Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu menerima kunjungan anggota Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu dalam rangka koordinasi terkait pelaksanaan program pembinaan kerohanian bagi warga binaan, Kamis (04/06).
Kegiatan koordinasi tersebut berlangsung di ruang kerja Kasubsi Registrasi Lapas Kelas IIA Bengkulu dan dihadiri oleh Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) M. Aris Kurniawan, Kasubsi Registrasi M. Kevin Yosiva, serta Kasubsi Sarana Kerja Yudi Chandra.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan pembinaan kepribadian, khususnya di bidang kerohanian, bagi warga binaan pemasyarakatan. Dalam suasana yang penuh keakraban dan semangat kolaborasi, kedua belah pihak membahas berbagai bentuk kerja sama yang dapat dilaksanakan guna meningkatkan kualitas pembinaan spiritual di lingkungan Lapas Bengkulu.
Kasubsi Bimkemaswat, M. Aris Kurniawan, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan warga binaan dapat meningkatkan kesadaran diri, memperkuat nilai-nilai moral, serta mempersiapkan diri untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Polresta Bengkulu menyambut baik sinergi yang terjalin dengan Lapas Bengkulu. Koordinasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperluas kerja sama pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, khususnya dalam menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kehidupan beragama yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan perhatian dari Polresta Bengkulu terhadap program pembinaan di Lapas. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada proses reintegrasi sosial.
Melalui koordinasi ini, Lapas Kelas IIA Bengkulu berharap program pembinaan kerohanian dapat semakin optimal sehingga mampu memberikan dampak positif bagi perubahan perilaku dan pembentukan karakter warga binaan selama menjalani masa pidana.




















