Banda Naira, INFO_PAS – Satu Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali menghirup udara bebas setelah memperoleh hak integrasi berupa Pembebasan Bersyarat (PB), Selasa (23/6). Pemberian hak integrasi ini merupakan bagian dari upaya Pemasyarakatan dalam mendukung proses reintegrasi sosial Warga Binaan sekaligus membantu mengurangi tingkat overkapasitas (overcapacity) dan kepadatan penghuni (overcrowding) di dalam Lapas.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan bahwa pemberian Pembebasan Bersyarat merupakan hak Warga Binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif serta aktif mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana.
”Pembebasan Bersyarat bukanlah pemberian secara cuma-cuma, melainkan hak yang diperoleh melalui proses evaluasi yang ketat. Warga Binaan harus memenuhi berbagai persyaratan, menunjukkan sikap yang baik, serta mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh,” ujar Samad.
Ia menambahkan bahwa program integrasi menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan di dalam Lapas, sekaligus menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk kembali beradaptasi dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.L
”Kami berharap pembebasan bersyarat ini menjadi awal yang baik bagi mereka untuk kembali berkontribusi positif di masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Warga Binaan yang menerima Pembebasan Bersyarat, Gio, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan dan berkomitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik bersama keluarga serta tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan.
”Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Pembebasan Bersyarat. Terima kasih kepada petugas Lapas yang telah membimbing saya selama menjalani pembinaan. Saya berjanji akan menjalani kehidupan yang lebih baik, kembali bersama keluarga, dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,” ungkapnya.
Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat ini juga menjadi wujud komitmen Lapas Bandanaira dalam mendukung proses reintegrasi sosial Warga Binaan, sehingga mereka dapat kembali menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan diterima oleh masyarakat. (Humas/LT)






















