Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Kelompok Ilmiah Remaja Ulil Albab (KIR LIBA) MAN 1 Yogyakarta kembali melaksanakan kegiatan Latihan Rutin (Larut) pada hari Kamis (29/10/26). Kegiatan pekan ini terasa berbeda karena menjadi sesi latihan pertama yang mulai dibagi ke dalam bidang masing-masing.
Pembagian bidang ini mencakup Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR), Matematika, Sains, dan Teknologi (MST), serta Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH). Adanya pemisahan ini bertujuan agar para anggota KIR LIBA dapat lebih memfokuskan diri pada bidang yang benar-benar mereka sukai dan kuasai. FTR berfokus pada perangkat, aplikasi terapan, dan mekanisme teknik; MST berfokus pada fenomena alam, materi, matematika, dan komputasi; sementara ISH berfokus pada perilaku manusia, interaksi sosial, serta dinamika masyarakat.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi langkah KIR LIBA yang mulai mengembangkan pembinaan berdasarkan bidang minat anggota. Menurutnya, setiap murid memiliki ketertarikan dan potensi yang berbeda sehingga perlu diberi ruang untuk berkembang sesuai kemampuan masing-masing.
“Saya menyambut baik pembagian bidang ini karena murid bisa lebih fokus mendalami hal yang benar-benar diminati. Saya berharap mereka tidak berhenti pada kegiatan latihan saja, tetapi terus belajar, bereksperimen, dan menghasilkan karya. Riset membutuhkan rasa ingin tahu, ketekunan, dan kemauan untuk mencoba. Yang tidak kalah penting, meskipun memiliki bidang yang berbeda, kekompakan dan kerja sama antaranggota harus tetap dijaga,” tuturnya.
Meski baru pertama kalinya dilaksanakan secara terpisah dan tidak digabung seperti biasanya, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan antusiasme para anggota. Suasana latihan justru terasa semakin hidup dan seru karena setiap kelompok dapat mendalami kajian yang lebih spesifik bersama para pelatih ahli di bidangnya masing-masing, yaitu Kak Ibat untuk bidang FTR, Kak Marlita untuk bidang ISH, dan Kak Rahmad untuk bidang MST.
Melalui langkah baru ini, KIR LIBA MAN 1 Yogyakarta berharap para anggota bisa lebih mengenali potensi serta skill diri sendiri untuk kemudian diasah kembali secara mendalam. Di samping itu, hubungan kekeluargaan serta soliditas antaranggota juga diharapkan senantiasa terjaga dengan baik di tengah fokus bidang yang telah ditekuni. (myr)





















