Banda Naira, INFO_PAS – Suasana hangat, haru, dan penuh kebanggaan menyelimuti Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira saat pelepasan peserta Magang program Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch II, Selasa (26/5).
Kegiatan tersebut menjadi penutup perjalanan tiga peserta magang setelah menjalani proses pembelajaran dan pengabdian di lingkungan Lapas Bandanaira dengan penuh semangat, disiplin, dan dedikasi tinggi. Tiga peserta magang tersebut yakni Dhea Ranul Tuasikal, Maryani Tuanaya, dan Iqbal Arodes.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan para peserta magang selama berada di lingkungan Lapas.
”Program magang ini bukan hanya menjadi sarana belajar bagi peserta, tetapi juga menghadirkan energi baru dan inovasi dalam mendukung pelaksanaan tugas di Lapas Bandanaira. Kami melihat semangat, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang ditunjukkan selama menjalani kegiatan magang patut diapresiasi,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama magang dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta untuk menghadapi dunia kerja maupun pengabdian di tengah masyarakat.
”Semoga pengalaman yang didapat di sini dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi positif di mana pun berada,” tambahnya
Momen pelepasan semakin mengharukan saat salah satu peserta magang, Maryani Tuanaya, menyampaikan kesan dan pesan mewakili rekan-rekannya. Dengan suara bergetar, ia mengaku bangga sekaligus sedih karena perjalanan magang yang dimulai sejak 29 November 2025 kini telah berakhir.
”Awalnya saya datang ke Lapas dengan rasa takut dan canggung. Saya sempat berpikir apakah mampu menyelesaikan magang ini. Namun seiring waktu, kami mulai belajar beradaptasi hingga akhirnya merasa nyaman menjadi bagian dari keluarga besar Lapas Bandanaira,” ungkapnya.
Maryani, yang akrab dipanggil Maya, mengatakan pengalaman magang tersebut menjadi pengalaman pertama yang sangat berharga dalam dunia kerja. Selama berada di Lapas Bandanaira, dirinya banyak belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, dan pentingnya kerja sama dalam lingkungan kerja.
”Di sini kami bukan hanya dianggap peserta magang, tetapi benar-benar diterima sebagai keluarga. Terima kasih kepada mentor dan seluruh pegawai Lapas Bandanaira yang selalu membimbing kami dengan penuh kesabaran serta melibatkan kami dalam berbagai kegiatan,” lanjutnya.
Maya juga menyampaikan pesan kepada peserta magang Batch III agar tetap semangat menjalani proses pembelajaran hingga selesai. Menurutnya, akhir dari perjalanan magang bukanlah sebuah perpisahan, melainkan awal menuju perjalanan karier yang lebih besar. (Humas/LT)
















