Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin masuk ke berbagai bidang pekerjaan, termasuk dunia akuntansi. Jika sebelumnya pekerjaan akuntan banyak dilakukan secara manual, kini berbagai aktivitas mulai dibantu oleh teknologi. Mulai dari mengolah data, merangkum dokumen, melakukan riset, hingga membantu menemukan informasi yang dibutuhkan dalam pekerjaan.
Perubahan tersebut membuat muncul pertanyaan yang cukup sering dibicarakan: apakah perkembangan AI nantinya akan menggantikan profesi akuntan, atau justru membantu akuntan menyelesaikan pekerjaannya dengan lebih cepat?
Pertanyaan ini menjadi semakin relevan karena penggunaan AI dalam industri akuntansi memang terus meningkat. Berdasarkan laporan Future Ready Accountant 2025 dari Wolters Kluwer yang melibatkan lebih dari 2.700 profesional pajak dan akuntansi dari 14 negara, penggunaan AI secara global meningkat dari 9 persen pada 2024 menjadi 41 persen pada 2025. Sebanyak 72 persen perusahaan yang disurvei juga telah menggunakan AI setidaknya satu kali dalam seminggu, sementara 35 persen menggunakannya setiap hari.
AI Mulai Mengambil Bagian dalam Pekerjaan Akuntansi
Bagi akuntan manajemen, perkembangan AI dapat membawa perubahan yang cukup besar. Akuntan manajemen tidak hanya berhubungan dengan pencatatan angka, tetapi juga menyediakan informasi yang dapat digunakan perusahaan untuk perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.
AI dapat membantu beberapa pekerjaan yang membutuhkan pengolahan data dalam jumlah besar dan dilakukan secara berulang. Dalam praktiknya, teknologi dapat digunakan untuk membantu merangkum dokumen, melakukan riset, mengolah data, hingga memberikan informasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan.
Laporan Wolters Kluwer menunjukkan bahwa penggunaan AI di perusahaan akuntansi mulai diarahkan pada pekerjaan yang lebih praktis. Selain membantu pekerjaan rutin, AI juga mulai digunakan untuk menghasilkan predictive insights dan mendukung pemantauan kepatuhan. Bahkan, 73 persen pengguna AI secara rutin dalam laporan tersebut mengatakan hasil yang mereka dapatkan melebihi ekspektasi, terutama dalam hal kecepatan, akurasi, dan pelayanan kepada klien.
Hal tersebut menunjukkan bahwa AI tidak hanya menjadi teknologi yang digunakan untuk mengikuti tren. Bagi sebagian perusahaan, AI mulai menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari.
AI Mulai Mengambil Bagian dalam Pekerjaan Akuntansi
Bagi akuntan manajemen, perkembangan AI dapat membawa perubahan yang cukup besar. Akuntan manajemen tidak hanya berhubungan dengan pencatatan angka, tetapi juga menyediakan informasi yang dapat digunakan perusahaan untuk perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.
AI dapat membantu beberapa pekerjaan yang membutuhkan pengolahan data dalam jumlah besar dan dilakukan secara berulang. Dalam praktiknya, teknologi dapat digunakan untuk membantu merangkum dokumen, melakukan riset, mengolah data, hingga memberikan informasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan.
Laporan Wolters Kluwer menunjukkan bahwa penggunaan AI di perusahaan akuntansi mulai diarahkan pada pekerjaan yang lebih praktis. Selain membantu pekerjaan rutin, AI juga mulai digunakan untuk menghasilkan predictive insights dan mendukung pemantauan kepatuhan. Bahkan, 73 persen pengguna AI secara rutin dalam laporan tersebut mengatakan hasil yang mereka dapatkan melebihi ekspektasi, terutama dalam hal kecepatan, akurasi, dan pelayanan kepada klien.
Hal tersebut menunjukkan bahwa AI tidak hanya menjadi teknologi yang digunakan untuk mengikuti tren. Bagi sebagian perusahaan, AI mulai menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari.
Sumber Data:
Laporan Future Ready Accountant 2025 — Wolters Kluwer
Artificial Intelligence (AI) in Tax and Accounting — Wolters Kluwer
























