatan Kanwil Ditjenpas Bengkulu Lakukan Pemeriksaan Kesehatan WBP di Klinik Pratama Rutan Bengkulu

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)
    Berita Utama

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    by Salsabila Witri Susanto
    12 June 2026
    0

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat Kota Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengimbau seluruh masyarakat...

    Read moreDetails
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    6 May 2026
    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    24 April 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    https://diseasecalleddebt.com/wp-content/uploads/2021/09/car-loan1.jpeg

    Trend Pengajuan Kredit Kendaraan Di Kalangan Gen-Z

    24 June 2026
    IMG 20260624 WA0015

    Perkuat Keamanan, Lapas Arjasa Laksanakan Penggeledahan Blok Hunian Secara Rutin

    24 June 2026
    antrian bbm di aceh tenggara

    Antrian Panjang yang disebabkan oleh panic buying terhadap kenaikan harga BBM

    24 June 2026
    Kenaikan harga minyak mentah dunia ibarat badai yang siap menerjang kapal bisnis. Dampaknya terasa luas, mulai dari peningkatan biaya operasional hingga pergeseran pola konsumsi. Bagi manajemen perusahaan, kondisi ini menuntut kelincahan, inovasi, dan pengambilan keputusan strategis yang tepat untuk bertahan dan bahkan berkembang di tengah ketidakpastian. Salah satu dampak paling langsung dari kenaikan harga minyak adalah lonjakan biaya produksi. Perusahaan yang sangat bergantung pada bahan bakar fosil, baik untuk operasional mesin, transportasi logistik, maupun sebagai bahan baku industri (misalnya petrokimia), akan merasakan beban biaya yang signifikan. Hal ini dapat mengikis margin keuntungan, menekan alokasi anggaran untuk pengembangan produk baru, atau bahkan memaksa perusahaan untuk menaikkan harga jual produknya. Kenaikan harga jual ini berisiko menurunkan daya saing, terutama jika pesaing mampu mengelola biaya dengan lebih baik atau memiliki sumber energi alternatif. Selain itu, rantai pasok global yang seringkali melibatkan transportasi jarak jauh juga menjadi semakin mahal. Biaya pengiriman barang, baik bahan baku maupun produk jadi, akan meningkat drastis. Hal ini dapat menyebabkan penundaan pengiriman, kelangkaan pasokan, dan ketidakpastian dalam perencanaan produksi dan persediaan. Manajemen perusahaan harus siap dengan skenario ini, misalnya dengan mencari pemasok lokal, mengoptimalkan rute logistik, atau bahkan mempertimbangkan perubahan desain produk agar membutuhkan lebih sedikit bahan baku atau komponen yang sensitif terhadap harga minyak. Dampak lainnya adalah perubahan perilaku konsumen. Ketika harga bahan bakar naik, daya beli konsumen cenderung menurun. Anggaran rumah tangga akan lebih terfokus pada kebutuhan pokok, dan pengeluaran untuk barang atau jasa yang dianggap sekunder atau tersier akan dikurangi. Perusahaan yang produknya masuk dalam kategori ini perlu waspada. Strategi pemasaran dan penjualan harus disesuaikan, mungkin dengan menawarkan produk yang lebih terjangkau, opsi pembayaran yang lebih fleksibel, atau menekankan nilai jangka panjang dari produk mereka.

    Menavigasi Gelombang Kenaikan Harga Minyak: Tantangan dan Strategi Manajemen Perusahaan

    24 June 2026
    Lumba-Lumba Simbol Kecerdasan Dan Kebaikan Hati

    Lumba-Lumba Simbol Kecerdasan Dan Kebaikan Hati

    24 June 2026
    Lapas Bengkulu, Kalapas Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Dirjenpas Mashudi, SDP Pemasyarakatan

    Dirjenpas Mashudi Tekankan Akurasi Data SDP, Lapas Bengkulu Ikut Pengarahan Nasional

    24 June 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan Guest Post
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita