Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Etika Bicara di Era Tanpa Batas Budaya: Malu Bertanya, Tersesat di Zoom

roro nayla by roro nayla
26 June 2025
in Opini
A A
0
862
SHARES
1.2k
VIEWS

ETIKA DAN FILSAFAT KOMUNIKASI
Etika  dalam budaya, pernah ikut kelas online bareng mahasiswa luar negeri dan cuma bisa senyum saja sepanjang sesi? atau ikut webinar internasional, tapi takut nyalain mic karena nggak yakin cara ngomong kita sopan atau nggak? kalau iya, tenang, kamu nggak sendirian.
Di zaman serba daring ini, ruang komunikasi kita bukan lagi sekadar ruang kelas atau kafe. Sekali klik, kamu bisa langsung “duduk” bareng orang dari lima benua. Tapi sayangnya, kecepatan teknologi nggak selalu dibarengi kecepatan kita belajar soal etika lintas budaya.
“Satu Dunia, Banyak Etika”Komunikasi lintas budaya bukan hanya soal bisa Bahasa Inggris atau pakai emoji yang tepat. Tapi juga soal memahami nilai – nilai yang hidup di balik setiap kata.
Misalnya, saat kamu bilang “maaf ya” karena datang 10 menit telat, orang Jerman bisa saja tersinggung. Karena bagi mereka, ketepatan waktu adalah bentuk rasa hormat. Sementara buat sebagian besar orang Indonesia, “jam lambat” masih bisa ditoleransi.
Inilah pentingnya etika komunikasi lintas budaya, supaya kita tidak hanya terdengar pintar, tapi juga terasa bijak.
Kalau Komunikasi Itu Jembatan, Maka Etika Adalah Pilar Utamanya
Bayangkan komunikasi sebagai jembatan antara dua dunia, duniamu dan dunia orang lain. Tapi jembatan ini nggak akan berdiri kokoh tanpa pilar yang kuat dan salah satu pilar itu adalah etika.
Etika , menurut Aristoteles, adalah kebiasaan yang tertanam dalam diri, sedangkan menurut Kees Bertens, etika adalah norma yang mengatur perilaku. Di dunia global, dua definisi ini jadi makin penting, karena satu ucapan yang biasa buat kita bisa jadi sangat menyinggung buat orang lain.
Contohnya? Bercandaan soal fisik yang sering kita anggap wajar di media sosial, bisa dianggap body shaming berat di budaya Barat.

Baca Juga

1674854825 1

Apakah Bisnis Daycare Masih Layak Dijalankan di Tengah Meningkatnya Jumlah Orang Tua Bekerja?

21 June 2026
Ilustrasi  generasi muda yang terpengaruh gaya hidup konsumtif. Ilustrasi dibuat menggunakan Gemini AI

Gaya Dulu, Nabung Nanti: FOMO atau Kebutuhan?

20 June 2026
file 000000004f2871f89ac9223ba0eef08e

Literasi dan Inklusi Keuangan: Dua Bekal Penting Menghadapi Kehidupan Modern

17 June 2026
231116 9b05965b 9829 44a6 be98 d4b492adef4f

Live Shopping TikTok: Panggung Interaktif yang Dongkrak Omzet, tapi “Harta Karun” Data Masih Diabaikan

16 June 2026


Studi Kasus Viral: Miss World Indonesia & Jawaban Bahasa Inggris yang Bikin Netizen Bersuara
Pada ajang Miss World Indonesia, salah satu finalis bernama Pricilia Carla Yules (Miss Indonesia 2020) viral bukan hanya karena penampilannya, tapi juga karena caranya menjawab pertanyaan juri dalam sesi tanya jawab yang menggunakan Bahasa Inggris formal dan ekspresif. Respons publik di media sosial langsung terbagi dua:
Ada yang mengapresiasi kemampuan Carla dalam berkomunikasi dengan fasih dan percaya diri di hadapan juri internasional.
Tapi ada juga yang mengkritik gaya bicaranya dianggap “kebule – bulean” dan dinilai “kurang mencerminkan budaya Indonesia”.

Komentar seperti:
“Ngomongnya kebarat-baratan banget, lupa sama akar budaya sendiri.”
“Ini mah terlalu over, kayak dibuat-buat.”
Itu memperlihatkan adanya gesekan antara cara komunikasi global dengan ekspektasi budaya lokal.
Analisis Etika Komunikasi Lintas Budaya
Kasus ini mencerminkan konflik antar nilai budaya: antara globalitas dan lokalitas.
1. Perbedaan Gaya Komunikasi
Di panggung internasional seperti Miss World, etika komunikasi global mengharuskan peserta tampil percaya diri, artikulatif, dan ekspresif.
Sementara di budaya Indonesia yang menjunjung kesopanan dan keanggunan, ekspresi berlebihan bisa dianggap “tidak membumi” atau terlalu dramatis.
2. Etika dalam Representasi Budaya
Carla berbicara dalam Bahasa Inggris karena tuntutan acara yang berskala internasional.
Namun sebagian masyarakat menganggap komunikasi yang baik tidak hanya tentang bahasa, tapi juga cara menyampaikan nilai budaya dengan sikap khas Indonesia: rendah hati, lembut, tidak terlalu menonjolkan diri.
Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Kasus Ini?
Etika komunikasi lintas budaya hanya soal bisa berbahasa asing, tapi bagaimana kita bisa menyeimbangkan identitas lokal dengan ekspektasi global.
Konteks audiens sangat penting. Komunikasi yang efektif di satu budaya bisa dianggap tidak pantas di budaya lain.
Kesadaran budaya ganda (cultural dual awareness) menjadi kunci, yang bisa memahami dan mengakomodasi dua sistem nilai yang berbeda tanpa kehilangan jati diri.
Kasus Carla Yules menjadi pengingat bahwa dalam dunia yang semakin terbuka, etika komunikasi lintas budaya menjadi semakin relevan, baik di panggung internasional, ruang rapat global, hingga layar Zoom.
Masyarakat Indonesia, yang hidup di negara multikultur dan sangat aktif di media sosial, perlu belajar untuk:
Tidak cepat menghakimi gaya komunikasi yang berbeda,
Meningkatkan literasi budaya,
Dan memahami bahwa komunikasi yang “berbeda” bukan berarti “salah”.
Karena di dunia yang semakin global, orang yang bisa menjembatani budaya, bukan hanya menguasai bahasa, akan jadi pemenang sebenarnya.
Etika Itu Bukan Baku, Tapi Bisa Dipelajari
Untungnya, etika bukan bakat bawaan, melainkan bisa diasah. Berikut ini beberapa “alat komunikasi lintas budaya” yang bisa kamu bawa ke mana – mana:
Kesadaran budaya: Sadari bahwa orang lain mungkin punya kebiasaan yang sangat berbeda darimu, dan itu bukan hal aneh.
Keterampilan komunikasi: Belajar menyampaikan pesan dengan cara yang bisa diterima oleh orang dari latar belakang berbeda.
Empati: Coba pahami kenapa seseorang berkata atau bertindak dengan cara tertentu sebelum langsung menghakimi.
Pengetahuan budaya: Cari tahu nilai-nilai umum di budaya lain, terutama saat kamu akan berinteraksi secara langsung atau daring.
Umpan balik aktif: Dalam komunikasi lintas budaya, lebih baik bertanya balik (“Apakah ini terdengar sopan?”) daripada mengira-ngira.
Bukan Tentang Jadi Orang Lain, Tapi Belajar Jadi Orang yang Bisa Diterima
Salah satu kekhawatiran orang dalam $ komunikasi$  antarbudaya adalah “takut kehilangan jati diri.” Padahal, beradaptasi bukan berarti berubah jadi orang lain, tapi belajar menyampaikan siapa diri kita dengan cara yang bisa dimengerti oleh orang lain.
Persis seperti ketika kita belajar bahasa asing, kita akan tetap jadi diri sendiri, tapi dengan kata – kata yang bisa mereka pahami.
Dunia yang Terkoneksi Butuh Orang yang Terkoneksi Hatinya
Etika lintas budaya  bukan sekadar teori kelas. Ini adalah keterampilan hidup yang bisa menyelamatkanmu dari salah paham, konflik, bahkan kegagalan kerja sama.
Jadi, jangan cuma update Zoom-mu ke versi terbaru, tapi juga update pemahamanmu tentang budaya lain. Karena di dunia yang terhubung seperti sekarang, kesuksesan bukan cuma milik yang cepat bicara, tapi milik mereka yang tahu kapan harus bicara, bagaimana bicara, dan kapan harus diam.

    Share345Tweet216Share60Pin78SendShare
    Banner Publikasi Press Release Gratis
    Previous Post

    Kampus Mengabdi: UB Wujudkan UMKM Adaptif dan Kompetitif

    Next Post

    Komunikasi Kelompok dari Balik Lensa di Masjid Istiqlal

    roro nayla

    roro nayla

    Related Posts

    1674854825 1

    Apakah Bisnis Daycare Masih Layak Dijalankan di Tengah Meningkatnya Jumlah Orang Tua Bekerja?

    21 June 2026
    Ilustrasi  generasi muda yang terpengaruh gaya hidup konsumtif. Ilustrasi dibuat menggunakan Gemini AI

    Gaya Dulu, Nabung Nanti: FOMO atau Kebutuhan?

    20 June 2026
    file 000000004f2871f89ac9223ba0eef08e

    Literasi dan Inklusi Keuangan: Dua Bekal Penting Menghadapi Kehidupan Modern

    17 June 2026
    231116 9b05965b 9829 44a6 be98 d4b492adef4f

    Live Shopping TikTok: Panggung Interaktif yang Dongkrak Omzet, tapi “Harta Karun” Data Masih Diabaikan

    16 June 2026
    Next Post
    01jxfta3hkw3wgt2yf84n5ta2h

    Komunikasi Kelompok dari Balik Lensa di Masjid Istiqlal

    Momen Pengasuh Pondok Pesantren Cadangpinggan memotong Tumpeng sebagai Ungkapan Rasa Syukur

    Ponpes Cadangpinggan Gelar Peringatan Tahun Baru Islam dan Milad Ke-29, Kuatkan Jalinan Silaturahmi dan Kenang Buya Syakur

    apocalyptic war zone landscape with destruction 1 1

    Konflik Iran–Israel: Bara Api yang Bisa Menyalakan Perang Dunia Ketiga

    Pondasi Keuangan Keluarga

    "Pondasi Keuangan Keluarga: Membangun Kemandirian Finansial untuk Pasangan Muda"

    Tahun Baru Islam

    Semarak Tahun Baru Islam: Pawai Obor di Desa Margaluyu Dihadiri Ratusan Warga dan Tokoh Masyarakat

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)
    Berita Utama

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    by Salsabila Witri Susanto
    12 June 2026
    0

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat Kota Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengimbau seluruh masyarakat...

    Read moreDetails
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    6 May 2026
    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    24 April 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    1674854825 1

    Apakah Bisnis Daycare Masih Layak Dijalankan di Tengah Meningkatnya Jumlah Orang Tua Bekerja?

    21 June 2026
    WhatsApp Image 2026 06 21 at 13.21.22 1

    Menanamkan Kesadaran Finansial Sejak Bangku Sekolah Dasar: KKN Rekognisi Kelompok 113 Dorong Budaya Menabung di SD Negeri 06 Pemulutan

    21 June 2026
    921e4a8b 5890 4de5 8d36 e941b31427ed

    Rutan Bengkulu Lakukan Perawatan Area Tembok Luar

    20 June 2026
    WhatsApp Image 2026 06 19 at 09.04.33

    Belajar Langsung di Lapangan, Taruna Poltek Imipas Jalani PKL dan KKN di Rutan Bengkulu

    20 June 2026
    IMG 20260619 125947

    Pengajian Keagamaan WBP Lapas Arga Makmur Wujudkan Pembinaan Kerohanian yang Berkelanjutan

    20 June 2026
    IMG 20260619 131506

    Hakim Pengawas dan Pengamat Laksanakan Pengawasan dan Pengamatan di Lapas Arga Makmur

    20 June 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Salsa
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita