Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Satu Rumah
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Restrukturisasi dan Merger BUMN Digencarkan, Seberapa Besar Penghematan Biaya yang Bisa Dihasilkan?

dhava mauliddino by dhava mauliddino
13 October 2026
in Opini
A A
0
Ilustrasi/Sumber: Generated by AI
854
SHARES
1.2k
VIEWS

Ratusan perusahaan pelat merah tengah dirapikan. Dari sekitar 1.077 BUMN dan anak-cucu usahanya, pemerintah lewat Badan Pengelola Investasi Danantara menargetkan jumlahnya menyusut tinggal 200 sampai 300 perusahaan saja pada akhir tahun ini. Bukan cuma soal mengurangi angka di atas kertas, langkah ini digadang-gadang bisa memangkas ongkos operasional yang selama ini dinilai gemuk dan kurang produktif.

Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung soal ini secara gamblang. Menurutnya, ratusan BUMN yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri membutuhkan direksi, komisaris, dan struktur organisasi masing-masing, padahal tidak semuanya menghasilkan laba. “Perusahaan tidak untung, hanya bayar overhead,” katanya, merujuk pada beban gaji jajaran pengurus di ratusan BUMN yang justru merugi selama ini.

Dari likuidasi sampai merger, begini polanya

Badan Pengaturan BUMN membagi proses perampingan ini ke dalam empat kategori. Perusahaan dengan utang yang sudah melebihi aset dan tidak lagi kompetitif diarahkan untuk dilikuidasi. Perusahaan kecil yang berada di luar bisnis inti holding akan didivestasi. Sementara itu, perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor sejenis, misalnya rumah sakit, perhotelan, atau logistik, akan dikonsolidasikan menjadi satu entitas supaya skala usahanya lebih besar. Adapun BUMN yang dianggap strategis bagi ekonomi dan pertahanan nasional justru akan terus dikembangkan.

Salah satu contoh konsolidasi yang sudah berjalan ada di sektor manajemen investasi. Pertengahan tahun ini, Danantara Asset Management resmi mengambil alih empat perusahaan manajer investasi milik bank-bank BUMN, yaitu Mandiri Manajemen Investasi, BRI Manajemen Investasi, BNI Asset Management, dan PNM Investment Management. Total dana kelolaan gabungan keempatnya tercatat lebih dari Rp170 triliun per Juni 2026. Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyebut langkah ini bukan sekadar transaksi jual beli saham biasa. “Ini merupakan langkah besar untuk memperkuat industri manajemen investasi nasional,” ujarnya.

Ekonom Universitas Andalas, Fajri Adrianto, menilai penggabungan semacam ini umumnya membawa dua sumber keuntungan sekaligus. “Sinerginya bisa berasal dari penguatan pendapatan dan efisiensi biaya,” katanya, sembari menambahkan bahwa penghematan biaya biasanya menjadi manfaat yang paling cepat terasa begitu proses merger selesai.

Pola serupa juga tengah disiapkan untuk BUMN karya. Tujuh perusahaan konstruksi pelat merah, yakni Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Adhi Karya, PTPP, Brantas Abipraya, dan Nindya Karya, rencananya dipangkas menjadi tiga entitas saja. Merger antara Adhi Karya dan PTPP disebut-sebut menjadi salah satu langkah awal yang ditargetkan rampung akhir tahun ini, meski hingga sekarang belum ditentukan perusahaan mana yang akan menjadi entitas bertahan.

Baca Juga

ketika angka menipu naluri natural

Ketika Angka Menipu Naluri: Mengapa Keputusan Bisnis yang Tampak Menguntungkan Belum Tentu Menciptakan Nilai?

13 October 2026
WhatsApp Image 2026 10 13 at 17.00.36

Perdagangan sebagai Mesin Penggerak Pembangunan

13 October 2026
956d7385 5610 4947 8cf4 04ef061790c7

Titik Impas, Titik Terang: Memanfaatkan Analisis Cost-Volume-Profit untuk Menentukan Kapan Bisnis Mulai Untung

13 October 2026
Strategi Efisiensi Laporan Keuangan di Era Digital untuk UMKM 960x675 1

Mengendalikan Biaya Usaha Era Digital Melalui Peran Akuntansi Manajemen Bagi UMKM

13 October 2026

Angka penghematan yang disebut pemerintah

Soal besaran penghematan, pemerintah menyebut potensi penghematan biaya overhead BUMN sudah mencapai sekitar Rp50 triliun. Angka ini muncul dari penyederhanaan struktur organisasi dan pengurangan tumpang tindih fungsi antarperusahaan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri meski bergerak di bidang yang mirip. Sejumlah ekonom menilai potensi penghematan langsung dari program konsolidasi ini bisa berada di kisaran yang sama, seiring makin sedikitnya entitas yang harus dibiayai operasionalnya masing-masing.

Kondisi keuangan BUMN sendiri jadi salah satu alasan mengapa langkah ini dianggap mendesak. Sekitar separuh dari total BUMN yang ada tercatat masih merugi, dengan akumulasi kerugian mencapai sekitar Rp20 triliun. Di sisi lain, pemerintah menargetkan laba gabungan BUMN bisa tembus Rp360 triliun pada tahun ini, sehingga perusahaan yang sehat diharapkan bisa menutup, bahkan mengangkat performa keseluruhan portofolio.

Kenapa soal biaya ini jadi perhatian besar

Dalam bahasa yang lebih sederhana, setiap perusahaan sebenarnya selalu menghadapi pilihan antara berapa besar sumber daya yang dikorbankan dan seberapa besar hasil yang didapat. Kalau ongkos yang dikeluarkan lebih rendah dibanding standar atau target yang ditetapkan, perusahaan bisa dibilang bekerja lebih efisien. Sebaliknya, kalau biaya terus membengkak tanpa diimbangi hasil yang sepadan, itu pertanda ada yang perlu dibenahi.

Informasi soal biaya, pemasukan, dan hasil kerja perusahaan semacam ini biasanya jadi bahan utama manajemen sebelum mengambil keputusan besar. Bukan cuma soal untung-rugi, tapi juga dipakai untuk menilai apakah suatu unit usaha masih layak dipertahankan, perlu digabung dengan unit lain, atau malah harus ditutup. Proses menata ulang struktur bisnis dan keuangan seperti yang sedang dilakukan Danantara pada dasarnya juga berangkat dari pertimbangan semacam ini: perusahaan yang terus merugi dan tidak mampu memenuhi kewajibannya biasanya butuh suntikan modal kerja baru, evaluasi ulang atas asetnya, sampai perbaikan struktur utang sebelum bisa berjalan normal lagi.

Penghematan belum tentu sama dengan efisiensi

Meski angka penghematan yang disebut pemerintah terdengar besar, penurunan biaya saja belum cukup jadi bukti bahwa proses restrukturisasi berhasil. Ongkos operasional yang turun perlu dilihat berbarengan dengan apa yang dihasilkan perusahaan setelahnya, mulai dari kualitas layanan, kecepatan proyek selesai, sampai kemampuan bersaing di pasar. Kalau biaya turun tapi kinerja ikut merosot, itu bukan efisiensi, melainkan sekadar pemangkasan yang bisa jadi merugikan dalam jangka panjang.

Sejumlah analis pasar modal juga mengingatkan bahwa hasil merger tidak otomatis positif. Beberapa peneliti sekuritas menilai merger baru benar-benar menguntungkan kalau dilakukan setelah perusahaan membereskan dulu persoalan utang dan arus kasnya. Kalau proses penggabungan dipaksakan terburu-buru tanpa neraca yang sehat, risikonya justru menyatukan masalah, bukan menyatukan kekuatan usaha.

Restrukturisasi dan merger juga punya biayanya sendiri

Ada satu hal yang kerap luput dari sorotan publik, yaitu proses reorganisasi atau merger itu sendiri tidak gratis. Menggabungkan dua perusahaan atau lebih menjadi satu entitas baru butuh proses hukum, penyesuaian sistem, sampai penataan ulang organisasi yang semuanya memakan biaya dan waktu. Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer, mengingatkan ada kemungkinan “biaya integrasi dan penyesuaian organisasi yang bisa menekan kinerja dalam jangka pendek” sebelum manfaat penggabungan benar-benar terasa oleh perusahaan.

Pemerintah tampaknya menyadari beban ini. Lewat aturan yang berlaku sejak awal tahun, transaksi merger dan akuisisi BUMN diberi insentif berupa pembebasan pajak sampai 2029. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan jangka waktu insentif itu sudah diperhitungkan matang. “Kami kasih waktu tiga tahun sampai 2029,” ujarnya, sebelum skema perpajakan normal kembali berlaku untuk seluruh transaksi merger dan akuisisi BUMN. Kebijakan ini disiapkan supaya perusahaan pelat merah tidak perlu menanggung beban pajak tambahan saat proses konsolidasi berlangsung, sekaligus memberi waktu lebih panjang bagi perusahaan untuk menuntaskan proses reorganisasi keuangannya sebelum benar-benar melebur.

Yang perlu terus dipantau ke depan

Setelah proses penggabungan rampung, pekerjaan sebenarnya baru dimulai. Perusahaan hasil merger perlu membuktikan bahwa skala usaha yang lebih besar benar-benar diikuti pengelolaan sumber daya yang lebih baik, bukan sekadar penggabungan nama di atas kertas. Produktivitas karyawan, kualitas layanan ke publik, sampai kemampuan bersaing dengan perusahaan swasta sejenis akan jadi tolok ukur yang lebih jujur dibanding sekadar angka penghematan biaya di awal.

Danantara sendiri menegaskan proses perampingan ini tidak akan diikuti pemutusan hubungan kerja massal, meski jumlah entitas berkurang drastis. Bagaimana komitmen ini dijalankan di lapangan, sekaligus apakah efisiensi biaya yang digembar-gemborkan benar-benar berujung pada kinerja perusahaan yang lebih sehat, masih akan terus dipantau seiring proses restrukturisasi BUMN yang ditargetkan tuntas akhir tahun ini.

    Tags: BUMNMergerPenghematan BiayaRestrukturisasi
    Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
    Leaderboard apa apa
    Previous Post

    Ketika Angka Menipu Naluri: Mengapa Keputusan Bisnis yang Tampak Menguntungkan Belum Tentu Menciptakan Nilai?

    dhava mauliddino

    dhava mauliddino

    Related Posts

    ketika angka menipu naluri natural

    Ketika Angka Menipu Naluri: Mengapa Keputusan Bisnis yang Tampak Menguntungkan Belum Tentu Menciptakan Nilai?

    13 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 13 at 17.00.36

    Perdagangan sebagai Mesin Penggerak Pembangunan

    13 October 2026
    956d7385 5610 4947 8cf4 04ef061790c7

    Titik Impas, Titik Terang: Memanfaatkan Analisis Cost-Volume-Profit untuk Menentukan Kapan Bisnis Mulai Untung

    13 October 2026
    Strategi Efisiensi Laporan Keuangan di Era Digital untuk UMKM 960x675 1

    Mengendalikan Biaya Usaha Era Digital Melalui Peran Akuntansi Manajemen Bagi UMKM

    13 October 2026
    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Ilustrasi/Sumber: Generated by AI

    Restrukturisasi dan Merger BUMN Digencarkan, Seberapa Besar Penghematan Biaya yang Bisa Dihasilkan?

    13 October 2026
    ketika angka menipu naluri natural

    Ketika Angka Menipu Naluri: Mengapa Keputusan Bisnis yang Tampak Menguntungkan Belum Tentu Menciptakan Nilai?

    13 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 13 at 4.47.39 PM

    MAN 1 Yogyakarta Perkuat Pembelajaran Adaptif dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

    13 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 13 at 2.42.22 PM

    Ubah Tembok Kota Jadi Galeri Seni, Sulap MAN 1 Yogyakarta Jadi Kanvas Mahakarya

    13 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 13 at 2.20.04 PM

    Perkuat Sinergi dan Transformasi Tata Kelola, MAN 1 Yogyakarta Sambut Kunjungan Studi Banding MAN 1 Mataram

    13 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 13 at 12.06.42 PM 1

    Mansa English Corner, Cara MAN 1 Yogyakarta Hidupkan Budaya Berbahasa Inggris

    13 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Salsa
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita