Bengkulu —Semangat untuk terus belajar tidak berhenti meski berada di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Hal tersebut terlihat dari warga binaan Lapas Kelas IIA Bengkulu yang kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, Sabtu (3/10).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan kepribadian yang terus dilakukan Lapas Bengkulu melalui pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan. Bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Songo Langit, program pendidikan kesetaraan dilaksanakan secara rutin sebagai ruang bagi warga binaan untuk tetap belajar dan mengembangkan potensi diri selama menjalani masa pidana.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mengikuti pembelajaran sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditempuh. Mereka tampak mengikuti proses belajar dengan tertib dan antusias, didampingi tenaga pendidik dari PKBM Songo Langit serta mendapat dukungan dari jajaran Lapas Bengkulu.
Program Paket A, B, dan C diperuntukkan bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Melalui program ini, mereka diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus memperoleh pengetahuan yang dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali ke lingkungan masyarakat.
Bagi sebagian warga binaan, kesempatan mengikuti pendidikan menjadi bagian penting dari perjalanan untuk memperbaiki diri. Ruang belajar yang tersedia di dalam Lapas memberikan kesempatan untuk tetap mengejar pendidikan, meskipun kondisi kehidupan mereka saat ini berbeda dari masyarakat pada umumnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam proses pembinaan warga binaan.
“Semangat belajar yang terus dijaga ini tentu menjadi hal positif dalam proses pembinaan. Kami ingin warga binaan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Julianto.
Ia menambahkan, keberlangsungan program pendidikan kesetaraan tidak terlepas dari sinergi antara Lapas Bengkulu dan PKBM Songo Langit. Kerja sama tersebut diharapkan dapat terus mendukung terselenggaranya pendidikan yang dapat diakses oleh warga binaan secara berkelanjutan.
Selain memberikan pengetahuan akademik, kegiatan belajar juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses perubahan positif selama warga binaan menjalani masa pembinaan.
Pelaksanaan pendidikan kesetaraan secara rutin menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Bengkulu tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan masa depan.
Melalui akses pendidikan yang terus dibuka, Lapas Kelas IIA Bengkulu berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Sebab, kesempatan untuk berubah dapat dimulai dari hal sederhana, kemauan untuk terus belajar dan menyiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.




















