Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Nasional

Gaji Kecil, Beban Besar: Kekecewaan Guru Menyelimuti Sidang Paripurna RAPBN 2027 Pasca-Pidato Kenegaraan Prabowo

Sami'an by Sami'an
15 August 2026
in Nasional
A A
0
1786707311998 1
866
SHARES
1.3k
VIEWS

JAKARTA – Rasa kecewa dan pertanyaan besar menyelimuti jutaan pendidik di Indonesia usai Sidang Paripurna DPR RI pada 14 Agustus 2026. Dalam momentum penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto serta Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027, banyak guru merasa harapan mereka akan kenaikan gaji dan kepastian kesejahteraan kembali “tertunda”. Meskipun pendidikan disebut sebagai prioritas nasional, dokumen anggaran yang diserahkan belum memuat poin jelas mengenai alokasi khusus kenaikan gaji guru atau ASN. Situasi ini memicu sentimen kuat di kalangan pendidik bahwa mereka seolah “kena prank”: dituntut terus berdedikasi mencerdaskan bangsa, namun penghargaan nyata berupa (jaminan hidup layak) masih menjadi tanda tanya besar.

Ketiadaan Alokasi Gaji dalam Nota RAPBN 2027 vs Program MBG

Inti dari kekecewaan ini adalah kesenjangan antara narasi pidato dan realitas angka anggaran. Dalam Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo lebih menyoroti program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat sebagai bukti kehadiran negara. Namun, ketika Menteri Keuangan menyampaikan Nota RAPBN 2027, tidak ditemukan bab khusus yang menjamin kenaikan gaji guru atau perbaikan status honorer/PPPK paruh waktu. Visualisasi kekecewaan ini terekam jelas dalam berbagai unggahan media sosial: seorang guru menangis di depan tumpukan rapor dan administrasi dengan tulisan “Gaji Kecil, Beban Besar, Tapi Tak Dihargai”, serta ilustrasi guru berselimut biru kelam bertuliskan “Teruslah Mengajar, Walau Belum Dihargai”. Bagi banyak guru, ketiadaan ini bukan sekadar absennya angka, melainkan simbol bahwa kesejahteraan mereka belum menjadi prioritas fiskal yang mendesak dibandingkan proyek infrastruktur atau bantuan sosial lainnya.

Guru Honorer, PPPK, dan Pembuat Kebijakan yang Dinanti Jawabannya

Protagonis dalam narasi keprihatinan ini adalah jutaan guru, terutama guru honorer, guru swasta, dan PPPK paruh waktu yang hidupnya bergantung pada kepastian penghasilan. Mereka adalah pihak yang setiap hari berdiri di depan kelas, menghadapi beban administrasi berat, dan mendidik lebih dari 20 juta murid, namun sering kali harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Di sisi lain, ada Presiden Prabowo Subianto dan Pemerintah Pusat yang memegang kendali kebijakan fiskal, serta DPR RI (khususnya Badan Anggaran/Banggar) yang kini menjadi tumpuan harapan terakhir. Tokoh-tokoh seperti Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati sebelumnya telah menyuarakan pentingnya jaminan kesejahteraan dalam RUU Sisdiknas, namun implementasinya dalam APBN 2027 masih harus diperjuangkan. Sentimen “Jangan Cuma Dituntut Mengabdi” adalah teriakan kolektif dari mereka yang merasa pengabdian belum dibalas dengan keadilan ekonomi.

14 Agustus 2026 sebagai Titik Balik Harapan dan Kekecewaan

Momen krusial terjadi pada 14 Agustus 2026, sehari sebelum HUT RI ke-81, saat Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta berlangsung. Tanggal ini seharusnya menjadi momen kebanggaan nasional, namun bagi banyak guru, ia berubah menjadi hari penantian yang pahit. Penyampaian Nota RAPBN 2027 pada hari ini menjadi tolok ukur keseriusan pemerintah terhadap sektor pendidikan untuk tahun depan. Lokasi sidang di gedung legislatif menjadi simbol demokrasi di mana suara rakyat—termasuk guru—seharusnya didengar. Namun, hingga akhir sesi, sinyal kenaikan gaji belum muncul. Kini, perhatian beralih ke tahap pembahasan selanjutnya di Banggar DPR, di mana fraksi-fraksi memiliki kesempatan untuk merevisi dan mengusulkan penambahan pos anggaran kesejahteraan guru sebelum RAPBN disahkan menjadi UU APBN.

Baca Juga

Messenger creation FBAE0B22 D448 414F 9B3A 081E0D8015C8

Asesmen Teknik Non Tes, Lapas Bandanaira Identifikasi Kebutuhan Psikologis Warga Binaan

29 September 2026
IMG 2079

Belajar Sambil Merawat, Peserta Magang Bapas Batam Kenali Budidaya Hidroponik dan Bioflok

29 September 2026
WhatsApp Image 2026 09 22 at 09.51.48 2

Morning Briefing bersama sebagai bagian dari upaya penguatan koordinasi, konsolidasi internal, serta penyamaan persepsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi

29 September 2026
WhatsApp Image 2026 09 29 at 14.47.19

Kementerian ATR/BPN Siapkan Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi untuk Percepat Penyusunan RDTR

29 September 2026

Pendidikan Berkualitas Mustahil Lahir dari Guru yang Kelaparan

Mengapa ketiadaan kenaikan gaji dalam RAPBN 2027 begitu menyakitkan? Karena kesejahteraan guru adalah fondasi, bukan bonus. Slogan “Guru Bukan Sekadar Profesi, Guru Adalah Penentu Masa Depan Negeri” bukanlah retorika kosong; ia adalah fakta empiris. Guru yang stres memikirkan cicilan, biaya sekolah anak, dan harga sembako tidak akan mampu memberikan pendidikan berkualitas maksimal kepada murid-muridnya. Tuntutan guru saat ini sangat konkret: kepastian status, gaji layak yang menyesuaikan inflasi, pembayaran tepat waktu, dan konversi PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu. Ketika program MBG dan Sekolah Rakyat digelorakan tanpa disertai penguatan SDM pengajarnya, dikhawatirkan program tersebut hanya akan menjadi bangunan fisik tanpa jiwa. Seperti tertulis dalam catatan virtual “Catatan Guru Na’vi”: mengajar, mendidik, menginspirasi, dan menunggu apresiasi—namun apresiasi itu tak kunjung datang dalam bentuk yang paling dasar: penghidupan yang layak.

Dari Kekecewaan Menuju Negosiasi di Banggar DPR

Bagaimana jalan keluar dari kebuntuan ini? Meskipun Nota RAPBN 2027 belum memuat kenaikan gaji, pintu negosiasi belum tertutup. Proses legislasi anggaran masih panjang; setelah nota disampaikan, Banggar DPR RI akan melakukan pembahasan mendalam dengan pemerintah. Di sinilah peran fraksi-fraksi dan organisasi guru menjadi vital. Mereka dapat mengajukan revisi, meminta penjelasan detail alokasi dana pendidikan, dan menekan agar pos kesejahteraan guru dimasukkan sebagai amendemen. Tuntutan utama yang harus didorong adalah: (1) Kepastian Hukum: pengangkatan massal guru honorer menjadi ASN/PPPK penuh waktu; (2) Alokasi Spesifik: pos anggaran terpisah untuk tunjangan profesi dan insentif guru non-ASN; (3) Transparansi: penjelasan tegas mengapa gaji belum naik dan kapan rencana konkretnya. Tekanan publik melalui media sosial dan aksi damai juga diperlukan agar isu ini tidak tenggelam oleh hiruk-pikuk proyek infrastruktur.

Jangan Biarkan Guru Hanya Jadi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Kekecewaan guru terhadap RAPBN 2027 adalah alarm keras bagi pemerintah. Pendidikan tidak bisa dibangun di atas punggung pendidik yang rapuh secara ekonomi. Jika kita benar-benar menginginkan Generasi Emas 2045, maka investasi terbesar haruslah pada manusia yang membentuk generasi tersebut: gurunya. Kepada DPR RI: jadikan pembahasan RAPBN 2027 sebagai momen pembuktian keberpihakan. Jangan biarkan slogan “Teruslah Mengajar, Walau Belum Dihargai” menjadi epitaf bagi profesi mulia ini. Guru berhak mendapatkan penjelasan yang terang dan tegas, bukan sekadar janji yang berulang kali tertunda. Karena sejatinya, gaji guru yang layak adalah investasi termurah untuk masa depan bangsa yang mahal harganya.

    Tags: Beban BesarGaji KecilguruKekecewaan GuruPasca-Pidato KenegaraanPrabowoRAPBN 2027Sidang Paripurna
    Share346Tweet217Share61Pin78SendShare
    Leaderboard apa apa
    Previous Post

    Sambut HUT ke-81 RI, Rutan Bengkulu Gelar Aksi Bersih Lingkungan

    Next Post

    Pangkas Seremoni, Prioritaskan Guru: Prabowo Tegaskan Kesejahteraan Pendidik Jadi Arah Kebijakan APBN 2027 di Sidang Tahunan MPR

    Sami'an

    Sami'an

    Related Posts

    Messenger creation FBAE0B22 D448 414F 9B3A 081E0D8015C8

    Asesmen Teknik Non Tes, Lapas Bandanaira Identifikasi Kebutuhan Psikologis Warga Binaan

    29 September 2026
    IMG 2079

    Belajar Sambil Merawat, Peserta Magang Bapas Batam Kenali Budidaya Hidroponik dan Bioflok

    29 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 22 at 09.51.48 2

    Morning Briefing bersama sebagai bagian dari upaya penguatan koordinasi, konsolidasi internal, serta penyamaan persepsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi

    29 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 29 at 14.47.19

    Kementerian ATR/BPN Siapkan Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi untuk Percepat Penyusunan RDTR

    29 September 2026
    Next Post
    1786707363645

    Pangkas Seremoni, Prioritaskan Guru: Prabowo Tegaskan Kesejahteraan Pendidik Jadi Arah Kebijakan APBN 2027 di Sidang Tahunan MPR

    WhatsApp Image 2026 08 14 at 23.59.42

    Perkuat Ekowisata Amping Parak, Mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas Bersama Masyarakat Tanam Mangrove dan Lepas Penyu di Nagari Amping Parak Pesisir Selatan

    Cuplikan layar 2026 08 15 064909

    Asah Kreativitas dan Budaya Gemar Menabung, Mahasiswa KKN MIT 22 UIN Walisongo Ajak Siswa SDN Kesongo 04 Sulap Botol Bekas Jadi Celengan Unik

    WhatsApp Image 2026 08 10 at 18.52.10 1

    Petugas dan Warga Binaan Lapas Bandanaira Adu Strategi Lewat Lomba Catur

    IMG 20260815 091409

    Kelompok 06 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Uin Raden fatah palembang, sukses melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Say No to Bullying: Berani Peduli, Berani Melindungi.”

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Potret Muhammad Fardhan Habibie saat melayani pelanggan. Berawal dari sekadar hobi, di usianya yang masih belia ia sukses membangun usaha wewangian berkat ketekunan dan dukungan keluarga.

    Kisah Inspiratif Muhammad Fardhan Habibie, Bocah 12 Tahun yang Sukses Rintis Bisnis Parfum di Baturaja

    29 September 2026
    Messenger creation FBAE0B22 D448 414F 9B3A 081E0D8015C8

    Asesmen Teknik Non Tes, Lapas Bandanaira Identifikasi Kebutuhan Psikologis Warga Binaan

    29 September 2026
    IMG 20260929 WA0021

    Tasyakuran Milad ke-49, DPD BKPRMI Langkat Resmi Serahkan SK Kepengurusan DPK BKPRMI Pangkalan Susu Periode 2026 – 2029

    29 September 2026
    IMG 2079

    Belajar Sambil Merawat, Peserta Magang Bapas Batam Kenali Budidaya Hidroponik dan Bioflok

    29 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 22 at 09.51.48 2

    Morning Briefing bersama sebagai bagian dari upaya penguatan koordinasi, konsolidasi internal, serta penyamaan persepsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi

    29 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 29 at 14.47.19

    Kementerian ATR/BPN Siapkan Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi untuk Percepat Penyusunan RDTR

    29 September 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    PS DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita