Banda Naira, INFO_PAS – Bukan mikrofon, bukan pula podium. Di tengah semarak Pawai Ta’aruf yang digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banda, Kepala Laps (Kalapas) Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, justru menggenggam rebana.
Jemarinya memukul permukaan rebana mengikuti irama selawat. Ia berjalan bersama peserta pawai, membaur tanpa sekat jabatan, mengiringi langkah warga yang membawa semangat keagamaan dan kebersamaan.
Pemandangan itu menjadi salah satu sisi menarik dalam Pawai Ta’aruf yang berlangsung meriah di Kecamatan Banda. Tak hanya Kalapas, Kepala KUA Kecamatan Kepulauan Banda, Saleh Saad Minggu, dan Komandan Koramil 1502-01/Banda, Kapten Cba. Zulkifli Ten, turut memainkan rebana mengiringi lantunan selawat.
Ketiganya tampak menikmati suasana pawai sambil berjalan bersama peserta. Tabuhan rebana yang dimainkan berpadu dengan lantunan selawat, menciptakan atmosfer religius sekaligus penuh keakraban.
Bagi Samad, keterlibatan dalam kegiatan keagamaan seperti Pawai Ta’aruf menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
”Pawai Ta’aruf bukan hanya tentang kemeriahan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah, kebersamaan, dan silaturahmi. Karena itu, kami merasa senang bisa ikut ambil bagian dan berbaur langsung bersama masyarakat,” ujar Samad.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan yang terlihat dalam pawai diharapkan terus terjaga dalam kehidupan masyarakat Banda.
”Ketika semua unsur bisa berjalan bersama, saling mendukung dan membaur, tentu akan tercipta suasana yang harmonis. Semangat seperti ini yang perlu terus kita rawat,” tambahnya.
Tabuhan rebana pun terus terdengar. Di balik irama sederhana itu, terselip pesan bahwa kebersamaan tidak mengenal batas jabatan. Dalam Pawai Ta’aruf, para pemimpin dan masyarakat berjalan dalam satu barisan, menikmati semarak yang sama dan membawa semangat persaudaraan yang sama. (Humas/LT)





















