SURABAYA – Pencatatan keuangan yang belum tertib dapat menyulitkan pelaku usaha mengetahui keuntungan sebenarnya. Persoalan ini menjadi perhatian dalam kegiatan Bina Desa yang melibatkan dosen Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Dyah Isyana Lastri, S.T., M.M., di Kelurahan Sumber Rejo, Sabtu (10/10/2026).
Sebanyak 30 pelaku UMKM mengikuti pelatihan manajemen keuangan yang dirancang untuk memperkenalkan cara mengelola keuangan usaha secara lebih terstruktur. Hasilnya, seluruh peserta yang dilaporkan mengikuti kegiatan tersebut berhasil menyusun pembukuan sederhana sebagai latihan penerapan materi.
Pelatihan ini berangkat dari sejumlah persoalan yang kerap dihadapi usaha kecil, seperti pencampuran uang pribadi dan uang usaha, transaksi yang tidak tercatat, keterbatasan dana cadangan, serta pengambilan uang usaha tanpa perencanaan.
Dalam materi pelatihan, peserta diperkenalkan pada langkah-langkah mendasar untuk memperbaiki pengelolaan keuangan. Di antaranya adalah memisahkan rekening atau pencatatan keuangan pribadi dan bisnis, mendokumentasikan setiap transaksi, serta mengidentifikasi biaya operasional dan keuntungan usaha.
Peserta juga mempelajari pentingnya pencatatan penjualan, pembelian, persediaan, utang, dan piutang. Melalui pembukuan tersebut, pelaku usaha dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai arus uang dan kebutuhan modal.
Pendekatan praktis menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Peserta tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga berlatih menyusun pembukuan sederhana. Hasil latihan tersebut menjadi capaian langsung yang dapat dijadikan titik awal untuk membangun kebiasaan pencatatan secara rutin.
Bukan Sekadar Ramai Penjualan
Pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya berkaitan dengan besarnya omzet. Pelaku usaha juga perlu mengetahui biaya yang dikeluarkan, laba bersih yang diperoleh, dan jumlah uang yang tersedia untuk menjalankan bisnis.
Materi pelatihan turut membahas pengelolaan dana cadangan dan pembagian laba untuk kebutuhan operasional, penghasilan pemilik, serta pengembangan usaha. Pengetahuan ini diharapkan membantu peserta mengambil keputusan keuangan secara lebih terencana.
Selain manajemen keuangan, program Bina Desa Sumber Rejo mencakup sosialisasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Kegiatan ini juga melibatkan Eka Putri Wulandari, S.E., M.B.A., Aisyah Asri Nurrahma, S.Par., M.M., serta Faris Eka Dimantara, S.M., dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya.
Kegiatan tersebut berkontribusi pada SDG 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan kapasitas pengelolaan usaha. Peningkatan keterampilan melalui pelatihan juga sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Keberhasilan peserta menyusun pembukuan sederhana menjadi awal yang penting. Konsistensi dalam menerapkannya setelah pelatihan akan menjadi langkah lanjutan untuk membantu UMKM membangun pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan berkelanjutan.



















