Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menyerahkan persyaratan pendidikan kesetaraan peserta didik baru kepada PKBM Bina Insani Firaas untuk diunggah ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Mojokerto mendukung pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan, sekaligus mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jumat (18/9/2026).
Penyerahan persyaratan dilakukan oleh jajaran Lapas Mojokerto yang terdiri dari Kasi Bimnadik dan Giatja, Kasubsi Registrasi, serta petugas pembinaan. Dalam kesempatan tersebut, jajaran Lapas juga berkoordinasi dengan pihak PKBM Bina Insani Firaas terkait penjadwalan kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik agar pelaksanaannya dapat berjalan secara tertib dan terarah.
Kasi Bimnadik dan Giatja Lapas Mojokerto, Anggi Fauzi, mengatakan bahwa kelengkapan administrasi menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pendidikan warga binaan. “Kami terus mendorong warga binaan untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan. Melalui koordinasi dengan PKBM Bina Insani Firaas, kami berharap proses administrasi dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kepala PKBM Bina Insani Firaas, Ludi Wishnu Wardana, turut mendukung proses pendidikan kesetaraan bagi peserta didik dari Lapas Mojokerto. Koordinasi antara kedua pihak dilakukan untuk memastikan proses pendataan peserta didik serta persiapan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
Terpisah, Kalapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan dukungannya terhadap program pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan. “Pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan. Kami mendukung setiap upaya yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pendidikan sebagai bekal dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sebelum kembali ke masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan bagi warga binaan,” ujarnya.
Melalui koordinasi bersama PKBM Bina Insani Firaas, Lapas Mojokerto terus berupaya mendukung pelaksanaan pendidikan yang berkelanjutan bagi warga binaan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat program pembinaan sekaligus memberikan bekal pendidikan yang bermanfaat bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.





















