Pelataran, Surabaya, (25/5/2026) – Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh mahasiswa-mahasiswi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok C7 yang berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada 22–24 Mei 2026 di lingkungan Pondok Benowo Indah RW 12. Kehadiran para mahasiswa tidak hanya membawa program kerja berbasis akademik, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan, kepedulian sosial, serta energi positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga para orang tua. Selama pelaksanaan kegiatan, hubungan antara warga dan mahasiswa terjalin begitu hangat sehingga keberadaan KKN tersebut terasa lebih dari sekadar agenda pengabdian formal, melainkan menjadi ruang kolaborasi sosial yang mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Antusiasme warga sudah terlihat sejak hari pertama pelaksanaan kegiatan. Acara pembukaan berlangsung meriah dan disambut langsung oleh Ketua RW 12 beserta para Ketua RT 1 hingga RT 4, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang memenuhi area kegiatan. Kehadiran Dosen Pembimbing Lapangan, Drh. Hana Cipka Pramuda Wardhani, turut memberikan semangat tersendiri bagi mahasiswa maupun masyarakat. Suasana pembukaan terasa akrab dan penuh kehangatan, mencerminkan penerimaan masyarakat terhadap program-program yang akan dijalankan selama tiga hari ke depan. Sambutan yang diberikan oleh warga menjadi gambaran bahwa masyarakat menaruh harapan besar terhadap kontribusi mahasiswa dalam membantu memberikan edukasi serta aktivitas yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Rangkaian program pada hari pertama difokuskan pada edukasi lintas bidang yang dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat di era modern. Mahasiswa dari Fakultas Teknik membuka kegiatan dengan sosialisasi bertema edukasi kewaspadaan terhadap tautan palsu atau link scam yang banyak beredar melalui WhatsApp dan berbagai aplikasi digital lainnya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan berbagai modus penipuan digital yang kerap menyasar masyarakat melalui pesan singkat, undangan palsu, hingga tautan hadiah yang berpotensi mencuri data pribadi pengguna. Materi tersebut menjadi sangat relevan mengingat maraknya kasus penipuan digital yang menyasar masyarakat melalui media sosial maupun pesan singkat. Tidak hanya membahas modus penipuan digital, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai cara mengenali konten berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang mulai banyak beredar di internet. Warga terlihat aktif bertanya dan berdiskusi karena materi tersebut dinilai sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Edukasi digital semacam ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan literasi teknologi masyarakat agar lebih kritis, waspada, dan tidak mudah tertipu oleh informasi palsu yang beredar di ruang digital.
Setelah sesi teknologi digital, kegiatan dilanjutkan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang memberikan pemahaman mengenai pengembangan UMKM pada era digitalisasi. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas pentingnya pemasaran digital, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi usaha. Para pelaku UMKM yang hadir tampak antusias mengikuti penjelasan mengenai strategi pemasaran sederhana namun efektif untuk meningkatkan daya saing usaha rumahan. Edukasi tersebut memberikan wawasan baru bagi warga mengenai pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi agar usaha kecil tetap mampu bertahan di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis. Kehadiran mahasiswa menjadi jembatan pengetahuan yang membantu masyarakat memahami perkembangan dunia usaha secara lebih praktis dan mudah dipahami.

Kontribusi pada hari pertama kemudian dilengkapi oleh mahasiswa Fakultas Pertanian yang menghadirkan edukasi mengenai budidaya bibit tanaman. Program tersebut tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga disertai pembagian bibit tanaman kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap penghijauan lingkungan sekaligus pemanfaatan lahan rumah tangga secara produktif. Warga terlihat bersemangat menerima bibit yang dibagikan karena kegiatan tersebut dianggap mampu mendorong kebiasaan bercocok tanam sederhana di lingkungan rumah masing-masing. Kehadiran program pertanian ini menunjukkan bahwa KKN tidak hanya berorientasi pada edukasi sosial dan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek ketahanan lingkungan dan kesadaran hidup hijau di tengah masyarakat perkotaan.
Memasuki hari kedua, suasana kebersamaan semakin terasa melalui pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran. Program tersebut menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati warga karena memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka secara langsung tanpa dipungut biaya. Pemeriksaan gula darah dilakukan menggunakan sampel darah sederhana sehingga warga dapat memahami kondisi tubuh mereka sejak dini. Banyak warga lanjut usia maupun ibu rumah tangga yang terlihat antusias mengikuti pemeriksaan tersebut. Kehadiran layanan kesehatan gratis ini memberikan manfaat nyata karena tidak sedikit masyarakat yang selama ini jarang melakukan pengecekan kesehatan rutin akibat keterbatasan waktu maupun biaya.
Kegiatan edukatif kemudian berlanjut melalui program dari Fakultas Hukum yang mengangkat tema pentingnya anti bullying di Indonesia. Sasaran utama kegiatan ini adalah anak-anak, mengingat edukasi mengenai bullying perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak mampu memahami dampak psikologis maupun sosial dari tindakan perundungan. Materi disampaikan dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami sehingga anak-anak terlihat aktif mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Tidak hanya mendengarkan penjelasan, peserta juga diajak berdiskusi mengenai pengalaman sehari-hari di lingkungan sekolah maupun pertemanan. Pendekatan edukatif yang diselingi permainan dan sesi tanya jawab membuat suasana menjadi lebih interaktif serta tidak membosankan bagi anak-anak.
Mahasiswa juga menghadirkan aktivitas belajar mengajar tambahan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan anak-anak di lingkungan RW 12. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar alternatif yang membantu anak-anak memperoleh pengetahuan baru di luar jam sekolah formal. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan anak-anak menciptakan suasana yang hangat sekaligus menyenangkan. Banyak anak terlihat menikmati proses belajar karena materi dikemas secara santai dan komunikatif. Aktivitas ini secara tidak langsung juga menjadi upaya membangun kembali semangat belajar anak-anak yang mulai banyak menghabiskan waktu dengan penggunaan telepon genggam dan permainan digital di rumah.
Suasana malam pada hari kedua semakin semarak melalui kegiatan nonton bareng film “Laskar Pelangi” yang digelar di lapangan balai RW. Film bertema pendidikan tersebut dipilih karena mengandung pesan moral tentang perjuangan, mimpi, dan semangat meraih pendidikan. Menariknya, kegiatan nobar tidak hanya dihadiri anak-anak, tetapi juga warga dewasa yang turut berkumpul menikmati suasana kebersamaan. Lapangan balai RW berubah menjadi ruang hiburan sederhana yang dipenuhi gelak tawa dan interaksi hangat antarwarga. Momentum tersebut memperlihatkan bahwa program KKN tidak hanya berfokus pada edukasi formal, tetapi juga mampu menciptakan ruang sosial yang mempererat hubungan antarmasyarakat.
Keseruan kegiatan berlanjut pada hari ketiga yang diawali dengan senam pagi bersama sejak pukul enam pagi. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh salah satu warga sehingga menciptakan suasana kekeluargaan yang lebih dekat antara mahasiswa dan masyarakat. Senam pagi menjadi simbol semangat hidup sehat sekaligus bentuk kebersamaan yang memperlihatkan tingginya partisipasi warga selama kegiatan berlangsung. Setelah senam, mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Fakultas Pertanian juga turut melakukan penanaman tanaman toga dan tanaman hotikultura di taman toga milik warga sebagai upaya memperkuat pemanfaatan tanaman herbal keluarga di lingkungan RW 12. Penanaman toga tersebut disambut antusias oleh warga karena selain memperindah lingkungan, tanaman herbal dinilai memiliki manfaat kesehatan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas tersebut memperlihatkan tingginya kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan kawasan hijau yang lebih sehat dan asri. Warga bahkan turut menyediakan makanan dan minuman sebagai bentuk apresiasi terhadap mahasiswa yang terlibat langsung dalam kegiatan kebersihan tersebut.

Program berikutnya berasal dari Fakultas Kedokteran Hewan yang mengadakan pemeriksaan hewan gratis di balai RW. Program ini menjadi perhatian tersendiri karena tidak banyak kegiatan KKN yang menghadirkan layanan kesehatan hewan secara langsung kepada masyarakat. Pemeriksaan dilakukan terhadap hewan peliharaan warga, khususnya kucing, sekaligus pemberian obat cacing secara gratis. Drh. Hana Cipka Pramuda Wardhani turut mendampingi jalannya kegiatan sehingga pelaksanaan pemeriksaan berlangsung lebih optimal. Mahasiswa tidak hanya menunggu warga datang ke balai RW, tetapi juga mendatangi rumah-rumah warga untuk memperluas jangkauan layanan pemeriksaan hewan. Pendekatan jemput bola tersebut menunjukkan keseriusan mahasiswa dalam memastikan manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Kegiatan hari terakhir semakin meriah dengan adanya lomba mewarnai untuk anak-anak. Lomba tersebut dirancang sebagai sarana pengembangan kreativitas sekaligus membangun rasa percaya diri anak melalui aktivitas seni sederhana. Tawa dan semangat anak-anak memenuhi area kegiatan saat mereka berlomba menunjukkan hasil karya terbaiknya. Kehadiran lomba mewarnai juga menjadi penutup yang manis bagi rangkaian program KKN karena mampu meninggalkan kesan menyenangkan bagi anak-anak maupun orang tua yang hadir mendampingi. Acara penutupan berlangsung penuh haru dan apresiasi. Ketua RW menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa-mahasiswi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Kelompok C7 atas kontribusi yang telah diberikan kepada masyarakat Pondok Benowo Indah RW 12. Meskipun hanya berlangsung selama tiga hari, keberadaan mahasiswa dinilai mampu memberikan dampak positif yang nyata, terutama dalam meningkatkan aktivitas sosial anak-anak, memperluas wawasan masyarakat mengenai kesehatan dan teknologi, serta mempererat semangat gotong royong di lingkungan warga.
Kedekatan yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat menjadi salah satu hal paling berkesan selama pelaksanaan KKN tersebut. Banyak warga merasa waktu tiga hari terasa begitu singkat karena suasana kebersamaan yang sudah terbangun dengan baik. Anak-anak yang sebelumnya lebih sering menghabiskan waktu bermain gawai mulai kembali aktif mengikuti kegiatan sosial dan belajar bersama teman-temannya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial semata, tetapi juga mampu menciptakan perubahan sosial sederhana yang memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.
Pelaksanaan KKN Kelompok C7 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya akhirnya menjadi gambaran nyata bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang bermakna. Melalui pendekatan edukatif, sosial, kesehatan, hingga lingkungan, mahasiswa berhasil menghadirkan program yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Kehangatan interaksi yang tercipta selama kegiatan berlangsung menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban perguruan tinggi, melainkan bentuk nyata kepedulian generasi muda dalam membangun lingkungan sosial yang lebih peduli, sehat, dan harmonis.

























