Watuagung, Tuntang, (06/08/2026) – Pelayanan kesehatan masyarakat kembali berlangsung di Dusun Nalen, Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang. Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bagi balita dan lansia dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 Posko 41 UIN Walisongo, Mahasiswa PIGM Desa Watuagung Poltekkes Kemenkes Semarang, Puskesmas Tuntang, kader Posyandu, hingga ibu bidan desa.
Sejak kegiatan dimulai, masyarakat mulai berdatangan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan. Warga membawa balita maupun anggota keluarga lanjut usia untuk mendapatkan pelayanan dan pemantauan kondisi kesehatan. Suasana Posyandu berlangsung ramai namun tetap tertib dengan adanya pendampingan dari kader dan tenaga kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN MIT-22 Posko 41 UIN Walisongo turut membantu berbagai tahapan pelayanan Posyandu. Pada pemeriksaan balita, mahasiswa membantu melakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dan lingkar kepala, menimbang berat badan, serta mengukur tinggi badan anak. Hasil pengukuran kemudian dicatat pada kartu dan buku Posyandu sebagai bagian dari pendataan perkembangan kesehatan balita.
Selain membantu pelayanan bagi balita, mahasiswa juga turut mendampingi proses pemeriksaan bagi lansia. Kegiatan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan lansia dan pengecekan tensi serta gula darah. Mahasiswa membantu mengarahkan peserta serta mencatat hasil pengukuran sesuai dengan alur pelayanan yang telah ditetapkan.

Keterlibatan mahasiswa dilakukan bersama Kelompok PIGM Desa Watuagung Poltekkes Kemenkes Semarang dan Puskesmas Tuntang. Kolaborasi tersebut membantu kegiatan Posyandu berjalan lebih terkoordinasi, sementara para kader dan ibu bidan tetap menjalankan peran dalam memberikan pelayanan serta mendampingi proses pemeriksaan masyarakat.
Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan dalam kegiatan Posyandu menjadi pengalaman langsung untuk berinteraksi dengan masyarakat sekaligus belajar mengenai pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar di tingkat dusun. Tidak hanya membantu proses teknis, mahasiswa juga berkesempatan membangun komunikasi dengan warga yang hadir, baik balita, lansia, maupun para pendampingnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat dalam mendukung pemantauan kesehatan balita dan lansia di Dusun Nalen. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan melalui kerja sama dan keterlibatan bersama.
Para kader Posyandu dan ibu bidan turut menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN MIT-22 Posko 41 UIN Walisongo serta Kelompok PIGM Desa Watuagung Poltekkes Kemenkes Semarang atas bantuan dan partisipasinya selama kegiatan berlangsung. Dukungan mahasiswa dinilai membantu proses pelayanan, mulai dari pengukuran, penimbangan, pencatatan, hingga pendampingan peserta Posyandu.
Melalui keterlibatan tersebut, KKN MIT-22 Posko 41 UIN Walisongo tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga mengambil bagian dalam kegiatan rutin masyarakat. Pengalaman mendampingi Posyandu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berinteraksi, serta berkontribusi secara langsung dalam kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Desa Watuagung.
























